JA Teline V - шаблон joomla Форекс

Target Kunjungan Wisman ke Badung Tercapai

EKONOMI
Typography

Bencana Gunung Agung, Karangasem beberapa waktu lalu sempat menimbulkan kecemasan bagi Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Badung akan menurunnya kunjungan wisatawan.

 

MANGUPURA-fajarbali.com | Lesunya kunjungan turis akibat dampak erupsi Gunung Agung sempat membuat Pemkab Badung khawatir, target pendapatan dari pajak hotel dan restauran (PHR) tidak tercapai. Mengingat, Pemerintah Kabupaten Badung selama ini mengandalkan pendapatan dari sektor pariwisata. Terlebih, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai sempat ditutup beberapa hari akibat adanya erupsi Gunung Agung.

Namun, meski di tengah bencana Gunung Agung yang menerpa pariwisata di Bali, Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dispar akhirnya dapat mencapai target kunjungan wisatawan mancanegara yang telah ditetapkan. Dispar di tahun 2017 lalu menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Badung sebanyak 5,8 juta.

Kadispar Badung, I Made Badra mengungkapkan, mengenai target tahun 2017, pihaknya menglaim, kunjungan sudah mencapai target. Bahkan, kunjungan melebihi dari 5,8 juta wisman.

“Yang tahun lalu sudah melebihi 5,8 juta jiwa, walaupun kita sempat ketar-ketir karena erupsi Gunung Agung. Tapi dengan dibukanya bandara, airline sudah mulai normal,” ujarnya, Kamis (4/1).


Badra mengatakan, setiap hari hampir 16 ribu kedatangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. “Apalagi akan ada penerbangan baru dari negara-negara yang kita kunjungi, seperti Italia ada penerbangan baru tiap bulan. Termasuk dari London, dan Australia, jadi lumayan menambah itu,” tandasnya

Untuk tahun 2018 ini, Pemerintah Kabupaten Badung pun akan meningkatkan target kunjungan wisatawannya. Dispar menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara tujuh juta jiwa pada tahun 2018 ini.

Jumlah ini meningkat signifikan dari target tahun lalu, sebesar 5,8 juta jiwa. Guna mencapai target, Dispar akan melakukan promosi ke sejumlah negara. “Kami menargetkan kunjungan wisman tujuh juta pada 2018 ini,” ungkapnya.

Kedatangan Presiden RI, Joko Widodo ke Pulau Dewata, Jumat (22/12/2017) lalu juga sempat membawa angin segar bagi pariwisata Bali. Bahkan, kedatangan Presiden RI ke-7 tersebut berhasil mendongkrak kunjungan wisatawan hingga 12 ribu. Pasalnya, Presiden Jokowi sempat ikut mempromosikan pariwisata, dengan menyatakan Bali secara umum tetap aman di tengah erupsi Gunung Agung.


Saat itu, mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut bahkan sempat membuat vlog di Pantai Kuta dan menyatakan Bali aman. Di belakangnya terlihat wisatawan yang berjubel. “Dengan kedatangan Pak Presiden kemarin, kan Bapak Presiden menyampaikan Bali aman, dan itu sudah diviralkan di vlog Pak Presiden Jokowi juga. Nah, ternyata lompatannya, hingga 12 ribu wisman mendarat,” ungkap Made Badra.


Dikatakannya, jumlah kedatangan wisman naik signifikan, setelah sempat terpuruk sebelumnya akibat dampak erupsi Gunung Agung di Karangasem. Pun jumlah 12 ribu tersebut, kata dia belum termasuk wisatawan dari Tiongkok. “Itu kan jauh signifikan. Itu non China, 12 ribu kami tangani setiap hari,” jelasnya.


Sebelumnya, kata dia, pihaknya sempat menghadap ke Menteri Pariwisata RI pada Rabu (20/12) terkait pemulihan pariwisata Bali. Saat itu, Menteri Pariwisata merespon. Bahkan dua hari kemudian, Presiden Jokowi langsung turun ke Bali guna memastikan Bali dalam keadaan aman untuk dikunjungi wisatawan.


Mantan Kadis Perikanan dan Kelautan tersebut pun mengimbau agar industri pariwisata memberikan pelayanan maksimal kepada para wisatawan. Termasuk kepada seluruh masyarakat Badung, dimohon agar mendukung kondusivitas. “Intinya kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Badung, khususnya pengelola industri pariwisata. Mari berikan pelayanan terbaik pagi wisatawan,” tandasnya.(put)