JA Teline V - шаблон joomla Форекс

Asian Games 2018, Danone-AQUA Wujudkan #KontingenKebaikan

OLAHRAGA
Typography

JAKARTA-fajarbali.com | Menyongsong perhelatan olahraga internasional Asian Games 2018, Danone-AQUA, sebagai sponsor resmi hidrasi Asian Games 2018, berkesempatan untuk berpartisipasi di dalam Pawai Obor Asian Games 2018 di lima kota: Yogyakarta, Bali, Palembang, Bogor dan Jakarta.

Kesempatan ini digunakan oleh Danone-AQUA untuk menghadirkan dua mantan atlet yang mengabdikan diri untuk memajukan olahraga yang digelutinya, mewakilli Danone-AQUA sebagai Pembawa Obor (Torch Bearer) di Bali dan Palembang.

 

Syahputra (36) pembawa obor di Palembang

 

 

Hal ini merupakan salah satu perwujudan #KONTINGENKEBAIKAN dalam rangka Asian Games 2018 yang dilakukan Danone-AQUA untuk mengapresiasi orang-orang yang dianggap berjasa bagi para atlet.

Seperti yang telah dicanangkan dalam peluncuran #KontingenKebaikan pada bulan Juli lalu, Danone-AQUA hadir tidak saja sebagai sponsor resmi hidrasi, namun juga menjadi sponsor resmi kebaikan Asian Games 2018.

Menurut Jeffri Ricardo, Marketing Manager Danone-AQUA, sebagai sponsor resmi kebaikan, Danone-AQUA mengajak masyarakat Indonesia untuk mengharumkan nama bangsa melalui aksi kebaikan dan menjadi tuan rumah yang baik untuk Asian Games 2018 ini.

“Gotong royong, tolong menolong, ramah tamah dan tenggang rasa merupakan nilai-nilai warisan bangsa Indonesia yang harus ditebarkan selama Asian Games 2018 ini.  Melalui #KontingenKebaikan, kami memberikan inspirasi dan makna kebaikan bagi seluruh masyarakat, mulai dari kegiatan Pawai Obor hingga Asian Games 2018 selesai berlangsung.” katanya.

Danone-AQUA telah mendaulat dua putra daerah di Bali dan Palembang untuk mewakili perusahaan menjadi pembawa obor dalam Pawai Obor Asian Games 2018, dan mengangkat profil mereka sebagai bentuk apresiasi terhadap upaya dan pengabdian mereka di bidang olahraga yang ditekuni yakni petinju Daudy Bahari asal Bali dan pegulat Deni Syahputra, asal Palembang.

Petinju Daudy Bahari (34) menjadi pilihan Danone-AQUA untuk membawa obor Asian Games 2018 di Bali. Setelah melalui masa emasnya sebagai petinju profesional, bagi Daudy tinju tak hanya akan berhenti sampai di situ.  Sebelas tahun sebagai petinju profesional, Daudy telah mengukir sederet panjang prestasi dengan rekor 44 kali menang (16 KO), sekali seri, dan 4 kali kalah (2 KO), dari 49 kali pertarungannya.  Daudy adalah pemegang juara PABA (Asia-Pacific) welter junior sejak tahun 2003 hinga 2007. Ia juga juara WBO Asia tahun 2008-2009.

Sementara Deni Syahputra (36) untuk membawa obor di Palembang, atas dedikasinya dalam memajukan olahraga gulat di kota ini. “Saya memang dulunya senang bela diri karena itu saya belajar taekwondo, tapi untuk menjadi atlet taekwondo saya kesulitan karena badan saya kelewat besar,” tutur Deni menceritakan awal mulanya kenapa ia terjun ke gulat dan mencintainya hingga sekarang. Ketika usia SMP berat badan Deni sudah 70 kilogram, padahal tingginya hanya 160cm, maka ayahnya memasukkannya ke gulat. (rls/dj)