JA Teline V - шаблон joomla Форекс

Parpol Diminta Tidak Sebar Hoax

POLITIK
Typography

DENPASAR-fajarbali.com | Untuk membangun situasi keamanan yang kondusif dalam proses pemilihan calon anggota legislatif dan calon presiden tahun 2019, Direktorat Intelkam Polda Bali melakukan silaturahmi bersama pengurus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Provinsi Bali.

Pertemuan yang digelar di Rumah Makan Wong Solo ini dihadiri Kepala Dir Intelkam Polda Bali Kombes Pol Akhmad Jamal Yuliarto beserta jajaran dan Ketua DPW PSI Bali I Nengah Yasa Adi Susanto beserta perwakilan DPD PSI se-Bali.

“Pertemuan ini dimaksud untuk menyamakan langkah dalam menciptakan suasana yang kondusif pada masa Kampanye yang akan dimulai tanggal 23 September 2018 ini,” ungkap Akhmad Jamal Yuliarto, Kamis (6/9/2018).

Pihaknya menghimbau agar peserta pemilu khususnya PSI tidak melakukan black campaign dengan menebar isu hoax dan sara. Ini dilakukan agar masyarakat tidak saling melontarkan ujaran kebencian sehingga tidak terjadi perpecahan dan perselisihan antar masyarakat. Ia menyampaikan, hendaknya peserta pemilu meskipun saling bersaing tetap dapat menjaga keutuhan Negara Keatuan Republik Indoneisa.

“Jika kita melakukan pertemuan dan silaturrahi seperti ini, lebih enak dan nyaman menyampaikan ajakan untuk menjaga keutuhan NKRI ini dalam suasana kekeluargaan. Sekaligus kita bisa saling mengenal satu sama lain,” imbuhnya.

Sementara itu Ketua DPW PSI Bali, I Nengah Yasa Adi Susanto menyebutkan bahwa sebagai partai anak muda dengan DNA anti korupsi dan anti intoleransi sudah tentu akan mengedepankan keutuhan Bangsa dan Negara.

“Kami memiliki DNA menebar kebajikan, merawat keragaman, dan mengukuhkan soldiaritas. Ini sudah tentu bukan hanya slogan kami, tapi sudah kami sepakati bersama seluruh caleg dan pengurus untuk tidak melakukan kampanye negatif,” tegas Adi.

Anak muda dan masyarakat hari ini sangat dekat dengan media sosial, dimana berita hoax marak disebar, untuk itu PSI sendiri ikut meng-counter segala isu hoax dan menghimbau kadernya untuk melakukan chek dan re-chek sebelum menyebarkan informasi.

“Kadang kami ikut meluruskan beberapa informasi hoax, terutama mengenai Pak Jokowi yang merupakan Presiden yang kami dukung. Selain itu kami menghimbau relawan, kader dan caleg kami untuk tidak mengungkapkan ujaran kebencian yang dapat memecah belah persaudaraan,” pungkasnya. (her)