JA Teline V - шаблон joomla Форекс

DENPASAR
Typography
DENPASAR-fajarbali.com | Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) PDIP ke-48 dirayakan dengan menggelar berbagai lomba. Peringatan tersebut dilakukan hingga berlangsungnya Bulan Bung Karno yang akan jatuh pada Bulan Juni mendatang.



Salah satu lomba yang digelar adalah Lomba Desain Kreasi Busana Adat ke Kantor Pakem Bali. Koordinator lomba tersebut Ni Ni Wayan Sari Galung menjelaskan, Lomba  Desain Kreasi Busana Adat ke Kantor Pakem Bali merupakan implementasi dari Visi Misi Gubernur Bali yakni Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Disamping itu, sebagai implementasi Peraturan Gubernur (Pergub) Bali Nomor 79 Tahun 2018 terkait penggunaan Busana Adat Bali serta Surat Edaran (SE) Gubernur Bali Nomor 04 Tahun 2021 tentang Penggunaan Kain Tenun Ikat (Endek) Bali.

“Payung Hukum ini sebagai upaya nyata pemerintah dalam melestarikan busana adat Bali dan kain tenun tradisional Bali yang kini telah mulai terdegradasi,” kata Sari Galung.

Baca Juga :
Sisihkan Puluhan Ribu Peserta, Puluhan Satdik di Buleleng Menjadi Sekolah Penggerak
Diduga Akan Maling Hewan, Kepang Dihajar Massa


Bukan itu saja, Srikandi asal Kota Denpasar ini juga menilai bahwa saat ini banyak pegawai pemerintah di Provinsi Bali yang penggunaan pakaian adat Bali tidak sesuai dengan Pakem Bali. Atas dasar inilah, PDIP Bali berinisiatif untuk menggelar lomba tersebut. Diharapkan, dengan adanya Lomba  Desain Kreasi Busana Adat ke Kantor Pakem Bali, penggunaan busana adat Bali bisa semakin dibenahi. 

"Banyak yang saya lihat pegawai perkantoran menggunakan pakaian adat tidak sesuai pakem Bali. Sehingga kami membuat ajang lomba dalam membenahi hal tersebut. Ini juga sebagai upaya nyata kami dalam melestarikan busana adat Bali,” jelasnya.

Menurutnya, sebagai kader PDIP, ia bersama kader-kader lainnya memiliki tanggungjawab untuk mensosialisasikan penggunaan busana adat sesuai pakem. Sebab di dalamnya terkandung filosofi mendalam yang menjadi warisan serta tradisi para leluhur.  Kegiatan itu juga memberikan kesempatan berkreasi pada generasi muda untuk menuangkan bakatnya meski dalam situasi pandemi.

"Ini sejalan dengan program pemerintah dalam membangun karakter bangsa yang berkepribadian dalam kebudayaan. Lomba ini melibatkan 136 peserta dari kalangan pelajar dan mahasiswa se -Bali," tambahnya.

Disisi lain, Koordinator Umum Lomba HUT PDIP ke-48 Provinsi Bali Dewa Made Mahadnyana menjelaskan, setidaknya ada tujuh kegiatan yang digelar. Diantaranya, Lomba Cocktail Berbahan Dasar Arak Bali, Lomba Barista Kopi Bali, Lomba Cerdas Cermat Susastra Bali, Lomba Desain Kreatif Motif Desain Endek Bali, Lomba Desain Kreasi Busana Adat ke Kantor Pakem Bali, Lomba Website Aksara Bali, Bakti Sosial Bantuan Kepada Siswa SD/SMP/SMK/SMA/SLB yang Yatim Piatu dan Berprestasi.

Menurut pria yang disapa Dewa Jack ini, semua kegiatan tersebut melibatkan masyarakat. Dan tentunya akan berdampak pada sektor perekonomian masyarakat Bali. Pasalnya, semua yang kegiatan ada keterkaitan dengan produk lokal Bali.

"Ketujuh lomba ini dapat mengedukasi masyarakat, sebab saat pandemi sangat perlu dan sangat penting diperhatikan dalam produk maupun  pemasaran nantinya. Pemerintah juga harus hadir di dalamnya," tambahnya.

Terakhir, Dewa Jack berharap, semua kegiatan yang dilakukan oleh PDIP Bali bisa bermanfaat bagi masyarakat dan ikut memberikan sumbangsih bagi pembangunan Bali.

“Semoga apa yang kami lakukan pada HUT ke-48 PDIP di Provinsi Bali tentu mengkomunikasin keberadaan partai pada masyarakat luas. Dan semoga semua bermanfaat dan memberikan effeck keberadaan partai kami. Sehingga kami tetap kedepannya ikut membangun daerah Bali yang kami cintai ini,” pungkasnya. (her)