JA Teline V - шаблон joomla Форекс

POLITIK
Typography

MANGUPURA-fajarbali.com | Kehadiran tokoh masyarakat Sading disambut langsung Anggota DPRD Badung (Komisi III) I Nyoman Satria, S.Sos, M.Si, yang merupakan wakil rakyat Dapil Mengwi.

Dalam kunjungan, rombongan yang dipimpin Jero Bendesa Desa Adat Sading, I Ketut Sudiarsa, SH menyampaikan beberapa aspirasi yakni usulan agar Desa Adat Sading memiliki Bumda (Badan Usaha  Milik Desa Adat), berupa pasar tradisional disamping beberapa usulan lainnya yakni keinginan masyarakat untuk memindahkan lokasi SD 2 Sading yang kini lokasinya dinilai tidak representatif, serta persoalan infrastruktur jalan dan aspirasi terkait keinginan masyarakat adat untuk mengajukan proposal untuk meminta beberapa bantuan dana. Prajuru Desa Adat  bersama empat Kepala Lingkungan dan Kelian Adat se-Desa Adat Sading  mendatangi rumah aspirasi masyarakat, Gedung DPRD Kabupaten Badung, Rabu, (25/7/2018).

 

 

Nyoman Satria sebagi wakil rakyat menyambut kehadiran tokoh masyarakat Sading, seluruh aspirasi dan usul saran tidak hanya didengar namun dicatat dan siap untuk diperjuangkan. Dari beberapa usul saran yang disampaikan, diawali dengan adanya keinginan masyarakat Adat Desa Sading untuk memiliki Bumda. Salah satunya akan diwujudkan dengan membangun pasar tradisional yang disampaikan bersamaan dengan adanya usulan alternatif dengan memamfaatkan lahan SD 2 Sading. Sementara lokasi sekolah dipindahkan ke tanah negara yang lokasinya lebih representatif untuk menunjung kegiatan belajar mengajar agar berjalan lebih baik. "Apa yang kami sampaikan hanya usul saran. Kami ingin membangun pasar, kemungkinan bisa memamfaatkan lahan SD 2 Sading. Keberadaan sekolah kurang representatif berada di pinggir jalan dan lokasinya miring," ucap Jero Bendesa Desa Adat Sading, I Ketut Sudiarsa, SH.

 

 

Aspirasi lainnya yakni terkait keberadaan jembatan yang menghubungkan antara Sempidi dengan Sading yang dinilai terlaku menanjak. Mereka menginginkan agar tikungan ditinjau kembali sehingga lebih lurus dan datar yang selama ini kondisinya sangat curam bahkan di akhir tanjakan di bagian timur berada di depan pintu masuk sekolah. Selanjutnya aspirasi berupa rencana pengajuan proposal untuk finising bangunan balai banjar yang sebelumnya telah mendapatkan bantuan untuk struktur balai banjar. Begitu pula dengan usulan agar pura-pura yang belum mendapatkan bantuan dana baik melalui dana hibah maupun dana lainnya agar bisa dijembatani. Selanjutnya terkait rencana pelaksanaan Nyekah Massal yang akan dilaksanakan Krama Desa Adat Sading yang juga telah diketahui Bupati Badung agar bisa difasilitasi Nyoman Satria melalui bantuan dana hibah yang nilainya sekitar Rp 500 hingga 700 juta karena akan diikuti banyak sawa.

"Bapak Bupati Badung sudah menyanggupi dan kami juga sudah siap memfasilitasi. Mereka berencana melaksanakannya di tahun 2020, tapi kalau di tahun 2019 akhir mereka sudah siap kami juga siap untuk memfasilitasi apalagi tahun depan astungkara kami terpilih lagi," jelas Nyoman Satria.

 

 

Dalam kesempatan tersebut Nyoman Satria juga menjelaskan akan terus membantu pura-pura umum dan pura manca yang sudah tercatat di Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung untuk mendapatkan dana aci. Secara total dalam waktu dekat juga akan dibantu agar pura yang tercatat dan memenuhi syarat untuk dicatat dapat diberikan dana aci termasuk yang akan diperjuangkan pada APBD perubahan tahun 2018. Dari sekian banyak aspirasi yang disampaikan usulan yang paling besar berupa rencana renovasi Wantilan Desa Adat Sading yang saat ini keberadaannya kurang representatif karena berada tepat di pinggir jalan utama.

"Dari beberapa usul saran tersebut sepertinya banyak yang bisa kami bantu. Terakhir bantuan yang signifikan dimohonkan adalah Wantilan Desa Adat Sading," jelasnya seraya memaparkan pihaknya telah memfasilitasi bantuan untuk masyarakat Desa Adat Sading hampir sekitar 200 proposal sejak tahun 2016 termasuk membangun SMP 5 Sading. Bantuan diberikan secara menyeluruh di 13 banjar adat dan 8 banjar dinas. (kdk)