JA Teline V - шаблон joomla Форекс

DENPASAR
Typography

BENOA-fajarbali.com |  Sebanyak 1.038 wisatawan asing dan domestik sudah tiba dengan selamat di Pelabuhan Benoa dengan menggunakan KM Binaiya, Kapal Bounty Cruise, Kapal KPLP I dan 2 serta Kapal Patagonia, Selasa (7/8/2018). Ribuan wisatawan ini dievakuasi pascagempa Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), dengan pengawalan ratusan personel gabungan dari Polri, Pelindo, Pelni, Tim SAR dan TNI-AL.

Dari data yang dihimpun, kapal kapal pengangkut wisatawan asing dan domestic ini tiba secara bertahap. Pada lalu, Senin (6/8) sekitar pukul 23.20 Wita, Kapal Binaiya yang mengangkut 86 orang berlabuh di dermaga timur Pelabuhan Benoa. Disusul Kapal Bounty Cruise dengan membawa penumpang sebanyak 541 orang wisatawan tiba di Dermaga Bounty di kawasan Pelabuhan Benoa sekitar pukul 01.15 Wita.

Lanjut, tiga kapal yang membawa korban gempa kembali bersandar di Pelabuhan Benoa, Selasa (7/8) Kapal KPLP I membawa 79 orang, Kapal KPLP 2 mengangkut 189 orang dan Kapal Patagonia membawa 143 orang wisatawan.

Hingga Selasa (7/8) sore tepatnya sekitar pukul 17.00 Wita, akan tiba Kapal Patagonia Xpress berkapasitas 190 penumpang mengangkut wisatawan yang tinggal di pulau-pulau kecil di wilayah NTB.

Sedangkan Kapal Bounty Cruise berkapasitas 500 penumpang juga disiagakan, masih menunggu list penumpang yang akan diangkut dari Lombok. Apabila jumlah penumpang dibawah 100 akan diangkut dengan Kapal Patagonia.

Kapolresta Denpasar, Kombes Pol. Hadi Purnomo, S.H., M.H. langsung turun ke lapangan memimpin kegiatan evakuasi. Bahkan, perwira melati tiga di pundak ini ikut membantu para wisatawan ketika turun dari kapal.

“Tugas ini adalah kegiatan kemanusian untuk membantu dan mengarahkan korban gempa yang terjadi di Lombok, baik WNA maupun WNI,” kata Kombes Pol. Hadi Purnomo, S.H., M.H., Selasa (7/8).

 Selain itu, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan pihak PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia) Bali. Keterlibatan seluruh stakeholder atau instansi dalam evakuasi ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap para korban gempa berkekuatan 7,0 SR yang terjadi pada Minggu (5/8) lalu.

“Hasil koordinasi dengan PHRI, kita menyiapkan kendaraan ambulance dan bus untuk nantinya bisa mengantar para korban menuju hotel tempat mereka menginap dan mendapat perawatan medis apabila ada korban luka,” terang mantan Kapolres Gianyar ini. (hen)