Indonesia Jadi Tuan Rumah Asian Taekwondo Open 2026 di Jakarta
FajarBali.co.id Indonesia menjadi tuan rumah Asian Taekwondo Indonesia Open 2026 yang digelar di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, pada 1-5 Agustus. Kejuaraan ini diikuti 478 taekwondoin dari 36 negara dan termasuk turnamen berstatus World Taekwondo G2, yang menjadi ajang pengumpulan poin ranking menuju Olimpiade 2028, dilansir dari Detik Sport.
Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) menargetkan tidak hanya menjadi tuan rumah yang baik, tetapi juga meraih prestasi. Kejuaraan ini menjadi momentum membangun ekosistem taekwondo nasional yang kompetitif dan berstandar internasional.
Ketua Umum PBTI, Letjen TNI Richard Tampubolon, menyampaikan pentingnya legacy yang dibangun untuk membuka kembali jalan menuju Olimpiade. Indonesia telah absen di lima edisi Olimpiade terakhir.
"Kalau berbicara target, tentu Indonesia harus naik podium. Namun yang sedang kami bangun jauh lebih besar karena prestasi tidak lahir dalam semalam. Prestasi lahir dari sistem yang kuat, kompetisi yang berkelanjutan, pembinaan yang terarah, dan keberanian mengukur kemampuan di level dunia," ujar Richard.
PBTI melakukan pembenahan sistem pelatnas dengan menerapkan pelatnas berjenjang yang melibatkan atlet senior dan muda sebagai regenerasi menuju siklus Olimpiade berikutnya. Penjaringan atlet juga dilakukan secara objektif melalui Ksatria Nusantara Series sebagai jalur seleksi nasional.
Richard menambahkan, "Legacy yang ingin kami tinggalkan bukan hanya medali. Legacy itu adalah sistem yang terus berjalan, yang mampu melahirkan juara-juara baru, bahkan ketika kepengurusan ini sudah selesai." PBTI juga menunjuk pelatih asal Iran untuk meningkatkan kualitas kepelatihan di disiplin kyorugi.
Indonesia Open 2026 menjadi implementasi visi tersebut. PBTI menurunkan 31 atlet pelatnas, terdiri dari 20 atlet kyorugi dan 11 atlet poomsae. Mereka menghadapi persaingan ketat dari atlet dunia sekaligus persiapan menuju Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dan Olimpiade Los Angeles 2028.
"LA 2028 memang menjadi target kami. Namun yang lebih penting adalah memastikan Indonesia memiliki sistem yang terus melahirkan atlet-atlet berprestasi. Karena pada akhirnya, itulah legacy yang sesungguhnya," kata Richard.
Sekretaris Jenderal PBTI sekaligus Ketua Panitia Indonesia Open, Rafael Siagian, menyatakan kesiapan penyelenggaraan sudah mencapai 98 persen dan memasuki tahap finalisasi. Dia mengajak masyarakat mendukung atlet di Tennis Indoor Senayan secara gratis.
Indonesia Open mempertandingkan poomsae pada 1-2 Agustus dan kategori kyorugi pada 3-5 Agustus dengan pembukaan pada 2 Agustus pagi.