JA Teline V - шаблон joomla Форекс

Badung Jadi Role Model Kerukunan Umat Beragama

BADUNG
Typography

MANGUPURA-fajarbali.com | Menteri Agama (Menag) Republik Indonesia H. Lukman Hakim Saifuddin mengunjungi Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung di Mangupura, sekaligus membuka Forum Kelitbangan Kabupaten Badung, Senin (19/2/2018) di Ruang Rapat Kertha Gosana Puspem Badung.

Kehadiran Menteri Agama Republik Indonesia H. Lukman Hakim Saifuddin disambut Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, Ketua DPRD Badung Putu Parwata, Dirjen Bimas Hindu Kementrian Agama Prof. I Ketut Widnya, Forkompinda Kab. Badung, Rektor Universitas Udayana, Rektor IHDN Denpasar Prof. IGN Sudiana, Ketua FKUB Prov. Bali, Sekda Badung Wayan Adi Arnawa, Pelindung FKUB Kab. Badung AA Gde Agung, Ketua FKUB Kab. Badung Kompyang R. Swandika, Pimpinan Majelis Agama Kab. Badung (PHDI, MUI, Walubi, MPAG, Keuskupan, MAKIN), Organisasi Kewanitaan Kab. Badung, Ka. Kanwil Kementrian Prov. Bali, Ka. Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Kementerian Agama, Kepala Balitbang Prov. Bali, OPD di lingkungan Pemkab. Badung, Majelis Pertimbangan dan Tim Kelitbangan Pemkab. Badung, Perbekel/Lurah se-Kab. Badung, Bendesa Adat se Kab. Badung, Pengurus FKUB Kab. Badung dan Peserta Forum Kelitbangan di Ruang Rapat Kertha Gosana Puspem Kab. Badung.

 

Pada kesempatan itu Menteri Agama RI, H. Lukman Hakim Saifuddin bersama Bupati Giri Prasta menandatangani MoU tentang Peningkatan Kualitas Kehidupan Beragama.

 

Menteri Agama H. Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan, rasa bersyukur bahwa Kabupaten Badung menginisiasi adanya forum kelitbangan. Badung telah menjalankan fungsi penelitian pengembangan dalam rangka memajukan masyarakat dalam aspek yang sangat luas. Baik dalam bidang ekonomi, budaya termasuk didalam kehidupan beragama.

Menag Lukman Hakim menyambut, baik dan mendukung sepenuhnya keragaman yang telah tercipta sebagaimana dengan tema “Menciptakan kerukunan di tengah-tengah multicultural yang sangat beragam”.

"Sebagai masyarakat yang agamais, itu harus senantiasa kita jaga, peliharan dan rawat dengan sebaik-baiknya,” kata Lukman Hakim.

Sebagai Menteri, ia telah banyak mendengar dan menerima informasi akan kerukunan umat bergama di Kabupaten Badung. Bahkan saking mengapresiasi  hal tersebut, ia mengaku ingin menjadi warga Kabupaten Badung. “Mendengar itu semua, saya ingin mendaftar sebagai warga Kabupaten Badung. Betapa nikmatnya menjadi warga Kabupaten Badung,” katanya.

Kebijakan Pemkab Badung yang dipimpin Bupati Nyoman Giri Prasta, akan dijadikan role model untuk diterapkan diseluruh kabupaten di Indoensia. “Mudah-mudahan ini bisa dilanjutkan dengan program-program lainnya dimasa yang akan datang,” harapnya.

Pada kesempatan ini Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menyampaikan apresiasi yang setulus-tulusnya kepada Menteri Agama yang berkenan hadir di Kabupaten Badung. Dikatakannya, Pemerintah Kabupaten Badung akan senantiasa terus berupaya untuk menjaga dan merawat keberagaman umat bergama di Kabupaten Badung. Hal itu dilakukan sebagaimana yang diamanatkan dalam Pancasila dalam sila ke lima Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.  

“Artinya semua Insan sama dapat dan sama rasa,” tegas Bupati Badung Nyoman Giri Prasta.

Bupati juga menyampaikan, lima program prioritas yang tertuang dalam Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana (PPNSB) dapat dikmati secara penuh oleh masyarakat Badung. Lima program prioritas tersebut meliputi : Bidang sandang, pangan dan papan, Kesehatan dan Pendidikan, Jaminan Sosial dan Ketenagakerjaan, Seni, Adat, Agama dan Budaya dan Pariwisata.

Kepala Balitbang Badung I Wayan Suambara dalam sambutannya melaporkan, Forum kelitbangan kali ini adalah merupakan pelaksanaan yang ke-2 sejak tahun 2016 yang lalu. Forum kelitbangan merupakan wahana bagi badan litbang untuk melaksanakan fungsi kelitbangan yang didalamnya meliputi kegiatan penelitian pengkajian pengembangan perekayasaan penerapan pengoprasian dan evaluasi kebijakan.

Pada Kesempatan ini Balitbang akan melaksanakan 20 kegiatan kelitbangan, diluar kegiatan insidentil yang ditugaskan oleh pimpinan. Dari sejumlah kegiatan tersebut maka isu strategis yang diangkat adalah “kerukunan hidup umat beragama di Kabupaten Badung” atas pertimbangan adanya indikasi gerakan radikalisme,ancaman terorisme, perlunya perkuatan rasa nasionalisme sebagai implementasi pengamanan nilai-nilai Pancasila, heteroginitas penduduk Kabupaten Badung dan diperlukannya suasana yang kondusif bagi Badung sebagai daerah tujuan wisata.(put)