Kurs Dolar AS di BCA, Mandiri, BRI, dan BNI Turun Pada 26 Juli 2026
FajarBali.co.id Nilai tukar dolar AS di Bank Central Asia (BCA), Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), dan Bank Negara Indonesia (BNI) mengalami penurunan pada hari Minggu, 26 Juli 2026, di tengah pelemahan rupiah yang dipengaruhi oleh kondisi pasar global dan kebijakan moneter internasional. Penurunan ini tercatat sejak perdagangan hari sebelumnya dan berdampak langsung pada transaksi valuta asing di empat bank besar tersebut.
Kurs Dolar di BCA
Per 26 Juli 2026, kurs jual dolar AS di BCA tercatat mengalami penurunan dibandingkan posisi 24 Juli 2026, di mana nilai tukar rupiah melemah sebesar 0,15% atau 27 poin menjadi Rp17.963 per dolar AS. Hal ini menunjukkan tren pelemahan yang moderat namun konsisten dalam beberapa hari terakhir.
Kurs Dolar di Bank Mandiri, BRI, dan BNI
Bank Mandiri, BRI, dan BNI juga mencatat penurunan nilai tukar dolar yang sejalan dengan BCA. Pada perdagangan 24 Juli 2026, kurs dolar di ketiga bank tersebut mulai dari Rp17.950 hingga Rp17.980 per dolar AS. Penurunan ini disebabkan oleh faktor eksternal yang memengaruhi pasar valuta asing secara umum.
Konteks Pelemahan Rupiah dan Pengaruh Global
Faktor Internal dan Eksternal
Pelemahan rupiah terhadap dolar AS pada periode ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah dan kebijakan moneter dari Federal Reserve Amerika Serikat yang masih mempertahankan suku bunga tinggi. Kondisi tersebut menekan nilai tukar rupiah di pasar valas.
Dampak Konflik Timur Tengah
Konflik yang terjadi di Selat Bab el-Mandeb, jalur strategis pengiriman minyak dunia, turut memberikan tekanan pada pasar finansial global. Hal ini memicu kekhawatiran akan terganggunya pasokan energi sehingga berdampak pada nilai tukar mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia.
Perbandingan Kurs Hari Ini dan Sebelumnya
| Bank | Kurs Jual (26 Juli 2026) | Kurs Jual (24 Juli 2026) | Perubahan |
|---|---|---|---|
| BCA | Rp17.963 | Rp17.990 | −27 poin |
| Bank Mandiri | Rp17.960 | Rp17.985 | −25 poin |
| BRI | Rp17.955 | Rp17.980 | −25 poin |
| BNI | Rp17.958 | Rp17.983 | −25 poin |
Respons Pasar dan Proyeksi Ke Depan
Menurut analis pasar keuangan, pelemahan nilai tukar rupiah ini merupakan respons pasar terhadap kebijakan suku bunga tinggi dari Federal Reserve yang bertujuan mengendalikan inflasi di Amerika Serikat. Kondisi ini mendorong penguatan dolar AS secara global dan menekan mata uang negara berkembang.
Direktur Riset Pasar Keuangan di sebuah lembaga keuangan menyatakan,
"Pasar valuta asing saat ini sedang bereaksi terhadap ketidakpastian geopolitik dan kebijakan moneter global, sehingga nilai tukar rupiah mengalami tekanan moderat. Investor disarankan memantau perkembangan situasi ini secara berkala."
Bank Indonesia juga memperingatkan agar masyarakat dan pelaku usaha memperhatikan fluktuasi nilai tukar rupiah dalam pengambilan keputusan bisnis dan transaksi valuta asing.
Informasi ini bukan saran investasi. Konsultasikan dengan penasihat keuangan.