JA Teline V - шаблон joomla Форекс

Beasiswa Miskin Masih Sangat Diperlukan

PENDIDIKAN
Typography

DENPASAR-fajarbali.com|Program Bali Mandara bidang pendidikan khusus untuk masyarakat miskin di antaranya adalah pemberian beasiswa miskin, beasiswa Bidikmisi dan pembangunan SMA / SMK Bali Mandara, serta pemberian bantuan sosial (bansos) hibah.

Kepala Bidang SMA Dinas Pendidikan Provinsi Bali, Komang Mertadana menjelaskan, Minggu (26/8/2018) di Podium Bali bebas Bicara Apa Saja (PB3AS), beasiswa miskin bertujuan untuk membantu masyarakat miskin agar bisa menyekolahkan anak didiknya.

Sejak Bali Mandara Jilid pertama sudah digelontorkan beasiswa miskin untuk Sekolah Dasar (SD) Rp 620 ribu persiswa pertahun, Sekolah Menengah Pertama (SMP) Rp 890 ribu persiswa pertahun, untuk Sekolah Menengah Atas (SMA) Rp 2 juta persiswa pertahun, dan untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) diberikan Rp. 3,2 juta persiswa pertahun. Beasiswa tersebut kata Komang Mertadana digelontorkan hingga Bali Mandara Jilid kedua.

Beasiswa Bidikmisi diberikan kepada anak-anak tamatan SMP yang tidak mampu dari faktor financial untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi. Mereka akan disekolahkan di SMK Negeri. Di Denpasar katanya, terdapat 50 orang siswa yang dibantu beasiswa Bidikmisi dengan besaran Rp. 22 juta persiswa pertahun. “Mereka dibantu uang kostnya, uang SPPnya, semuanya dibantu hingga mereka tamat SMK,” ujar Mertadana. Sementara untuk kabupaten/kota dijatah 10 orang siswa per kabupaten / kota.  

Sementara program SMA / SMK Bali Mandara jelas Mertadana,  merupakan sekolah berasrama yang diperuntukkan bagi anak-anak sangat miskin. Para siswa akan ditanggung secara gratis mulai dari SPPnya, uang sekolah, pakaian dan semuanya oleh pemerintah provinsi Bali.

Selama sepuluh tahun program program Bali Mandara bidang pendidikan dijalankan, dirinya menjelaskan terdapat beberapa capaian, diantaranya Angka Partisipasi Kasar (APK). Untuk APK SD yang sebelumnya 111 persen menjadi 107,99 persen, di SMP 105 persen menjadi 113,52 persen, dan untuk jenjang pendidikan menengah dari awalnya 97 persen menjadi 104,52 persen.

Di samping APK, yang menjadi ukuran pencapaian program Bali Mandara katanya adalah angka putus sekolah. Untuk SD angka putus sekolah yang sebelumnya 414 orang menjadi 25 orang, untuk SMP yang sebelumnya 318 menjadi 78 orang, dan jenjang pendidikan menengah dari sebelumnya 739 menjadi 38 orang.

Oleh karena ia berharap, beasiswa miskin sangat membantu masyarakat yang kurang mampu, sehingga kedepannya program tersebut harus terus dilanjutkan karena pendidikan merupakan kebutuhan dasar setiap warga negara  Indonesia.

Di akhir orasinya, mertdana menyampaikan, dalam kepemimpin Koster–Ace nanti, program tersebut akan dlanjutkan menjadi lebih besar lagi sesuai dengan visi-misinya menjadi program wajib belajar (Wajar) 12 tahun gratis. (dj)