JA Teline V - шаблон joomla Форекс

DENPASAR
Typography

DENPASAR-fajarbali.com | Pria kelahiran Denpasar bernama Kadek Ari Wisnu Pariyatna (30) hanya bisa menundukkan kepalanya saat dituntut hukuman sembilan tahun penjara dalam sidang, Kamis (14/3/2019) di PN Denpasar. 

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Cokorda Intan Merlani Dewie dalam amar tuntutannya menyatakan perbuatan terdakwa yang ditangkap menguasai 20 paket sabu sabu seberat 4,28 gram itu melanggar Pasal 112 ayat (1) UU Narkotika. 

"Terdakwa terbukti bersalah secara tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan Narkotika Golongan I dalam bentuk bukan tanaman, memohon kepada majelis hakim untuk menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 9 tahun," sebut jaksa Kejari Denpasar itu. 

Mendengar tuntutan itu, terdakwa yang beralamat di Jalan Cekomaria Gang Padma atau di Perumahan Grand Kori Jalan Nuansa Hijau Utama XV No 15 Denpasar itu  hanya bisa terdiam sambil menundukkan kepalnya. 

Dalam surat tuntutan, JPU juga membeberkan sejumlah fakta yang terungkap selama persidangan. Diantara terkait penangkapan terdakwa. Disebutkan, terdakwa ditangkap pada tanggal 16 November 2018 sekira pukul 20.00 Wita. 

Terdakwa yang saat itu berada di Jalan Yadistira No. 909, Semenjak, Kuta, sesuai laporan masyarakat ke polisi diduga memiliki Narkotika. Dari penangkapan terdakwa ini polisi berhasil mengamankan barang bukti 12 paket sabu-sabu. 

Kepada petugas, terdakwa mengaku sabu-sabu itu adalah milik Agus (DPO). "Terdakwa hanya diberi tugas untuk menempel sabu dan mendapat upah Rp 50 ribu untuk satu tempelan,"ujar jpu dalam tuntutannya. (eli)