JA Teline V - шаблон joomla Форекс

DENPASAR
Typography
DENPASAR-fajarbali.com | Guna penguatan mendapat simpati dari berbagai kalangan di Bali, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Bali terus melakukan Safari Politik. Setelah mengunjungi beberapa Ormas Islam, kali ini PKB Provinsi Bali mengunjungi para tokoh Puri di Bali.

Kali ini yang menjadi tujuan dari Safari Politik PKB Provinsi Bali adalah Puri Satria. Dimana, jajaran pengurus PKB Bali bertemu dengan Pelingsir Puri Satria yang juga mantan Ketua DPD PDIP Bali Anak Agung Ngurah Oka Ratmadi atau yang akrab disapa Cok Rat.

Pada pertemuan yang digelar di Puri Satria pada Sabtu (17/04/2021) itu tersebut, diikuti beberapa pengurus teras DPW PKB Bali diantaranya Ketua DPW PKB Bali, H. Bambang Sutiyono alias Bang Yono, Sekretaris DPW PKB Bali, H. Imam Mutammam Setiawan, Bendahara DPW PKB Bali, H. Sunoto Bin Sutiyo, dan Kepala Sekretariat DPW PKB Bali, Imam Subakti. Rombongan sendiri ditemui langsung oleh Cok Rat yang didampingi oleh Penglingsir Puri Agung Jro Kuta, I Gusti Ngurah Jaka Pratidnya alias Turah Joko, dan Penglingsir Puri Gede Karangasem, Anak Agung Bagus Ngurah Agung.

Baca juga :
Sisihkan Puluhan Ribu Peserta, Puluhan Satdik di Buleleng Menjadi Sekolah Penggerak
Wabup Suiasa Ajak Keluarga Besar Ansor dan Banser Jaga Persaudaraan dengan Nafas Religius

Ketua DPW PKB Provinsi Bali Bambang Sutiyono menyatakan, Safari Politik tersebut merupakan bagian dari Silaturahmi dari kepengurusan PKB Provinsi Bali periode 2021-2026 yang baru saja dilantik pada Musyawarah Wilayah (Muswil) beberapa waktu yang lalu.

“Tujuan kami datang kemarin untuk silaturahmi sekaligus melaporkan hasil Muswil DPW PKB Bali 16 Januari 2021 dengan kami menyerahkan SK kepengurusan DPW PKB Bali masa bakti 2021-2026,” katanya.

Safari Politik juga dilakukan juga bertepatan dengan awal Bulan Ramadhan serta Hari Raya Galungan dan Kuningan. Dimana hal tersebut merupakan pengejawantahan tradisi dan ajaran yang diberikan pendiri PKB yakni KH. Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Selain itu, pihaknya juga mengaku ingin meminta wejangan dan petunjuk dari para penglingsir Puri terkait membangun Bali.

“Untuk itulah kami hadir di sini, saya hadir pertama di sini, jadi merasa terhormat, pimpinan kami, tetua kami. Kami niki warga Atu Cokorda apalagi Gus Dur mengajarkan kami, kami mohon wejangannya dan petunjuk untuk berpolitik dan menyama braya. Nasihat Gus Dur, itu mengajarkan Islam Rahmatan Lil alamin yang juga mencintai Bali,” tandasnya.

Sementara itu, Pelingsir Puri Satria Anak Agung Ngurah Oka Ratmadi menyatakan sangat apresiasi dengan Safari Politik yang dilakukan oleh PKB Provinsi Bali. Menurutnya, Puri sangat terbuka bagi siapa pun tanpa memandang status ataupun padangan politik.

“Saya turut berbahagia, disamping saya orang puri, ada kelompok partai politik yang datang sowan, sangat istimewa,” kata mantan Ketua DPRD Bali ini.

Cok Rat juga meminta agar PKB Provinsi Bali untuk tetap menjaga marwah demokrasi. Jika marwah demokrasi hancur, tentunya pemerintah otoriter akan berkuasa.

“Saya minta dengan sangat harus di jaga marwah demokrasi, partai politik yang ikut pemilu. Kalau sampai marwah demokrasi rusak, bisa otoriter kita, apakah anda mau. Jangan sampai itu,” akunya.

PKB yang tak lepas dari Islam, diharapkan untuk tetap menjadi toleransi dan keberagaman yang sudah terjalin sejak lama di Bali. Sama halnya dengan konsep Tri Hita Karana yang telah menjadi pedoman bagi masyarakat Hindu di Bali.

“Kekurangan-kekurangan pasti banyak, jangan kekurangan ini dipertentangkan, kalau terus bisa menjadi-jadi ini. Kita ada Tri Hita Karana, yang jelas keharmonisan hubungan antara manusia, alam, dan Tuhan. Jangan kita mempertentangkan antar kepercayaan kita, jangan karena ada perbedaan kecil perang,” papar dia.

Di sisi lain, Penglingsir Puri Agung Jro Kuta, I Gusti Ngurah Jaka Pratidnya alias Turah Joko juga mengatakan bahwa pihaknya juga merasa terhormat mendapat kunjungan dari jajaran PKB Bali. Turah Joko juga menceritakan ikatan persaudaraan antara masyarakat Bali, khususnya Puri-puri dengan umat Islam yang sudah terjalin sejak dahulu.

Bahkan, ia menegaskan bahwa menurutnya para umat Islam di Bali dikenal sebagai Nyama Selam atau saudara Islam. Sehingga, pihaknya juga berharap ada sinergitas dalam membangun Bali antara PKB sebagai representasi umat Islam Bali dengan Puri sebagai representasi umat Hindu.

“Kami salah satu saudara Puri Satria, merasa berbangga, toleransi ini tetap kita bisa pegang sampai anak cucu. Kami selalu menganggap bapak semua saudara, nyama selam, itu istilah dari dulu. Ini akan menjalin silaturahmi yang luar biasa, bahwa antara Puri dengan Nyama Selam dari dulu kala sudah bersinergi dan mengikuti arahan dari Penglingsir kami di Puri,” tegasnya.

Mendapat arahan tersebut, Bambang Sutiyono mengaku merasa terharu dengan wejangan-wejangan tersebut. Bahkan, ia menegaskan wejangan-wejangan tersebut menjadi salah satu langkah dan semangat PKB untuk berbakti membangun Bali.

“Astungkara hari ini kami banyak ilmu dari Ida Cokorda, semoga kami bisa menjadi penegak demokrasi, kami mohon bimbingannya. Kami merasa terharu, kami mengakui adalah Tamiu, setelah mendengar kami bagian dari nyama selam kami terharu, ini membuat semangat kami untuk membangun dan berbakti untuk Bali,” pungkasnya. (her)