Penampilan Luke Shaw Dinilai Menjadi Titik Lemah Pertahanan Manchester United
FajarBali.co.id Penampilan Luke Shaw di posisi bek kiri Manchester United mendapat sorotan tajam karena menjadi titik lemah pertahanan tim. Dalam dua pertandingan Liga Inggris awal musim 2026, MU kebobolan empat gol yang berkontribusi pada hasil buruk dan rapuhnya lini belakang.
Manchester United kalah 0-2 dari Hull City pada pertandingan pertama, kemudian menang tipis 5-2 atas Ipswich Town. Luke Shaw selalu mengisi posisi bek kiri di kedua laga tersebut.
Pada pertandingan di Old Trafford, Minggu (30/8/2026), sisi kiri pertahanan MU yang rapuh membuat tim asuhan Michael Carrick kebobolan lebih dulu lewat gol Leif Davis dari Ipswich.
Meski MU mampu membalikkan keadaan dengan hat-trick Bruno Fernandes dan gol lainnya, kerentanan bek kiri tetap menjadi sorotan utama.
Pengamat sepakbola Inggris, Alex Crooks, mengkritik penampilan Shaw yang dianggap buruk selama beberapa musim terakhir dan menilai pemain itu sebagai salah satu penyebab MU kesulitan menjaga clean sheet.
"Saya kehabisan kata-kata. Saya benar-benar kehabisan kata-kata. Luke Shaw tampil sangat buruk di markas Hull minggu lalu. Dia tampil sangat buruk lagi di sana," ujar Crooks, dikutip dari Detik Sport.
"Sudah berapa tahun dia tampil sangat buruk? Dia adalah bagian dari masalah. Dia adalah salah satu alasan Man United tidak bisa mencatatkan clean sheet," tambahnya.
Crooks juga menyoroti tidak adanya pengganti yang datang untuk posisi bek kiri meski MU dituntut membeli pemain baru di bursa transfer musim panas 2026.
"Dia adalah bagian dari alasan mereka terus kalah dalam pertandingan sepakbola dan anehnya, tidak ada tanda-tanda siapa pun yang datang untuk menggantikannya," ujar Crooks.