JA Teline V - шаблон joomla Форекс

POLITIK
Typography

DENPASAR-fajarbali.com | KPU Provinsi Bali akhirnya menetapkan Pasangan Wayan Koster-Tjokorda Oka Artha Ardha Sukawati (KBS-Ace) sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Bali terpilih. Penetapan tersebut berlangsung di Gedung Wiswa Sabha Kantor Gubernur Bali, Selasa (24/7/2018).

Ketua KPU Provinsi Bali Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi mengatakan, penetapan Pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali terpilih memang mendadak. Hal ini dikarenakan adanya surat dari Mahkamah Konsitusi (MK). Dimana, MK telah menerbitkan BRPK (Berita Registrasi Perkara Konsititusi) pada tanggal 23 Juli yang lalu. Sesuai dengan Pasal 52 Ayat 5, harus segera melantik Pasangan Calon yang memenangkan Pilkada.

“Sedangkan berdasarkan Pasal 52 Ayat 5, KPU Provinsi yang tidak ada sengketa perselisihan hasil, menetapkan Pasangan Calon terpilih paling lambat satu hari setelah dari MK diterima,” terang Raka Sandi.

Begitu menerima surat dari MK tersebut, KPU Provinsi Bali langsung berkoordinasi dan menyiapkan acara penetapan. “Astungkara, tadi malam surat kami terima, kami langsung memberikan undangan dalam bentuk melalui media sosial dan draft-nya kami susulkan. Begitulah situasinya,” terangnya.

Tak hanya itu, Raka Sandi juga berpamitan kepada semua pihak. Pasalnya, masa jabatan Raka Sandi sebagai Ketua KPU Provinsi Bali akan berakhir. “Sepuluh tahun saya dijajaran (KPU Provinsi Bali), dan ini hari terakhir saya sebagai Ketua KPU Provinsi Bali. Saya ucapkan selamat kepada masyarakat Bali, karena sudah berjalan dengan kondusif,” tutur dia.

Sementara itu, usai ditetapkan sebagai Pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali Terpilih, KBS-Ace langsung menggelar konferensi pers di Rumah Transisi. Dimana, Rumah Transisi tersebut merupakan Rumah Jabatan Ketua DPRD Bali.  Tak hanya itu, Gubernur juga memperbolehkan KBS-Ace untuk berkoordinasi dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Dewa Made Indra dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menyusun program guna mewujudkan visi misi.

“Saya sudah berkoordinasi dengan Gubernur Bali. Saya diberikan tempat ini (Rumah Jabatan Ketua DPRD Bali) sebagai Kantor Tim Transisi. Kami juga sudah diberikan kesempatan untuk berkoordinasi dengan OPD,” pungkasnya. (her)