JA Teline V - шаблон joomla Форекс

Puncak Karya Agung Danu Kertih di Ulun Danu Batur Dipuput 7 Sulinggih

BADUNG
Typography

MANGUPURA-fajarbali.com | Bupati Badung Nyoman Giri Prasta didampingi Ny. Seniasih Giri Prasta menghadiri puncak Karya Agung Danu Kretih di Pura Ulun Danu Batur-Pura Jati di Tepi Danau Batur, Rabu (7/11/2018).

Dalam kesempatan tersebut Bupati Giri Prasta menghaturkan punia sebesar Rp. 1,2 miliar yang diterima langsung Jro Gede Batur Alitan dan disaksikan undangan dari kabupaten seluruh Bali, Penglingsir Puri se Bali serta tokoh masyarakat setempat.

Bupati Giri Prasta mengutarakan punia ini adalah wujud komitmen Kabupaten Badung untuk ikut melestarikan agama, adat dan budaya. "Upacara Danu Kretih atau upacara pembersihan danu dan gunung ini merupakan tanggung jawab kita semua bukan hanya tanggung jawab pengempon pura karena danu dan gunung adalah penyangga air yang merupakan sumber kehidupan masyarakat Bali," ungkap Giri Prasta.

Sementara itu Jero Gede Batur Alitan mengucapkan terimakasih kepada Bupati Badung yang ikut peduli dengan Karya Agung Danu Kertih. Karya Danu Kertih, Tawur Agung Labuh Gentuh, Meras Danu lan Gunung wajib dilaksanakan setiap lima tahun sekali. Ini termuat dalam beberapa sumber yakni Raja Purana, Lontar Kusuma Dewa, Usana Bali dan Babad Batur Kelawasan yang tersimpan di Pura Ulun Danu Batur. Jika karya ini tidak dilaksanakan tepat waktu, disebutkan Bali akan mengalami musibah, baik gempa bumi, serangan hama pada lahan pertanian maupun percecokan dalam rumah tangga maupun pasemetonan.

“Yang wajib melaksanakan adalah sang awerat. Kalau dulu raja, sekarang pemerintah dalam hal ini gubernur, bupati bersama seluruh Umat Hindu,” jelas Jero Gede Batur Alitan.

Karya Agung dilaksanakan bertujuan untuk menyucikan sumber mata air, dimana seyogyanya dilaksanakan setiap 5 tahun sekali, karya agung danu kertih dilaksanakan pada tahun 2009. Dalam kesempatan tersebut Bupati Badung Giri Prasta ikut sebagai upaksi dalam upakara mulang pekelem di Danau Batur. (put)