JA Teline V - шаблон joomla Форекс

Dinas PUPR Badung Kebut Pembangunan Jalan Lingkar Selatan

BADUNG
Typography

MANGUPURA-fajarbali.com | Kabupaten Badung terus menggenjot pembangunan di berbagai bidang sebagai implementasi Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana (PPNSB).

Salah satunya melalui pembangunan jalan lingkar selatan. Jalan yang digadang-gadang mempermudah konektivitas tersebut saat ini sudah masuk dalam tahap pembebasan lahan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Badung, IB Surya Suamba, Kamis (20/9/2018) mengatakan, jalan lingkar selatan Kabupaten Badung sudah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Badung 2016-2021.

Jalan lingkar selebar 24 meter ini diproyeksikan untuk memudahkan koneksi antardestinasi pariwisata di Badung selatan, khususnya Kuta dan Kuta Selatan.

"Kuta dan  Kuta Selatan merupakan pusat ekonomi Kabupaten Badung. Ini mendukung tagline Bapak Bupati, yakni dari Badung untuk Bali. Sumbernya pariwisata Kuta dan Kuta Selatan. Jadi di RPJMD 2016-2021 program menibgkatkan konektivitas kawasan wisata di Badubg Selatan," jelasnya didampingi Kabag Humas Setda Badung, Putu Ngurah Thomas Yuniarta, Kasubbag Pelayanan Pers, IB Wisnawa Kesuma, serta Kasi Perencanaan Teknis dan Evaluasi Bidang Bina Marga, IBA Dharmaputra Pemaron dalam acara jumpa pers.

Salah satu bentuk mendukung konektivitas antarkawasan pariwisata adalah adanya jalan yang memadai dan bebas hambatan. Meski sudah dibangun dua underpass dan jalan tol, menurutnya belum maksimal untuk mengurai kemacetan yang kerap terjadi di kawasan Kuta dan Kuta Selatan. "Seperti ada event kecak di Pecatu beberapa waktu lalu, kan sempat macet," kata Surya Suamba.

Nah, jalan lingkar sepanjang 33,5 km yang melintasi tebing, dataran, hingga laut tersebut nantinya diharapkan menjadi salah satu alternatif. Guna pembangunannya, tahun lalu pihaknya telah melaksanakan Feasibility Study (FS) alias studi kelayakan. Tahun ini, pihaknya beranjak ke pembebasan lahan tahap pertama. Pagu anggaran yang disiapkan Rp 90 miliar.

Sementara tahun 2019, disiapkan anggaran sekitar Rp 700 miliar. "Total biaya yang kami butuhkan sekitar Rp 4 triliun. 790 juta di antaranya untuk pembebasan lahan," terangnya seraya mengatakan dana diusahakan berasal dari APBN, APBD Provinsi, serta pihak swasta, di samping APBD Badung.

Lebih lanjut, Surya Suamba menegaskan, pihaknya tak mengesampingkan aspek estetika. Sebisa mungkin, keberadaan jalan lingkar tersebut menambah indah kawasan yang dilewati. Di samping menggunakan konsep Babadungan dalam tampilannya, juga akan dibangun 2 stop over, sebagai titik pemberhentian dan pengendara bisa berdantai sejenak. Selanjutnya, untuk menambah indah suasana malam hari, akan ditambahkan pencahayaan khusus. "Sehingga jalan lingkar ini juga menjadi salah satu tambahan daya tarik pariwisata," tegas pejabat asal Tabanan itu.

Surya Suamba menargetkan, 2019 adalah akhir pembebasan lahan. Selanjutnya, 2020 diadakan tender design and build. Setelah itu pembangunan tahap pertama diharapkan rampung 2021 dan tahap kedua 2022. Tak menutup kemungkinan, pembangunan juga usai 2021. "Jadi kami tidak pakai DED (Detail Engeneering Design), melainkan langsung ke tender design and build," imbuhnya.

Berdasarkan FS, jalan Lingkar Badung Selatan ini terdiri dari 4 segmen dengan sejumlah alternatif jalur. Segmen pertama dari gerbang pintu tol Nusa Dua dengan alternatif 1 berawal dari titik persimpangan antara pintu keluar tol Bali Mandara dengan Jalan Bypass Ngurah Rai , hingga berakhir di Pantai Melasti . Panjang total alternatif 1 adalah 13,2 km. 

Alternatif 2 dari titik awal trase menuju ke timur hingga persimpangan Jalan Siligita , kemudian ke arah Selatan mengikuti jalan utama eksisting hingga mendekati Hilton Bali Resort. Panjang total alternatif 2 adalah 12, 7 km. Alternatif 3 titik awal trase menuju Selatan hingga melewati ruas jalan Kurusetra , kemudian ke arah timur menuju Jalan Siligita. Panjang total alternatif 3 sepanjang 13,2 km.

Segmen 2 alternatif 1 berawal dari Pantai Melasti hingga mendekati Tanjung Mebulu. Alternatif ini berbentuk full jalan layang yang berada di atas laut. Panjang total alternatif  8,2 km. Alternatif 2 sebagian memanfaatkan tebing dan hanya ke luar tebing (melayang di atas laut) pada lokasi-lokasi yang tidak memungkinkan, dengan panjang total  9.9 km. Segmen 3 berawal dari Tanjung Mebulu , hingga berakhir di persimpangan Cemongkak. Segmen 3 pada koridor jalan lingkar ini sepenuhnya merupakan jalan eksisting. Hanya dilakukan optimalisasi pelebaran dan penambahan trotoar pada segmen ini.  Panjang segmen ini 7, 8 km.

Terakhir segmen 4 berawal dari Persimpangan Cemongkak, hingga berakhir di depan Ayana. Alternatif 1 mencoba untuk memperoleh trase terpendek pada bagian akhir segmen trase. Sedangkan alternatif 2 mencoba mencari kontur yang lebih datar pada bagian akhir segmen trase. Total alternatif 1 sepanjang  5.5km,  sedangkan  alternatif 2  sepanjang 5,6km.

Sementara menggenjot pembangunan jalan lingkar di Badung selatan, Dinas PUPR Badung juga menggarap sejumlah pembangunan infrastruktur pertanian. Salah satunya pembangunan Bendung Sengempel. Bendung berkapasitas air 288 meter perdetik tersebut kini bisa dimanfaafkan untuk mengairi 280 hektare sawah Subak Sengempel. "Sehingga petani bisa tiga kali tanam pertahun, dari sebelumnya yang hanya satu kali," katanya.

Di samping Bendung Sengempel, juga dibuat Bendung Belok Sidan. Saluran irigasi diperkeras sehingga tidak habis sebeleum sampai di ujung subak. Diharapkan debit maksimal. "Sementara, untuk pascapanen dibangun Jalan Usaha Tani (JUT) selebar 2 meter, sehingga petani gampang proses tanam, pemeliharaan, dan panen," urainya.

Semua komponen JUT dan irigasi, kata Surya Suamba menggunakan beton cetak alias precast. "Secara bertahap kami lakukan penggantian batu rusak dan tanah dengan precast beton. Tahun ke depan ini yg akan dilakukan adalah oemeliharaan dan penyempurnaan saluran irigasi. Ada satu terowongan masih dikerjakan di Balangan yang masih ada tanah keras sekali, nanti untuk pengairan di Babakan Bengkel "Anggarannya sekitar Rp 250 miliar selama 3 tahun anggaran," tandasnya. (put)