JA Teline V - шаблон joomla Форекс

BADUNG
Typography

MANGUPURA-fajarbali.com | Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta mulai merealisasikan pembangunan rumah sehat dan layak huni atau program 2000 bedah rumah untuk enam Kabupaten di Bali.

Kamis (14/3/2019), Kabupaten Buleleng menjadi sasaran pertama program yang dananya bersumber dari APBD Kabupaten Badung tahun 2019.

Penyerahan bantuan bedah rumah di Kabupaten Buleleng dipusatkan di dua desa di Kecamatan Banjar, yaitu Desa Tigawasa dan Desa Pedawa. Sesuai kebijakan Bupati Giri Prasta, Bupati atau Kepala Daerah penerima bantuan diharapkan mengarahkan program pembangunan rumah sehat layak huni ini ke desa-desa yang masih tergolong miskin.

Bupati Buleleng I Putu Agus Suradnyana menyambut langsung kehadiran Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta yang hadir bersama Wakil Bupati I Ketut Suiasa, Sekretaris Daerah (Sekda) Badung I Wayan Adi Arnawa, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) I Ketut Gede Suyasa, Kepala Badan Litbang I Wayan Suambara, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang IB Surya Suamba, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman AA Ngurah Bayu Kumara Putra, Kepala Bagian Hukum Setda Badung I Komang Budi Argawa, Kepala Bagian Kesra Setda Badung I Nyoman Sujendra, dan Kabag Humas Putu Ngurah Thomas Yuniarta.

Sambutan meriah juga datang dari warga Desa Tigawasa  dan Pedawa yang menjadi lokasi penyerahan bantuan. Kabupaten Buleleng mendapatkan total Bantuan Keuangan Khusus sebesar Rp 97,5 miliar, yang diperuntukan untuk  pembangunan  450 unit rumah sehat layak huni senilai Rp 22,5 miliar dimana tiap rumah mendapatkan masing-masing Rp 50 juta tanpa dipotong pajak, untuk kegiatan  sebesar Rp 75 miliar diantarannya diarahkan untuk pembangunan Pasar Desa Banyusri sebesar Rp 26 miliar.

Anggaran BKK ini bersumber dari penyisihan 15 % Pajak Hotel dan Restauran (PHR) Kabupaten Badung. Sedangkan desa di Kabupaten Buleleng yang mendapatkan bantuan pembangunan rumah sehat layak huni adalah Desa Tigawasa mendapatkan bantuan bedah rumah sebanyak  263 unit, selanjutnya Desa Pedawa sebanyak  134 unit, Desa Kayu Putih 25 unit, Desa Tirtasari  20 unit dan Desa Banyuatis sebanyak 8 unit.

Perbekel Tigawasa Made Suwadarmayasa dan Perbekel Pedawa Putu Sudarmaja mengucapkan terima kasih yang tidak terhingga kepada Bupati Badung dan jajarannya karena telah menjadikan Desa Tigawasa sebagai sasaran utama program bedah rumah. “Program ini (bedah rumah) sangat berarti bagi warga kami yang masih hidup dalam kemiskinan dan menghuni rumah yang kurang layak,” ungkap Suwadarmayasa.

Dirinya mengaku kagum dengan Bupati Badung meski bukan warga Buleleng, akan tetapi memiliki kepedulian untuk membantu dan mengalokasikan anggaran untuk membantu masyarakat Buleleng. “Sekali lagi kami mengucapkan terima kasih, mudah-mudahan dengan bantuan yang diberikan ini akan dapat meningatkan kesejahteraan masyarakat kami,” katanya.

Sementara itu Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana mengungkapkan desa-desa SCTPB (Sidetapa, Cempaga, Tigawasa, Pedawa dan Bayusri) yang dulu dikenal dengan desa miskin dan kurang bersahabat, kini sudah banyak berubah.

“SCTPB sudah banyak berubah, warganya penuh persahabatan, infrastrukturnya juga sudah bagus. Desa-desa Bali Aga ini memiliki potensi alam yang sangat luar biasa,” katanya. Untuk mengembangkan wilayah ini, pihaknya juga akan menyusun konsep pariwisata terintegrasi untuk wilayah ini, tentunya dengan meminta bantuan dari Pemkab Badung.

Bupati Agus Suradyana juga mengucapkan terima kasih atas  untuk bantuan BKK Badung yang diarahkan untuk bedah rumah dan kegiatan infrastruktur. Bantuan ini menurutnya, sangat membantu Pemkab Badung dalam upaya-upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Saya mewakili masyarakat Buleleng mengucapkan terima kasih atas kebijakan Bapak Bupati Badung yang memberikan  bantuan yang begitu besar. Tentunya kami akan memanfaatkan bantuan ini dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tandasnya.

Sementara itu Bupati Giri Prasta menyatakan pihaknya memiliki progam ‘Badung Angelus Buana’ yang artinya Badung Berbagi, dari Badung untuk Bali. Untuk itulah, pihaknya telah berkomitnen penuh membantu wilayah lainnya di Bali. Program rumah sehat layak huni ini, dengan dua kamar tidur, satu kamar bebas,  kamar tamu, dapur dan kamar mandi ini, diharapkan dapat membantu masyarakat yang belum memiliki rumah yang layak.

“Kami memang meminta secara khusus kepada bupati yang menerima bantuan bedah rumah ini, agar diarahkan pada desa-desa yang masih tergolong miskin. Kita tuntaskan di satu wilayah, baru kemudian dilanjutkan diwilayah lain. Misalkan kalau di Buleleng kita minta arahkan di Desa Tigawasa, Pedawa, kalau di Karangasem kita minta di Desa Munti Gunung,” jelasnya.

Untuk enam kabupaten pihaknya menargetkan membangun 2000 unit rumah sehat dan layak huni dengan anggaran total Rp 100 miliar. Bantuan Rp 50 juta tanpa dipotong pajak untuk masing-masing rumah, diharapkan benar-benar digunakan sesuai peruntukan. Kalau memungkinkan, pihaknya meminta dibangun satu model atau seragam, dikerjakan secara bergotong-royong, dan penggunaan anggaran diawasi oleh perbekel dan aparat desa setempat. Agar anggaran yang diberikan tepat guna dan tepat. Melihat potensi yang dimiliki desa-desa Bali Aga ini, Bupati Giri Prasta menyatakan siap memberikan bantuan selanjutnya untuk pengembangan potensi desa, khususnya dalam sektor pariwisata.(put)