JA Teline V - шаблон joomla Форекс

PENDIDIKAN
Typography

DENPASAR-fajarbali.com | Disiplin dan fisik siswa-siswi SMKN 1 Denpasar tampak sudah mulai berubah, setelah mengikuti pelatihan di Paldam IX/Udayana.

Hal tersebut terlihat jelas saat mereka mengikuti apel penutupan pelatihan di lapangan Paldam IX/Udayana, Kepaon Denpasar, Sabtu sore (26/5/2018). Dimana sebelumnya, saat apel pembukaan pelatihan, Jumat pagi (25/5/2018) tiga siswa tumbang (pingsan).

“Pelatihan selama dua hari satu malam sangat kurang,” pengakuan ini terlontar dari siswa kelas XI RPL 2 SMKN 1 Denpasar Made Bagas Kembar, didampingi dua rekannya Ni Kadek Adinda Tasya Salsabiela kelas X RPL 1, dan Anggita Natiya Ardhiana kelas XI RPL 2, setelah mengikuti pelatihan disiplin dan pembentukan karakter selama dua hari (25-26/5), dalam rangka membangun generasi muda cerdas dan beretika, di Peralatan Kodam (Paldam) IX/Udayana di Kepaon, Denpasar.

“Seru, kerasa gimana rasanya jadi TNI, dan sebetulnya cita-cita saya jadi anggota TNI,” kata Bagas seraya mengakui, semua yang diajarkan anggota Paldam sangat berkesan, terutama saat mandi yang hanya dengan dua gayung air.

“Untuk makanan sih sama. Cuma disini kita lebih teratur,” ungkpanya dengan jelas.

Menariknya dalam masa pelatihan tersebut, seluruh handphone siswa di karantina. “Karena banyak kegiatan dan sangat seru, kita jadi enggak keinget sama handphone,” ujarnya.

Kepala Paldam IX/Udayana Kolonel Cpl. Tomi Mukti Widiastomo mengatakan, pelatihan ini untuk menciptakan generasi muda yang tangguh, berkualitas, berdisiplin, mau bekerja keras, dan berkarakter. Sehingga segala permasalahan yang akan dihadapinya bisa diatasi. 

Kapaldam saat menyerahkan hadiah bagi tiga kelompok terbaik

 

“Disini anak-anak kita latih dengan keadaan semua serba terbatas. Namun dengan keterbatasan tersebut, mereka bisa bersama-sama jiwakorsa, tidak ada rasa ego, dan disini mereka bisa menciptakan peluang untuk berkreatif,” jelas Kapaldam setelah menutup kegiatan pelatihan tersebut.

Pelatihan dengan waktu yang singkat ini, lanjut Kapaldam, diharapkan dapat berkesan dan tertanam dijiwanya sebagai pedoman dalam karirinya kedepannya nanti. “Ini merupakan kerjasama yang pertamakali buat kami, dan kedepannya kita akan evaluasi lagi agar waktunya lebih panjang lagi, sehingga bisa lebih dalam lagi,” kata Kapaldam seraya menyampaikan kesiapannya untuk mendidik generasi muda lainnya.

Sementara, Kepala SMKN 1 Denpasar I Ketut Suparsa, ST., MT mengatakan, ketertarikannya melakukan kerjasama dengan Paldam sendiri, setelah melihat siswanya dari hasil melakukan praktek kerja lapanagan (PKL) di Paldam IX Udayana.

“Anak-anak yang kita kirim untuk PKL disini, mereka semuanya lebih percaya diri. Bahkan, mereka mau menjadi petugas upacara yang biasanya sangat sulit disuruh, malah sekarang berebut,” ungkpanya.

Dalam kesempatan tersebut, Suparsa mengungkapkan alasan dipilihnya Paldam sebagai pendidik dalam pelatihan kedisiplinan dan pembentukan karakter bagi siswanya. Yakni, Paldam memiliki standar di kemilteran (bukan militerisme), dan Paldam dengan SMKN 1 Denpasar memiliki sejarah.

“Itulah latar belakang kami memilih Paldam. Selain itu, hasil anak-anak yang praktek disini setelah pulang, mereka selain membawa ketrampilan, juga memiliki mental yang kuat,” sebutnya.

Pihaknya pun mengaku merasa sangat aman melakukan pelatihan disiplin dan pembentukan karakter di Paldam. Karena memiliki standar kemilteran.

“SMKN 1 Denpasar yang merupakan sekolah teknologi, disamping butuh kecerdasan, juga butuh fisik yang kuat,” ujarnya seraya berharap kerjasama ini berkelanjutan dan menjadi budaya disiplin bagi peserta didiknya maupun bagi sekolahnya.

“Dengan pelatihan ini, setelah mereka kembali ke sekolah, kami harapkan bisa ditularkan kepada teman-temannya dengan mental yang mereka miliki, sebagai virus-virus postiflah bagi teman-temannya,” tutup Suparsa.

Sebanyak 65 siswa-siswi yang terdiri dari 23 OSIS, 22 Pramuka, dan 20 PMR mengikuti pelatihan disiplin dan pembentukan karakter selama dua hari satu malam, di Paldam IX/Udayana, Kepaon, Denpasar. Dimana kegiatan yang pertamakali ini, bertujuan untuk  pembentukan karakter, jiwakorsa, solidaritas, kebersamaan, dan yang lainnya. (Alt)