JA Teline V - шаблон joomla Форекс

BADUNG
Typography

KUTA-fajarbali.com | Menghilang dari rumah dengan alasan sibuk bekerja, seorang suami dipergoki istrinya berkaraoke ria di Grahadi Bali di jalan By Pass Ngurah Rai, Kuta, Kamis (20/9/2018) sekitar pukul 03.00 dini hari.

Siapa sangka, sang suami tega memukul istrinya karena jengkel handphonenya direbut paksa. Pasangan suami istri (pasutri) itu sebut saja, Kadek M (32) dan istrinya APSU (3), keduanya tinggal di seputaran Resimuka Barat Tegal Kertha, Monang-maning Denpasar. Dari informasi yang beredar di lapangan, malam itu, Rabu (19/9), Kadek M pamitan kepada istrinya untuk urusan pekerjaan. Sementara APSU, pegawai BUMN di Denpasar itu mengijinkannya.

Ibarat lagu “Bang Toyib”, beberapa jam istrinya menunggu di rumah, Kadek M tidak ada kabar, bahkan tidak pulang-pulang. Walhasil, ibu rumah tangga asal Ciputat Tanggerang Selatan ini curiga. Kecurigaan semakin kuat ketika dihubungi, handphone sang suami mendadak di-offkan.

Merasa dikhianati, APSU melakukan pencarian dan akhirnya mengetahui suaminya asik berkaraoke di Grahadi Bali di Jalan Bypass Ngurah Rai, Kuta.

“Suaminya ketahuan sedang karaoke di Grahadi Bali. Suaminya dipergoki di parkiran karaoke,” bisik sumber yang enggan disebut namanya itu, Kamis (20/9/2018).

Setelah memergoki Kadek M di parkiran Karaoke Grahadi, pasutri itu kemudian cekcok mulut. Umpatan cacian dan makian pun terdengar di parkiran tersebut. Maklum saja, korban tidak terima suaminya berkaraoke didampingi wanita-wanita seksi di dalam karaoke. Akibatnya, pertengkaran pasutri itu menjadi perhatian pengunjung dan LC Karaoke.

Bahkan, dalam percekcokan itu, APSU marah dan berusaha merebut handphone suaminya karena menduga ada nomor wanita lain. Melihat handphone direbut paksa, Kadek M marah. Ia memukul punggung dan mencakar tangan kanan istrinya hingga lebam dan lecet. Tidak terima dianiaya, sang istri melaporkan kejadian penganiayaan ke Polsek Kuta, Kamis (20/9/2018) pagi.

Namun saat dikonfirmasi, Kamis (20/9), Kapolsek Kuta AKP Teuku Ricki Fandlianshah belum mengiyakan atau membantah kejadian tersebut. “Denger-denger seperti itu. Tapi tidak ada laporannya ke Polsek Kuta. Mungkin dilapor ke Polresta Denpasar. Coba cek ke Resta,” ujarnya didampingi Panit Buser Iptu Budi Artama. Sementara Kasatreskrim Polresta Denpasar Kompol Wayan Arta Irawan belum memberikan komentar resmi saat dihubungi. (hen)