JA Teline V - шаблон joomla Форекс

BADUNG
Typography
Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, Kamis (11/2018) menyerahkan hibah gong kebyar kepada krama Banjar Adat Sidan, dan Desa Adat Kiadan, Kecamatan Petang.

MANGUPURA-fajarbali.com |Penyerahan seperangkat gong ini sebagai wujud komitmen Pemkab Badung dalam melaksanakan Pola Pembangunan Nasional Semesata Berencana (PPNSB), salah satunya dalam upaya pelestarian seni, adat, agama dan budaya di Kabupaten Badung. Penyerahan hibah gong diawali di Banjar adat Sidan, Desa Belok Sidan yang diterima Kelian Banjar Adat Sidan I Wayan Wira dan Perbekel Belok Sidan I Made Rumawan.

Perbekel Belok Sidan I Made Rumawan mengatakan bantuan seperangkat gong kebyar sangat positif bagi masyarakat Belok Sidan khususnya di desa adat Sidan. "Seperangkat gambelan ini bermanfaat untuk menunjang dan melestarikan adat dan budaya termasuk untuk pelestarian potensi anak-anak kami belajar seni tabuh dan melestarikan budaya tersebut," ungkapnya. Pihaknya juga sangat berterima kasih kepada bapak bupati badung telah memberikan bantuan seperangkat gambelan yang nilainya kurang lebih 450 juta, karena sebelumnya tidak pèrnah ada bantuan seperti ini, namun bantuan berupa pembangunan fisik sudah banyak dibantu untuk wilayah Desa Belok Sidan.

Usai menyerahkan hibah gong di Sidan, Bupati Giri Prasta yang didampingi Kabag Humas Putu Ngurah Thomas Yuniarta dan Camat Petang IB Nata Manuaba, juga menyerahkan hibah gong bagi masyarakat Desa Adat Kiadan, Desa Pelaga di Wantilan Banjar Kiadan, Petang. Bupati menyerahkan secara simbolis hibah gong yang diterima Kelian Adat Kiadan I Wayan Sukra dan Perbekel Pelaga I Gusti Lanang Umbara.

Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa bantuan seperangkat gong kebyar ini sebagai wujud berkomitmen dalam upaya melestarikan adat, agama, seni, tradisi dan budaya yang ada di kab. badung. "Bantuan gong ini adalah untuk menjaga tatanan adat, budaya, seni dan tradisi itu, dan kami yakin ini bermanfaat untuk kita bersama termasuk sakaa teruna," terangnya.

Bupati juga memberikan kesempatan kepada Sekaa Teruna se-Badung yang berjumlah 535 sekaa teruna, bila ingin memiliki beleganjur, Pemkab badung akan siap membantu. "Sekalipun wujudnya kecil tetapi manfaatnya besar," tegasnya. Selain gambelan, Giri Prasta juga siap membantu alat musik dan sarana olahraga. Hal ini dilakukan agar sekaa teruna sebagai generasi penerus dapat terhindar dari kegiatan negatif seperti mabuk-mabukan, geng motor dan terjerumus penyalahgunaan narkoba atau narkotika. "Inilah yang harus kita lakukan untuk menjaga generasi muda Badung yang berkualitas dan hebat," tambahnya.

Selain itu, Dinas Kebudayaan bersama Majelis Pertimbangan Kebudayaan (Listibya) akan melakukan proses pendampingan di seluruh masyarakat di 122 desa adat di badung, dan akan melakukan rumusan berkenaan Dharma Duta di Desa Adat. Dimana darma duta akan memberikan pencerahan dan pendidikan kepada masyarakat berkenaan dengan sastra-sastra agama Hindu.

Selain seni dan budaya, Bupati juga berkomitmen untuk memberikan pelayanan kesehatan dan pendidikan gratis bagi masyarakat badung. Hal ini telah dibuktikan dengan pelayanan kesehatan gratis termasuk pemberian santunan bagi penunggu pasien kelas III. Pendidikan di Badung juga digratiskan, disamping itu siswa SD kelas V dan VI diberikan laptop, serta seragam lengkap bagi siswa baru SD kelas 1 dan SMP kelas 1. Pemkab badung juga telah menggratiskan pajak bumi dan bangunan bagi masyarakat Badung, serta pemasangan infrastuktur wifi gratis dari ujung utara hingga selatan kabupaten badung.
Kelian Adat Kiadan I Wayan Sukra juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati Badung yang telah memberikan bantuan gong kepada krama Desa Adat Kiadan. Bantuan ini sangat bermanfaat untuk pelestarian seni budaya dan mendukung pelaksanaan upacara yadnya khususnya di desa adat Kiadan. Untuk itu, masyarakat Kiadan akan selalu mendukung program kegiatan dari bapak bupati badung dalam upaya mensejahterakan masyarakat. (put)
google-site-verification: google7d59b1e99861fab7.html