JA Teline V - шаблон joomla Форекс

DENPASAR
Typography

DENPASAR-fajarbali.com | Peraturan Gubernur (Pergub) Bali Nomor 97 Tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai diharapkan oleh Komisi IV DPRD Bali sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan. 

"Pergub ini harus disosialisasikan dan dijadikan momentum untuk membangun kesadaran kolektif. Bahwa penggunaan Plastik secara berlebihan kemudian yang dibuang sembarangan sangat membahayakan lingkungan akan mengganggu ekosistem dan kesehatan manusia," ujar Ketua Komisi IV DPRD Bali Nyoman Parta, Sabtu (5/1/2019).

Tak hanya itu, dengan adanya Pergub tersebut, diklaim bisa menekan penggunaan plastik dalam kehidupan masyarakat Bali. Begitu juga dengan persoalan sampah yang menjadi permasalahan kompleks di Bali akan teratasi. "Pentingnnya melakulan sosialisasi secara masif pergub ini agar persoalan sampah bisa dicarikan selusi dari hulu ke hilir," tambahnya. 

Persoalan sampah pada dasarnya bukan hanya menjadi tanggungan pemerintah saja, melainkan semua pihak. Dimulai dari diri sendiri dilingkungan keluarga. Jika hal itu dilakukan, maka persoalan sampah akan teratasi.

"Berdayakan keluarga tentang  bagaimana memperlakukan sampah plastik dirumah tangga. Karena menurut pengamatan saya, rumah tangga paling banyak memproduksi sampah. Keluarga kecil saja minimal 20 plastik sehari. jika dikalikan dengan seluruh rumah tangga di Bali.  belkm lagi sampah plastik dari pasar dan akomodasi pariwisata, hotel, restoran, tempat tujuan wisata, dan juga tempat ibadah," tandasnya. 

Pergub, lanjut Parta, pada prinsipnya untuk mengurangi penggunaan dengan cara menggunakan ulang plastik. Bila ada tempat-tempat penghasil plastik bisa dilakukan menyadaran dan pemberdayaan sekitar 65 persen saja, persoalan sampah bisa diselesaikan. Sisanya sekitar 35 persen  masih bisa di olah ulang serta hasil residunya. 

Parta mencontohkan seperti yang dirinya lakukan sejak lama. Sebagai wakil rakyat, dirinya juga konsern terhadap lingkungan dengan melakukan bersih-bersih sampah. Hal ini dirinya galakkan supaya masyarakat tergerak hatinya untuk peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar. 

"saya sudah 3 tahun lebih pungut-pungut plastik bersama dengan relawan perduli lingkungan. Semua sepakat sampah plastik berbahaya merusak lingkungan tapi tindakannya tetap buang pkastik sembarangan," jelasnya. (her)