JA Teline V - шаблон joomla Форекс

DENPASAR
Typography

DENPASAR-fajarbali.com | Sejak Kabareskrim Polri dijabat oleh Komjen Pol. H. Arief Sulistyanto M.Si, 17 Agustus 2018. Angin perubahan seakan tidak pernah berhenti di tubuh Reserse Polri.

Terakhir, seluruh Direktur Reserse Polda se-Indonesia melaksanakan penandatangan komitmen integritas. Menindak lanjuti hal tersebut, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Bali Kombes Pol. Andi Fairan, S.I.K.,M.S.M., Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Bali Kombes Pol Yuliar Kus Nugroho dan Direktur Reserse Narkoba Polda Bali Kombes Pol.  Gunarso melaksanakan penandatanganan komitmen integritas penyidik dilanjutkan dengan penyampaian hasil rakornis Bareskrim Polri 2018 serta anev tahunan Ditreskrimum, Ditreskrimsus dan Ditresnakoba Polda Bali yang dilaksanakan di Gedung Rupatama Polda Bali. (Rabu 9/1/2019).

Penandatangan komitmen intergritas penyidik dan penyampaian hasil rakornis Bareskrim Polri 2018 serta anev tahunan ini diikuti oleh seluruh Kasubdit Reserse Kriminal Umum, Kasubdit Reserse Kriminal Khusus, Kasubdit Reserse Narkoba Polda Bali, Kasat Reskrim dan Kasat Narkoba Polres jajaran Polda Bali serta Perwakilan Kanit Reskrim Polsek sejajaran Polda Bali.

Kombes Pol. Andi Fairan, S.I.K.,M.S.M. dalam kegiatan tersebut menyampaikan sebagai realisasi pelaksanaan rencana kerja yang telah di programkan termasuk mengidentifikasi permasalahan dan hal-hal yang menjadi hambatan dalam pelaksanaan tugas fungsi Reskrim kewilayahan.

Personel Polda Bali yang bertugas di fungsi Reserse diharapkan dapat menguatkan etika moral, memupuk kembali jiwa esprit de corps, mengasah keterampilannya sebagaimana kebijakan Kabareskrim Polri yakni pembenahan internal reskrim.

“Semua jajaran reserse Polda Bali dan Kasat Polres Jajaran Polda Bali sepakat untuk benahi Reskrim Polda Bali dan Reskrim Polri pada umumnya untuk memberikan Reserse rasa baru kepada masyarakat dalam penegakan hukum dan penyidikan yang cepat – tepat – tuntas,” ucap Kombes Pol. Andi Fairan.

Menurutnya, tahun Anggaran 2019 ini merupakan momen yang sangat penting dalam upaya meningkatkan kemampuan profesi, menyamakan persepsi, menguatkan komitmen, menganalisa dan mengevaluasi permasalahan dan tantangan yang saat ini makin berkembang.

“Khususnya terkait dalam pelaksanaan tugas pengamanan pesta demokrasi, yaitu tahapan pemilihan anggota legislatif serta pemilihan presiden dan wakil presiden yang akan digelar pada 17 April 2019 mendatang," ujarnya. (hen)