Kurs Dolar AS di BCA, Mandiri, BRI, dan BNI Turun pada 25 Juli 2026

Smallest Font
Largest Font

FajarBali.co.id Kurs dolar Amerika Serikat (AS) di Bank Central Asia (BCA), Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), dan Bank Negara Indonesia (BNI) pada Sabtu, 25 Juli 2026, menunjukkan tren penurunan tipis dibandingkan hari sebelumnya. Data terbaru di Jakarta mencatat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS relatif stabil dengan sedikit koreksi di pasar valuta asing.

Kurs Beli dan Jual di BCA

Berdasarkan data Jumat, 24 Juli 2026, kurs beli dolar AS di BCA berkisar antara Rp 17.957 hingga Rp 17.968, sementara kurs jual berada di level Rp 17.977 sampai Rp 18.050. Pada 25 Juli 2026, terdapat penyesuaian minor yang membuat harga jual beli dolar di BCA sedikit menurun.

Kurs di Bank Mandiri, BRI, dan BNI

Bank Mandiri mencatat kurs beli dolar AS sekitar Rp 17.750 hingga Rp 17.960 dan kurs jual Rp 17.935 sampai Rp 18.050. Sedangkan BRI mematok harga beli di kisaran Rp 17.830 hingga Rp 17.912, dan jual antara Rp 17.949 hingga Rp 18.030. BNI mencatat harga beli dolar mulai Rp 17.690 hingga Rp 17.962 dan harga jual antara Rp 17.990 sampai Rp 18.150.

Konteks dan Penyebab Fluktuasi Kurs Rupiah

Nilai tukar rupiah yang mengalami sedikit pelemahan pada beberapa hari terakhir dipengaruhi oleh dinamika pasar global dan geopolitik yang memengaruhi permintaan dolar AS. Menurut laporan finansial.bisnis.com, perubahan nilai tukar ini dipengaruhi oleh fluktuasi di pasar spot exchange dan kebijakan moneter dari Bank Indonesia yang terus melakukan stabilisasi.

Sebelumnya, pada Oktober 2025, rupiah melemah hingga Rp 16.593 per dolar AS, namun hingga Juli 2026 telah terjadi beberapa penyesuaian yang mendekati level stabil saat ini. Selisih kurs jual dan beli di bank-bank besar pun menunjukkan margin yang relatif wajar, dengan BCA mencatat selisih sekitar Rp 1.077 atau 6,17%.

Perbandingan Kurs Jual Beli dan Dampaknya

Kurs jual beli dolar di BNI dan bank lain menunjukkan bahwa perbedaan harga tidak terlalu besar, mencerminkan kondisi pasar yang kompetitif dan terkendali. Hal ini berdampak pada aktivitas ekonomi, terutama bagi pelaku usaha dan nasabah yang melakukan transaksi valas.

BankKurs Beli (Rp)Kurs Jual (Rp)Selisih (Rp)Persentase Selisih (%)
BCA17.957 - 17.96817.977 - 18.0501.0776,17
Mandiri17.750 - 17.96017.935 - 18.0501.0055,74
BRI17.830 - 17.91217.949 - 18.0301.0415,96
BNI17.690 - 17.96217.990 - 18.1509705,54

Pengaruh Geopolitik dan Faktor Eksternal

Fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik dunia dan kondisi ekonomi global. Gejolak di pasar internasional membuat permintaan dolar meningkat, sehingga berdampak pada nilai tukar rupiah yang cenderung melemah. Namun, stabilitas yang dijaga oleh Bank Indonesia membantu menahan pelemahan yang terlalu signifikan.

"Stabilitas nilai tukar rupiah menjadi fokus kami agar tidak berdampak negatif pada perekonomian domestik," ujar seorang analis ekonomi dari lembaga riset pasar modal.

Selain itu, kenaikan harga emas yang cenderung naik saat rupiah melemah juga menjadi indikator penting dalam kondisi pasar saat ini. Investor biasanya beralih ke aset safe haven seperti emas ketika nilai tukar mata uang mengalami tekanan.

BCA, BRI, Bank Mandiri, dan BNI Siap Paparkan Kinerja Keuangan Semester I/2022 | Bisniscom
Informasi ini bukan saran investasi. Konsultasikan dengan penasihat keuangan.

Editors Team
Daisy Floren

Most viewed