JA Teline V - шаблон joomla Форекс

METRO
Typography
DENPASAR-Fajarbali.com|

DENPASAR-Fajarbali.com| Belum adanya penetapan tersangka atas kasus dugaan korupsi di LPD Desa Adat Serangan membuat sejumlah warga Desa Serangan mendatangi Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar, Rabu (11/5/2022). 
 
Sedikitnya, ada enam warga Serangan yang datang ke Kejari Denpasar sekitar pukul 13.30 Wita. Enam orang tersebut dipimpin oleh pria yang bernama I Wayan Patut.
 
Kedatangan warga ini, selain mempertanyakan lambatnya penanganan perkara korupsi di LPD Desa Adat Serangan, juga dikabarkan membawa bukti tambahan yang akan diserahkan ke penyidik Kejari Denpasar. 
 
"Kami membawa surat pernyataan yang ditandatangani oleh warga. Salah satu isi dari surat itu adalah mempertanyakan kenapa hingga saat ini kasus korupsi di LPD Desa Adat Serangan belum ada tersangka," kata Wayan Patut kapada wartawan. 
 
Selain itu, saat ditemui di lobi Kejaksaan Denpasar, Wayan Patut mengatakan pihaknya juga membawa bukti baru. "Ada bukti baru yang akan kami serahkan ke penyidik Kejaksaan," terangnya. 
 
Tapi yang paling penting, kata Wayan Patut, Kejaksaan bisa secepatnya menetapkan tersangka. "Harapan kami secepatnya tersangka diumumkan ke publik," tandasnya. 
 
Ditempat yang sama, Kasi Intel Kejari Denpasar, I Putu Eka Suyantha membenarkan bahwa ada warga Serangan yang datang dan diterima langsung olehnya. 
 
"Benar, ada enam orang warga Serangan datang dan langsung bertemu dengan saya. Pada intinya kedatangan mereka menanyakan kelanjutan kasus LPD Desa Adat Serangan terutama soal penetapan tersangka," jelas pejabat yang akrab disapa Eka Suyantha ini. 
 
Namun soal penetapan tersangka, Eka Suyantha mengatakan bahwa pihaknya untuk saat ini memang belum bisa mengumumkan karena masih menunggu penghitungan kerugian negara. 
 
"Kami masih menunggu hasil audit atau penghitungan kerugian negara dari BPKP. Kalau soal calon atau nama tersangka memang sudah kami kantongi," ungkapnya. 
 
Oleh karena itu Eka Suyantha meminta agar warga bersabar."Intinya saat ini sudah tidak ada pemeriksaan saksi lagi karena sudah cukup banyak saksi yang kami periksa dan penyidik juga merasa sudah tidak perlu lagi memeriksa saksi," pungkasnya.(eli)

BERITA TERKINI