JA Teline V - шаблон joomla Форекс

DENPASAR
Typography

DENPASARFajarbali.com | Hujan deras yang mengguyur Kota Denpasar dan sekitarnya beberapa hari belakangan ini rupanya menyebabkan luapan air di beberapa titik di Kota Denpasar. 

Seperti yang nampak di kompleks perumahan Kubu Pratama Indah, di JI.  Imam Bonjol No. 417, Pemecutan Kelod, Denpasar Barat, Kota Denpasar. 
 
“Kami dari lingkungan perumahan Kubu Pratama Indah sering menghadapi kondisi banjir dan aliran pembuangan air yang tidak lancar  selama musim penghujan,” sebut Made salah seorang warga yang telah 10 tahun tinggal di lingkungan perumahan Kubu Pratama Indah, Jumat (8/1/2021) ketika ditemui di lokasi.
 
Pantauan di lapangan, luapan air setinggi pinggang orang dewasa memenuhi ruas jalan di  perumahan. Akibatnya aktivitas warga sekitar terganggu lantaran jalan keluar perumahan  terhalang dan parahnya luapan air masuk hingga ke rumah warga.

Parhnya lahi, bahkan ada beberapa warga yang menggunakan empat mesin pompa untuk mengeluarkan air dari dalam rumahnya.
 
“Ini seperti ulang tahun, setiap tahun selalu berulang dengan kondisi yang sama,” ungkap Made.
 
Made meneruskan, menghadapi kondisi tersebut, warga sempat  bersurat kepada Walikota Denpasar Cq: Kepala Dinas Perumahan dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Denpasar. 
 
“Kondisi ini telah disampaikan kepada pihak lingkungan atau kepala perumahan di lingkungan perumahan Kubu Pratama Indah, namun hingga saat ini, belum mendapat tindak lanjut,” tuturnya. 

Made juga mengatakan bahwa, memang sempat ada pihak dinas PU yang datang untuk memantau, tapi juga tidak ada kelanjutannya. "Sempat datang orang yang katanya dari PU, tapi juga cuma datang belum ada kelanjutany," jelasnya. 
 
Diketahui, akibat hujam lebat itu, kondisi parah terjadi di blok A dan B dimana sekitar 35 warga perumahan nyaris lumpuh tak bisa ke luar melakukan aktivitas.

Warga yang tinggal di kedua blok tersebut ketika menyadari hujan lebat, mengantisipasi dengan mengeluarkan kendaraan mereka dari garasi masing-masing ke tempat yang lebih aman.   
 
“Ada juga warga kami yang telah menyiapkan perahu karet,” sebutnya. 
 
Warga yang sempat ditemui disekitar perumahan meminta pemerintah turun tangan membantu mereka mengatasi persoalan yang tiap tahun terjadi. 
 
“Salah satunya mungkin dengan melakukan revitalisasi kali yang ada di belakang perumahan. Debit air saat hujan deras rupanya tidak lagi tertampung, akibatnya air kali masuk ke perumahan,” jelasnya, sembari berujar mesti ada langkah konkrit mengatasi kondisi yang terjadi, agar warga tidak lagi was-was ketika musim hujan tiba.(eli)