JA Teline V - шаблон joomla Форекс

80 PT Sudah Daring, PT di Bali Diharapkan Mengikuti

PENDIDIKAN
Typography
DENPASAR-fajarbali.com | Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), beberapa waktu lalu mewacanakan bakal menata sistem kuliah di perguruan tinggi (PT). Menristekdikti Mohammad Nasir mendorong seluruh PT menerapkan perkuliahan nontatap muka atau Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) sebagai penyesuaian menghadapi revolusi industri 4.0. Kabarnya, sebanyak 80 PT sudah menerapkan PJJ itu.
Terkait itu, di Bali, pemerintah melalui Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah VIII Bali, NTB, NTT menyatakan bakal mendorong perguruan tinggi, utamanya PT swasta ikut bersaing mengadakan kuliah dalam jaringan (Daring) atau "online". Dengan kuliah Daring, seluruh proses pendidikan diyakini dapat berjalan efisien.
 
“Itu (PJJ) dimaksudkan agar pendidikan lebih efektif, sehingga tidak selalu membutuhkan gedung-gedung besar, tidak selalu butuh laboratorium besar, tapi mereka bisa 'sharing' melalui Daring itu. Walaupun tetap ada sisi-sisi konvensional yang mesti berjalan,” tegas Koordinator Kopertis Wilayah VIII, Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, saat menghadiri seminar nasional IKIP PGRI Bali, belum lama ini.
 
Dasi Astawa menambahkan, PJJ dapat menyedot masyarakat lebih luas untuk bisa kuliah, dengan kata lain, sistem kuliah bisa dilakukan di mana saja, oleh kalangan apa saja, tanpa perlu bertatap muka. Dengan begitu, biaya pendidikan pun bisa ditekan hingga 50 persen.
 
“Paling tidak, jangkauan jadi lebih luas, keterlibatan mahasiswa menjadi lebih luas, karena melalui Daring, contohnya UT (Universitas Terbuka) itu. Kita harapkan seluruh perguruan tinggi dengan kemajuan teknologi, revolusi industri 4.0 ini benar-benar mengadaptasikan dirinya terhadap kemajuan teknologi, sehingga IPTEK yang dikuasai benar-benar bermanfaat bagi individu maupun kepentingan bangsa,”  kata Dasi seraya mengatakan bahwa STIKOM Bali dalam waktu dekat bakal meluncurkan sistem perkuliahan Daring tersebut.
 
Selain itu, perguruan lain di Bali juga mulai menyiapkan sistem PJJ, sehingga pada tahun ajaran baru Agustus mendatang, PJJ diharapkan dapat berjalan baik.
 
Ada beberapa faktor menurut Dasi yang memengaruhi keberhasilan penerapan kuliah Daring, yakni tersedianya dana, orang, dan alat (DOA). “Jadi kalau DOA-nya kecil ya gak bisa. Karena ini kan memerlukan "high speed". Speed-nya juga harus bagus. Gak bisa hanya omong-omongan saja,” tandas Dasi Astawa.
 
Ditemui terpisah, Ketua STIKOM Bali, Dr. Dadang Hermawan mengakui telah merancang kuliah Daring. Bahkan PJJ sudah diterapkan jauh sebelum Menristekdikti mewacanakan PJJ. “Kami sudah terapkan PJJ itu, paling sekitar 20 persen dari 14 kali pertemuan. Dari 14 kali pertemuan itu, dua sampai empat kali pertemuan, kami sudah menerapkan kuliah Daring,” ungkapnya.
 
Menurut Dadang, antisipasi pemerintah menghadapi revolusi industri 4.0 itu telat. Namun Dadang mengerti keterlambatan kebijakan pemerintah mendorong PT untuk Daring lebih pada persoalan legalitas PT itu.
 
“Apalagi disinyalir, dulu-dulu kuliah jarak jauh, ada perguruan tinggi melakukan kuliah Daring dianggap bodong. Tidak pernah tatap muka, tahu-tahu lulus. Tapi zaman sekarang dengan begitu masifnya internet, tentang digitalisasi, mau tidak mau ya harus ikut (PJJ),” tuturnya bersemangat.
 
Ia menyatakan, seluruh program studi dan mata kuliah di STIKOM Bali menawarkan model e-learning. “Kami menyebutnya Blanded Learning.  Ada perpaduan antara e-learning dengan konvensional. Tidak semua proses pendidikan diterapkan nontatap muka. Ada beberapa yang perlu interaksi, contohnya praktik, ujian, karena proses pendidikan tak lepas peranannya dengan keterlibatan seluruh mahasiswa atau interaksi secara langsung mahasiswa dengan dosen,” pungkas Dadang. (eka)