JA Teline V - шаблон joomla Форекс

BADUNG
Typography
MANGUPURA - fajarbali.com | Kendati angka kesembuhan pasien Covid-19 meningkat tajam, namun pariwisata untuk mancanegara belum terlihat ada tanda-tanda akan dibuka kembali.


Hingga saat ini rencana dibukanya penerbangan internasional dari dan menuju Bali belum diputuskan secara matang oleh pemerintah Provinsi Bali. Meski demikian, pengusaha di sektor pariwisata diharapkan tetap optimis dan merespons positif keputusan tersebut sembari menyiapkan berbagai persiapan dan verifikasi dalam menyambut wisatawan mancanegara (wisman) nantinya.

   Sebelumnya, Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace), menegaskan, 1 Desember 2020, pariwisata untuk mancanegara belum bisa dibuka. Menurut Cok Ace, kebijakan membuka kembali pariwisata mancanegara selain dilihat dari kesiapan Bali sendiri, juga dilihat dari kesiapan pemerintah pusat.

   Sehubungan dengan hal tersebut, GM H Sovereign Bali, Ramia Adnyana mengatakan, meski pariwisata internasional belum dibuka, namun kesiapan Bali menyambut wisatawan mancanegara (wisman) harus tetap dilakukan dan benar-benar diperhatikan dengan serius, baik dari segi fasilitas, layanan, maupun penerapan protokol kesehatannya. Rencana dibukanya pintu gerbang Bali untuk wisman harus dengan catatan selalu menempatkan kesehatan masyarakat sebagai paradigma utama," ujarnya, Kamis (19/11/2020).

   Ramia menuturkan, dunia usaha di Bali, baik sektor pariwisata, UMKM maupun industri besar sejatinya sudah sangat siap untuk beroperasi sesuai dengan kapasitas usaha yang mereka miliki. Tentu dengan mengedepankan aspek ketaatan mereka untuk mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah.

   "Kita akui, bila dibukanya pariwisata internasional juga harus melihat negara-negara sumber wisatawan kita, apakah mereka sudah buka atau belum. Jadi, berkaca dari hal itu, kelihatannya kita semua yang bergerak di sektor pariwisata harus kembali bersabar sampai pemerintah daerah maupun pusat memberi instruksi," tuturnya.

   Sembari menunggu pariwisata internasional dibuka, hendaknya bisnis pariwisata maupun bisnis yang lainnya harus tetap optimis dengan fokus menggaet kunjungan wisatawan domestik (wisdom) serta mempersiapkan diri dengan meningkatkan kualitas layanan dan daya tarik wisata dalam upaya memberikan rasa aman dan nyaman untuk wisman.

   "Kedatangan wisman nantinya akan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi Bali di tengah pandemi yang masih berlangsung ini. Selain itu, diikutinya protokol ini oleh dunia usaha di Bali akan meningkatkan rasa aman dan nyaman konsumen untuk menginap, bertransaksi atau berbelanja di tempat usaha tersebut beroperasi," terangnya.

   Ia pun menilai dengan kesiapan Bali untuk menyambut wisatawan asing memberikan peluang seperti banyaknya program-program stimulus dari pemerintah yang jika dimanfaatkan dengan baik akan berdampak pada meningkatnya kapasitas usaha mereka saat ini. (dar).