Kurs Dolar AS di BCA, Mandiri, BRI, dan BNI Turun pada 27 Juli 2026
FajarBali.co.id Kurs dolar AS di empat bank besar Indonesia, yaitu BCA, Bank Mandiri, BRI, dan BNI, mencatat penurunan pada Senin, 27 Juli 2026, di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Data yang dihimpun menunjukkan bahwa perubahan kurs ini berdampak langsung pada transaksi valuta asing yang berlangsung hari ini di Jakarta.
Kurs di Bank Central Asia (BCA)
Di BCA, kurs jual dolar AS berada pada kisaran Rp18.000 per dolar, menurun dibandingkan hari sebelumnya yang mencapai Rp18.027. Sedangkan kurs beli dolar AS di BCA tercatat di Rp17.950, mengalami penurunan tipis dari posisi sebelumnya.
Kondisi Kurs di Bank Mandiri
Bank Mandiri menetapkan kurs jual dolar AS pada Rp18.010 dan kurs beli Rp17.940 per dolar AS pada 27 Juli 2026. Angka ini menunjukkan penurunan sekitar 0,15% dari posisi akhir pekan lalu, sejalan dengan tren pelemahan rupiah yang terpantau di pasar valas.
Nilai Tukar di BRI dan BNI
Bank Rakyat Indonesia (BRI) mematok kurs jual dolar AS di level Rp18.005 dan kurs beli Rp17.935, sementara Bank Negara Indonesia (BNI) menetapkan kurs jual sebesar Rp18.015 per dolar dan kurs beli Rp17.945. Kedua bank tersebut juga mengikuti tren penurunan nilai tukar dolar AS yang tercatat sejak Jumat lalu.
Konteks dan Faktor Penyebab Penurunan Kurs
Pergerakan kurs dolar AS di bank-bank tersebut terjadi sehubungan dengan pelemahan rupiah yang dilaporkan pada akhir pekan lalu, yakni Rp17.963 per dolar AS pada 25 Juli 2026, turun 0,15% dari posisi sebelumnya. Situasi ini dipengaruhi oleh sentimen pasar global dan dinamika ekonomi dalam negeri yang membuat permintaan terhadap dolar AS sedikit menurun.
Berdasarkan data indeks dolar AS yang melemah sebesar 0,09% ke angka 101,35 pada 24 Juli 2026, penurunan nilai tukar tersebut turut menekan kurs jual dan beli dolar AS di bank-bank besar ini. Kondisi ini berdampak pada aktivitas transaksi valuta asing yang menjadi perhatian pelaku pasar dan nasabah bank.
Dampak dan Respons Pasar
Penurunan kurs dolar AS di empat bank utama ini memberikan peluang bagi nasabah yang ingin melakukan pembelian dolar AS dengan harga lebih rendah. Namun, bagi eksportir dan pelaku bisnis yang memiliki transaksi dalam dolar, perlunya perhatian lebih terhadap fluktuasi nilai tukar yang masih cukup dinamis.
Menurut analis pasar valuta asing dari salah satu lembaga keuangan, "Penurunan kurs dolar AS ini mencerminkan adaptasi pasar terhadap kondisi global dan domestik yang masih bergejolak. Pelaku pasar perlu terus memantau perkembangan agar dapat mengambil keputusan yang tepat."
| Bank | Kurs Jual (Rp) | Kurs Beli (Rp) |
|---|---|---|
| BCA | 18.000 | 17.950 |
| Bank Mandiri | 18.010 | 17.940 |
| BRI | 18.005 | 17.935 |
| BNI | 18.015 | 17.945 |
- Penurunan kurs sejalan dengan pelemahan rupiah terhadap dolar AS.
- Indeks dolar AS melemah 0,09% pada akhir Juli 2026.
- Bank-bank besar menyesuaikan kurs jual dan beli sesuai dinamika pasar.
- Nasabah disarankan memperhatikan fluktuasi nilai tukar dalam transaksi valuta asing.
"Penurunan kurs dolar AS ini mencerminkan adaptasi pasar terhadap kondisi global dan domestik yang masih bergejolak. Pelaku pasar perlu terus memantau perkembangan agar dapat mengambil keputusan yang tepat," ujar analis pasar valuta asing.
Kurs dolar AS yang tercatat di BCA, Bank Mandiri, BRI, dan BNI pada 27 Juli 2026 ini merupakan refleksi dinamika pasar valuta asing terkini yang penting bagi nasabah dan pelaku usaha di Indonesia.
Informasi ini bukan saran investasi. Konsultasikan dengan penasihat keuangan.