JA Teline V - шаблон joomla Форекс

Satpol PP Gainyar Ciduk 25 Gepeng di Wilayah Ubud

GIANYAR
Typography

GIANYAR-fajarbali.com | Kawasan wisata Ubud tetap dijadikan surga bagi gelandangan dan pengemis (Gepeng). Padahal sudah setiap minggu dilakukan penertiban, namun masih saja ada gepeng yang nekat melakukan aksinya di lokasi tersebut. Selasa (6/2/2018), sebanyak 25 gepeng berhasil diciduk Satpol PP Gianyar. Kasatpol PP, Cokorda Agusnawa yang ikut melakukan penertiban menyebutkan semua Gepeng yang terciduk adalah pendatang baru.

Dikatakan Cokorda Agusnawa, penertiban Gepeng tersebut didasarkan atas laporan masyarakat dan langsung menuju lokasi bersama satu peleton anggota. Wilayah yang pertama disasar adalah Pasar Ubud dan selanjutnya di Desa Peliatan.

Saat di Desa Peliatan sebelah Timur ARMA, anggota sempat kejar-kejaran dengan Gepeng yang berjumlah 3 orang ibu dan dua Balita. Namun Gepeng ini berhasil diamankan karena tempat pelarian Gepeng tersebut menyusuri jalan buntu. “Sudah saya peringatkan, tidak usah lari, karena itu jalan buntu, akhirnya kami amankan,“ terang Cok Agusnawa.

Setelah menciduk Gepeng di Ubud dan Peliatan, Satpol PP juga menyasar Gepeng yang melakukan aksinya di Pengosekan dan Padangtegal. Sehingga keseluruhan Gepeng yang berhasil diciduk sebanyak 25 orang. Disebutkan seluruh Gepeng ini berasal dari Munti Gunung, Karangasem.

“Dari pengakuan Gepeng tersebut, mereka sengaja menggepeng dengan sasaran wisatawan yang kebetulan lewat di lokasi mangkal,“ terang Cok Agusnawa. Selanjutnya Gepeng tersebut dibawa ke Kantor Satpol PP untuk dilakukan pendataan.

 Cok Agusnawa sendiri menyebutkan kalau dari 25 Gepeng tersebut hanya 7 ibu-ibu dan sisanya adalah anak dibawah umur yang sengaja diajak menggepeng.

“Ini yang kita kasihan, bahkan ada anak di bawah umur yang semestinya mendapatkan pendidikan di sekolah dasar,“ terang Cok Agusnawa. Setelah dilakukan pembinaan, Gepeng tersebut diserahkan ke Dinas Sosial untuk diberikan pembinaan dan selanjutnya diantar ke Dinas Sosial Karangasem. (sar)