JA Teline V - шаблон joomla Форекс

DENPASAR
Typography
Denpasar-fajarbali.com | Pro-kontra adanya larangan mudik Lebaran tahun ini masih menjadi perbincangan hangat dikalangan masyarakat. Tak sedikit dari mereka bersikeras untuk melakukan perjalanan mudik walaupun keputusan dilarang mudik telah disampaikan Pemerintah Pusat.



Meski tak menampik larangan mudik akan berdampak terhadap kunjungan wisatawan, namun kalangan pelaku usaha di Bali tetap menyambut positif upaya pemerintah memutus mata rantai penularan Covid-19 dengan melarang mudik pada Lebaran tahun ini.

"Dengan adanya larangan mudik diharapkan kasus positif di Bali dapat ditekan. Sehingga rencana pemerintah untuk membuka pariwisata untuk wisatawan mancanegara (wisman) pada Juni atau Juli mendatang dapat segera terealisasikan," ujar Ketua Umum Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Bali Pande Agus Permana Widura, Rabu (7/4/2021).

Baca Juga :
Perdana, PMI Bali Lepas Tim TDB ke NTT
Petugas Gabungan, Sisir Rutan Negara


Ia menilai kebijakan pemerintah ini sudah tepat. Larangan mudik bisa dijadikan potensi bagi pemerintah untuk menggodok kesiapan atau uji coba rencana dibukanya airport internasional pada Juni-Juli dengan berkurangnya kasus Covid-19 di Bali.

Kendati demikian, pihaknya berharap ada ketegasan terkait regulasi jelas antara mudik dan liburan. Harapannya, pada Juni-Juli mendatang Bali benar-benar sudah siap menyambut wisman. Untuk itu, perlu peran semua pihak, dalam artian semua masyarakat dan pemerintah untuk mempersiapkan diri sejak saat ini sehingga tidak ada lagi lockdown dan PPKM.

"Termasuk, harapan pelaksanaan vaksinasi bisa merata dan lancar digelar sehingga gerbang internasional bisa segera dibuka," terangnya.

Dengan terlaksananya vaksinasi di seluruh Bali maka akan terbentuk herd immunity dan bisa memberitakan ke pasar internasional bila masyarakat Bali sudah divaksin.

"Bila masyarakat Bali sudah divaksinasi maka menjadi suatu terobosan dan meyakinkan wisman datang ke Bali. Kami berharap ada data jumlah masyarakat Bali yang sudah divaksin. Pasalnya, hal ini tentu akan mendukung ekonomi Bali yang berasal dari sektor pariwisata agar bisa segara bangkit," imbuhnya.

Seperti diberitakan, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menyebutkan, pemerintah melarang mudik Lebaran tahun ini menyusul masih berlangsungnya pandemi Covid-19 di Tanah Air. Pertimbangannya, masa libur termasuk perayaan momen keagamaan kerap menyumbang kenaikan angka kasus Covid-19. (dha)