JA Teline V - шаблон joomla Форекс

Jelang Hari Raya, Harga Daging Ayam Naik

EKONOMI
Typography

DENPASAR-fajarbali.com | Memasuki Bulan Ramadhan dan jelang Hari Raya Galungan-Kuningan, harga daging ayam di pasaran mulai melonjak. Pantauan di lapangan, peningkatannya mencapai Rp 2.000 hingga Rp 4.000 per kilogram (kg).

Pedagang daging ayam Pasar Badung di los pasar eks Tiara Grosir, Nyoman Sari (56) mengungkapkan kenaikan harga telah terjadi sejak sepekan lalu. Hal tersebut disebabkan karena kebutuhan daging ayam di pasaran makin meningkat, sedangkan pasokan daging ayam berkurang.

 

Nyoman Sari menjelaskan, di hari-hari biasa, harga ayam potong mencapai Rp 34 hingga Rp 36 ribu per kg. Akan tetapi Sari mengaku menjual daging ayam seharga Rp 38 ribu per kg. “Permintaan biasanya naik saat hari raya. Terus para peternak juga gak bisa sediakan ayam karena kembang biaknya lama. Ada juga yang jual Rp 40 ribu. Masyarakat banyak yang ngeluh, jadi sepi,” tutur Sari yang sudah berjualan daging ayam sejak 1980.

 

Gusti Sukriyani (50), yang juga pedagang di los pasar Badung menuturkan hal sama. Dirinya dan para pedagang lain mengaku bisa menjual ayam potong seharga Rp 40 ribu per kilogram. Kenaikannya pun sudah terjadi sejak dua pekan lalu.

 

Diakuinya, kenaikan harga daging kali ini sama seperti saat menjelang pergantian tahun 2017/2018. “Harganya sampai Rp 38 ribu. Tapi sekarang waduh saya juga bingung ngomongnya,” ketus pedagang asal Karangasem itu.

 

Berdasarkan penuturan pedagang, harga daging meroket disebabkan harga pakan ternak juga naik. Sementara, pakan ternak saja sulit didapat, sehingga bibit ayam potong sedikit.

 

“Setiap hari sampai 60 kg, tapi sekarang 35 kg aja. Permintaan banyak, pas permintaan lagi banyak, malah harganya gak cocok, mahal,” keluh Sukriyani.

 

Data Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, tercatat harga daging ayam di beberapa pasar besar di Bali justru berkisar Rp 36 hingga Rp 37 ribu atau naik Rp 1000 dari harga normal. Menurut data, kenaikan memang terjadi diakibatkan kebutuhan pasar meningkat sedangkan pasokan daging ayam berkurang.

 

Diperkirakan kenaikan harga daging ayam tersebut akan bertahan sampai hari raya besar seperti Galungan, Kuningan, dan Idul Fitri. “Ini (harga) akan tetap kami pantau, mudah-mudahan terjadi penurunan,” kata Kasi Pengendalian Barang Pokok dan Barang Penting Disperindag Bali, Gatot Supriatin, Kamis (17/5/2018).

 

Disperindag Bali menyatakan ketersediaan bahan pokok dirasa cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat beberapa waktu ke depan. Bahkan komoditi seperti rempah-rempah terbilang stabil. “Justru harga cabai merah besar dan beras, itu turun karena pasokan bertambah,” ujarnya.

 

Gatot memaparkan, harga bahan pokok yang masih stabil, di antaranya: telur, beras, bawang, cabai, tepung, gula, minyak goreng, dan daging sapi. Untuk daging ayam, pihaknya mengakui kenaikan harga daging memang terjadi di sejumlah pasar, seperti Pasar Badung, Pasar Agung, Nyangelan, dan Kreneng. (eka)