JA Teline V - шаблон joomla Форекс

Bali Tuan Rumah Indonesia Drone Racing World Cup

OLAHRAGA
Typography

DENPASAR-fajarbali.com | Bali akan mejadi tuan rumah kejuaraan internasional bertajuk Indonesia Drone Racing World Cup, yang direncanakan berlangsung selama tiga hari, 6-8 April 2018 yang direncanakan Garuda Wisnu Kencana (GWK).

"Ini kegiatan tahunan dari Federation Aeronatique Internationale (FAI) yang berbasis di Swiss," kata Sekum Aeromodelling PB FASI, Asha Wadya Saelan di Denpasar, Rabu (14/2/2018).

Menurutnya, tahun 2018 ini merupakan seri untuk yang ke tiga kalinya. Akan tetapi jika dilihat dari asia, Indonesia adalah tempat yang kedua setelah Korea Selatan tahun 2017. "Tapi di Asean, kita yang pertama dan ini pertama di Indonesia yang diselenggarakan di Bali," ujarnya.

Lebih lanjut menyampaikan, target yang mengikuti Kejuaraan ini sebanyak sembilan negara. Diantaranya Francis, Australia, Korea, China, Hongkong, Malaysia, Singapura, Thailand, serta negara lainnya. "Kita sudah dapat persetujuan dari FAI Januari kemarin. Dan saat ini, tim dari Jakarta sudah ada di Bali untuk berkoordinasi dengan Pengprov untuk membahas masalah venue dan produksi evennya," lanjutnya.

Asha mengungkapkan, kegiatan ini juga telah didukung oleh Bali Tourism Board, KONI, serta pihak lainnya. "Jadi tanggal 6 April kita lakukan latihan resmi, tanggal 8 April mulai balapan, dan 9 itu semifinal serta finalnya," ungkapnya seraya menambahkan, event ini ada tiga kategori, yakni Internasional, Junior Internasional umur dibawah 16 tahun, dan yang ketiga adalah liga nasional.

Sementara, Ketua Umum Pengprov Aeromodelling FASI Bali, IB Bayu Pramudya menambahkan, kegiatan ini dilaksankan oleh Aeromodelling PB FASI berkerjasama dan FASI Bali, sekaligus dalam rangka menyambut HUT TNI AU. "Kejuaraan internasional ini akan mendongkrak citra Bali sebagai destinasi wisata. Karena, melalui kompetisi ini hasil karyanya akan di unggah ke web mereka masing-masing," katanya.

IB Bayu menambahkan, melalui kegiatan ini pihaknya yakin citra Bali akan kembali normal pasca erupsi Gunung Agung. Menurutnya, ini akan mempercepat recovery Bali. Sehingga melalui kegiatan ini, wisatawan akan kembali ramai mengunjungi Bali. "Ini juga untuk memperkenalkan Sport Tourism," tegasnya. (Alt)