JA Teline V - шаблон joomla Форекс

Aksi Demo Mahasiswa Papua Tolak IMF Dibubarkan Pecalang 

DENPASAR
Typography

DENPASAR-fajarbali.com | Aksi demo yang diprakarsai Aliansi Mahasiswa Papua Komite Kota (AMP KK) Bali menolak pelaksanaan IMF-WB di Nusa Dua, berlangsung di bundaran Renon, Denpasar, Kamis (11/10/2018).

Namun aksi demo itu dibubarkan puluhan pecalang Adat Tanjung Bungkak dan Paguyuban Sandi Murti dengan pengawalan ketat Unit Patroli Polresta Denpasar dan Polsek Denpasar Timur. 

Kurang lebih 35 mahasiswa dari AMP KK Bali dengan koordinator lapangan Jenno Domogo, berunjuk rasa di depan bundaran Renon Denpasar, sekitar pukul 09.25 Wita. Dalam aksi demo tersebut mahasiswa membawa alat peraga berupa Toa, spanduk besar bertuliskan “Tolak AM IMF-WBG, Hak Menentukan Nasib Sendiri Sebagai Solusi Demokrasi Bagi Bangsa papua Barat.” 

Selain itu juga pamplet bertuliskan Tolak, Tanah Untuk Rakyat Bukan Untuk Investor, Tolak Bubarkan IMF-Bank Dunia, Hentikan Intimidasi Kepada Rakyat. “Kami menolak adanya kegiatan IMF-WB yang diselenggarakan di Nusa Dua dan menuntut menentukan nasib sendiri di Papua Barat,” teriak Jenno selaku Ketua AMP KK Bali ini. 

Setelah berorasi di bundaran Renon, puluhan pendemo dengan berjalan kaki bergeser ke arah Plaza Renon. Namun, perjalanan para mahasiswa itu dihadang 20 pecalang dari Desa Adat Tanjung Bungkak dipimpin Bendesa Adat Tanjung Bungkak dan dari Paguyuban Sandi Murti dengan korlap Gusyadi. 

Sempat terjadi cekcok mulut, akhirnya puluhan pendemo membubarkan diri dan batal melakukan aksi demo ke Konsulat Amerika Serikat. Bubarnya para pendemo dikawal ketat Unit Patroli Polresta Denpasar dan Polsek Denpasar Timur hingga menuju Parkir Timur Bajra Sandhi, Renon, Denpasar. 

Sementara menurut Kabag Ops Polresta Denpasar Kompol Nyoman Gatra selama berjalannya aksi demo di Renon, berjalan kondusif. “Aksi damai kami bubarkan bersama sama dengan Paguyuban Sandi Murti dan Pecalang Adat Desa Tanjung Bungkak dan tidak menimbulkan persoalan,” ujarnya Kamis (11/10). (hen)