JA Teline V - шаблон joomla Форекс

BADUNG
Typography
MANGUPURA - fajarbali.com | Potensi pajak di Badung masih bisa dimaksimalkan meski pendapat Badung turun. Hal tersebut disampaikan Ketua DPRD Badung, I Putu Parwata. "Seperti disampaikan oleh Bapak Bupati, menyesuaikan dengan kondisi yang ada. Sekarang boleh menurun tapi dalam menggali potensinya harus tetap semangat," ujarnya didampibgi Wakil Ketua II DPRD Badung, Made Sunarta usai Rapat Paripurna DPRD Badung, Senin (24/8/2020). 


Pemerintah Kabupaten Badung bersama Dewan kata Sekretaris DPC PDI Perjuangan Badung ini telah mengambil langkah-langkah pasti sebagai upaya peningkatan pendapatan. "Potensi yang masih ada yang sudah disampaikan Bupati seperti potensi pajaknya, misal pajak penerangan jalan, lampu jalan kemudian pajak reklame, pajak parkir dan lain sebagainya. Itu kita optimalkan termasuk pertumbuhan ekonomi potensinya kita tingkatkan. Kita punya modal sendiri resepnya sudah punya," katanya.


Sementara, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta mengatakan, selain dari pariwisata pendapatan juga bisa berasal dari bea perolehan hak atas tanah dan bangunan. Ini melihat trend penerimaan BPHTB pada tahun-tahun sebelumnya, menurut Giri Prasta wajib pajak ramai melakukan transaksi dan peralihan hak atas tanah dan bangunan pada triwulan keempat (Oktober-Desember).


Kemudian pendapatan dari pajak hotel, restoran, dan hiburan yang dari bulan Mei sampai dengan bulan Juli telah menunjukkan peningkatan realisasi. “Diharapkan dengan adanya kebijakan Pemerintah Provinsi Bali melakukan pembukaan wisatawan domestik dan kebijakan pemerintah pusat, agar pelaksanaan MICE  (meeting, incentive, convention, and exibhition) diadakan di Bali serta mendorong agar wisatawan domestik melakukan perjalanan ke Bali dapat meningkatkan okupansi kamar hotel dan berpengaruh pada realisasi pajak hotel, pajak restoran dan pajak hiburan,” jelasnya.


Ada pula pendapatan dari pajak penerangan jalan, yang tetap memberikan kontribusi bagi pendapatan asli daerah Kabupaten Badung. Juga pendapatan dari penagihan piutang pajak daerah kepada wajib pajak yang telah melakukan perjanjian angsuran. “Ini konsep yang sudah kita siapkan. Jelasnya begini, kami senantiasa menggunakan prinsip money follow function, uang mengikuti bentuk,” tandasnya.(put).