JA Teline V - шаблон joomla Форекс

Waspadai Diabetic Foot Pada Penderita Kencing Manis

KESEHATAN
Typography

Jika Anda seorang penderita kencing manis atau diabetes mellitus maka Anda harus memperhatikan kesehatan kaki Anda. Seorang penderita kencing manis yang memiliki gula darah tidak terkontrol akan mendapatkan komplikasi yang lebih besar.

Dari sekian banyak komplikasi penyakit kencing manis, salah satu yang perlu diperhatikan adalah kakinya. Kenapa kaki? Karena seorang penderita kencing manis mengalami penurunan sensitivitas saraf tepi pada kaki dan penurunan aliran darah. Hal ini diakibatkan penyumbatan pembuluh darah oleh lemak sehingga oksigen dan nutrisi yang penting tidak bisa dikirimkan menuju kaki. Masalah kecil pada kaki bisa merupakan awal untuk bencana besar, seperti amputasi.

Diabetic foot atau kaki diabetes adalah segala kondisi pada kaki yang diakibatkan langsung dari kencing manis kronis. Diabetic foot dikarakteristikkan dengan berbagai kondisi seperti luka, infeksi, dan kerusakan saraf tepi pada kaki. Sekitar 6% penderita kencing manis mengalami diabetic foot. Dan hampir 1,5% dari kejadian diabetic foot memerlukan tindakan amputasi. Kondisi seperti ini dapat mempengaruhi kualitas hidup dan mempengaruhi kehidupan sosialnya. Sebagian besar kasus amputasi berawal dari luka kecil dan dapat dicegah dengan penanganan luka yang baik.

Seorang penderita kencing manis yang telah mengalami kerusakan saraf tepi pada kaki maka kakinya merasa kebal dan tidak menyadari adanya luka. Terkadang luka juga bukan diakibatkan dari goresan atau akibat tertusuk benda asing tetapi muncul sendiri akibat perubahan kondisi otot dan kulit dari penderita kencing manis. Perubahan kondisi otot dan kulit mengakibatkan perubahan tumpuan pada kaki sehingga terjadi penekanan yang berlebihan pada telapak kaki saat berjalan dan lama-kelamaan menimbulkan luka.

Diabetic foot juga dapat terjadi akibat kelalaian diri sendiri. Seringkali kita mendengar beberapa terapi alternatif dengan menggunakan alat penghangat untuk mengurangi kesemutan dan rasa kebal pada kaki. Namun sayangnya karena kencing manis, kakinya tidak bisa merasakan nyeri ataupun panas berlebihan, sehingga penderita tidak tahu kakinya sudah terbakar dan melepuh.

Proses penyembuhan luka pada kaki lebih lama dibandingkan orang normal dan mudah terserang infeksi dikarenakan gangguan aliran darah. Luka kecil pada kaki seringkali diabaikan dan penderita juga tidak merasakan nyeri. Ditambah dengan kadar gula tidak terkontrol memperparah kondisi diabetic foot. Luka kecil di kaki lama tidak sembuh kemudian bernanah dan menimbulkan bau tidak sedap khas diabetic foot.

Luka yang diabaikan dan tidak dirawat dengan benar akan mengakibatkan komplikasi selanjutnya. Infeksi tidak hanya menyerang kulit, tetapi juga menyerang otot bahkan tulang. Dalam kondisi seperti ini tulang akan hancur sedikit demi sedikit diakibatkan infeksi yang berat. Kemudian berlanjut dengan kematian jaringan, atau dikenal dengan sebutan nekrosis, sehingga luka pada kaki tampak menghitam. Satu-satunya terapi yang dapat dilakukan adalah dengan pembedahan, yaitu amputasi. Bila pembedahan tidak dilakukan infeksi dapat menyebar ke area yang lebih luas bahkan ke seluruh tubuh sehingga berbahaya bagi penderita itu sendiri.

Amputasi merupakan pilihan akhir bagi penderita diabetic foot dan ahli kesehatan selalu berusaha menghindari tindakan tersebut sebisa mungkin. Karena tidak hanya memakan biaya yang cukup besar, namun juga berpengaruh terhadap penderita setelahnya. Katakanlah proses amputasi berjalan lancar dan penyembuhan berjalan baik dengan kadar gula darah terkontrol. Namun, tentu ada efek psikologis dan sosial pada penderita, tidak ada orang yang mau diamputasi. Penderita tersebut akan menjadi cacat dan mungkin akan berakibat tidak seimbang saat berjalan, sehingga tumpuan akan beralih ke kaki satunya. Dan tidak menutup kemungkinan akan terjadi masalah baru lagi pada kaki satunya. 

Sebelum semua itu terjadi ada baiknya kita mencegahnya sejak dini. Pada penderita kencing manis agar memperhatikan kesehatan kakinya dan tentu saja mengendalikan kadar gula darahnya. Adapun beberapa tips pencegahan bagi penderita kencing manis seperti selalu menggunakan alas kaki yang nyaman. Selain untuk melindungi kaki dari pengaruh luar, juga perlu diperhatikan pemilihan alas kakinya. Jangan sampai alas kaki yang keras justru akan melukai kaki itu sendiri.

Selalu periksa kedua kaki setiap hari apakah ada luka, bisul, atau adakah perubahan warna kulit. Kebersihan kuku juga harus dijaga, dipotong secara rutin agar tidak ada bagian yang runcing karena bisa melukai. Bila telah terjadi luka maka harus dirawat luka tersebut dengan benar dan selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan, karena mungkin diperlukan obat-obatan tambahan seperti antibiotik untuk mencegah terjadinya infeksi. Penanganan yang tepat dapat mengurangi resiko amputasi dan akan meningkatkan kualitas hidup penderita. Salam sehat.**

Penulis : dr. I Ketut Heru Suryanegara