JA Teline V - шаблон joomla Форекс

BADUNG
Typography

MANGUPURA - fajarbaliu.com | Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Badung melakukan rapid test terhadap warga Banjar Sayan Baleran, Desa Werdhi Buana, Mengwi, Kamis (21/5/2020) usai adanya transmisi lokal. Rapid di tiga pos yakni Wantilan Pura Puseh, Wantilan Pura Dalem dan  Pura Prajapati di Setra. Rapid test ini dilakukan karena di wilayah Werdi Buana masuk dalam wilayah kasus transmisi lokal. Dari 314 yang mengikuti rapid test, 12 orang dinyatakan reaktif. 

 

 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Badung, Dr Nyoman Gunarta ditemui di Pos Wantilan Pura Puseh mengatakan, awalnya pihaknya menargetkan 1200 orang yang mengikuti rapid tes. Namun, sebelumnya sebanyak 123 orang yang sudah melakukan rapid test.

“Pemberitahuan kepada seluruh warga sudah dilakukan. Bahkan sudah dikasi nomor. Nanti kita jadwalkan kembali," ujarnya ditemui di pos wantilan Pura Puseh Banjar Sayan Baleran.

Koordinator Satuan Tugas Operasi di Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid -19 Kabupaten Badung mengungkapkan, bagi warga yang hasilnya reaktif, langsung dibawa ke RSD Mangusada untuk dilakukan swab test.

"Sementara menunggu hasil swab keluar, warga akan kami karantina di rumah singgah yang disediakan Pemkab Badung. Nanti swab dilakukan 2 kali, jika keduanya negatif baru diperbolehkan pulang," ungkapnya.

Kepala Seksi Surveilance dan Imunisasi Diskes Badung I Gusti Agung Alit Naya menambahkan, wantilan Pura Dalem dari 181 ada 8 yang reaktif, Wantilan Pura Puseh dari 73 ada 3 yang reaktif, Bale Panjang Setra dari 60 ada 1 yang reaktif. "Itungan kami ada 3,8 persen dari pelaksanaan rapid hari ini. Untuk rapid berikutnya kami akan koordinasi dengan desa kapan pasnya waktu yang akan kita ambil," bebernya.

Melihat sedikitnya warga yang datang, pihaknya menduga lantaran masyarakat takut akan hasil rapid test. "Inilah yang menjadi PR kita untuk mengedukasi masyarakat agar betul-betul sadar. Kami tetap ingatkan agar masyarakat tidak terlalu panik dan mengikuti protokol-protokol kesehatan akan terhindar dari virus," imbaunya.

Sementara, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Provinsi Bali, I Made Rentin yang juga hadir di lokasi mengingatkan, agar dijadwalkan kembali rapid tes kedua bagi warga yang belum datang. "Ingat, hasil reaktif belum tentu keputusan final bahwa yang bersangkutan adalah positif Covid-19. Masih harus menunggu hasil swab. Ingat swab dua kali," ujarnya. 

Terkait tes swab, pihaknya menyerahkan ke masing-masing kabupaten/kota. Jika dilihat dari grafik, Badung katanya tergolong masih ringan. Namun, dalam kasus Covid-19 jumlah yang sedikit perkembangannya belum tentu laju virus akan lambat. "Satu saja yang kena, bisa menularkan satu desa. Jumlah banyak atau sedikit bukan menjadi ukuran. Bagaimana memutus paparan Covi-19 terhadap warga yang lain," paparnya.(put)