JA Teline V - шаблон joomla Форекс

Dewan Kota Denpasar Nilai Realisasi Proyek Pasar Badung Lamban

EKONOMI
Typography

DENPASAR-fajarbali.com | Meski sudah dipastikan proyek lanjutan pembangunan Pasar Badung yang kini sedang berlangsung akan rampung pada Desember tahun 2018 ini, namun kalangan anggota DPRD Kota Denpasar menilai realisasi proyek ini cukup lamban.

Karenanya, pengerjaan proyek bernilai kontrak Rp 61.803.873.000 dari pagu Rp 70 miliar ini juga mendapat atensi serius dari kalangan anggota DPRD Kota Denpasar. Mengingat, bangunan ini akan menjadi pusat kegiatan ekonomi kerakyatan. Sayangnya, realisasi progres proyek prestisius ini belum diketahui jajaran dewan.

Salah seorang anggota DPRD Kota Denpasar,  I Made Sukarmana, SH., mengaku sudah banyak mendapat pertanyaan dari masyarakat terkait progress dari proyek Pasar Badung. Masyarakat melihat proses pembangunan pasar yang terbakar beberapa tahun itu cukup lama. Akibatnya, banyak yang bertanya kepada dewan terkait pelaksanaan pembangunannya.

Demikian pula pedagang yang akan menempati pasar itu juga sudah sering bertanya. Hanya, pihaknya tidak bisa memberikan penjelasan, karena belum ada informasi dari instansi terkait. “Kita banyak mendapat pertanyaan dari masyarakat dan juga pedagang terkait realisasi proyek tersebut. Instansi terkait, terutama Dinas PUPR harus menyampaikan realisasinya kepada masyarakat,” ucap Sukarmana, Kamis (13/9/2018).

Terkait realisasi proyek Pasar Badung, Plt. Kepala Dinas PUPR Nyoman Ngurah Jimmy Sidarta belum bisa dikonfirmasi. Beberapa kali diminta konfirmasi melelalui WA, belum dijawab.

Diberitakan sebelumnya, Dirut PD Pasar Kota Denpasar, IB. Kompyang Wiranata, SE, saat rapat kerja bersama Komisi II dan III DPRD Kota Denpasar, di ruang pertemuan DPRD setempat mengatakan setelah rampungnya pengerjaan Pasar Badung yang tinggal beberapa bulan lagi, akan dilakukan prosesi upacara pemlaspasan. Rapat kerja itu juga melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemkot Denpasar, seperti Bappeda, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Perindustrian dan Perdagangan ()Disperindag), Bagian Perekonomian Setda Kota Denpasar.

Menyinggung pemindahan kembali pedagang dari lokasi relokasi di eks Tiara Grosir ke Pasar Badung, pihaknya mengaku telah membentuk tim yang mengurusi masalah pemindahan kembali sekitar 1.600-an pedagang itu. Baik menyangkut administrasi maupun pengundian tempatnya.

Salah seorang anggota Komisi III, Ir. A.A. Susruta Ngurah Putra, saat rapat kerja tersebut menyarankan agar PD Pasar bersikap profesional serta membuat ketentuan-ketentuan yang harus dilakukan para pedagang untuk menata Pasar Badung menjadi Pasar Tradisional yang modern. (car)