JA Teline V - шаблон joomla Форекс

DENPASAR
Typography

DENPASAR - fajarbali.com | Penyebab tewasnya I Ketut Danu Tirtayasa (23) karyawan Karaoke & Spa Royal Palace di Denpasar Barat, yang ditemukan terkapar di Jalan Cok Agung Tresna-Drupadi Denpasar Timur, Minggu (2/2/2020) dinihari, akhirnya diungkap Satuan Lalulintas Polresta Denpasar. Pria asal Karangasem yang  sebelumnya disebut-sebut korban begal, ternyata korban kecelakaan lalulintas.

 

Menurut Kasubag Humas Polresta Denpasar Iptu Andi Muhamad Nurul Yaqin, korban Danu awalnya viral di medsos diduga korban begal. Dia ditemukan bersimbah darah di Jalan Cok Agung Tresna Denpasar Timur, pada Minggu (2/2/2020) sekitar pukul 05.30 Wita.

Bahkan, sepeda motor, dompet dan handphone milik korban hilang di TKP. "Pihak keluarga kemudian mengeceknya ke RSUP Sanglah Denpasar dan benar merupakan salah satu keluarganya," ujar Iptu Yaqin, Minggu (9/2/2020). 

Sementara dari asil penyelidikan anggota buser Polsek Denpasar Timur, pihak BPBD membenarkan bahwa korban ditemukan kecelakaan. Dilokasi kejadian, petugas menemukan pria asal Desa Aat Tenganan Dauh Tukad Karangasem itu masih bernafas. Ia mengenakan helm tapi kondisi helm sudah pecah. Saat helm dibuka, terlihat luka dibagian muka dan kepala bagian kiri.

Petugas selanjutnya membawa karyawan Karaoke dan Spa Royal Palace itu ke RSUP Sanglah Denpasar. Setelah menjalani perawatan intensif, Korban akhirnya merengang nyawa, pada Selasa (4/2/2020) dan dibawa ke kamar jenasah sebagai Mr X. Dari keterangan Dokter Alit dari bagian kamar jenasah menyatakan bahwa korban luka pada kepala karena kecelakaan, dan tidak ada tanda-tanda kekerasan lainnya.

Perwira Polisi asal Makassar Sulawesi Selatan ini menegaskan, hasil penyelidikan diperoleh fakta bahwa korban mengalami kecelakaan lalulintas. Di TKP ada bekas pecahan helm dan ada kayu pohon besar bekas ditabrak oleh korban. "Hasil penyelidikan anggota Satlantas, kejadian ini merupakan kecelakaan, korban menabrak pohon di TKP," ungkapnya.

Namun untuk motor, dompet serta HP tidak ditemukan di lokasi. "Keterangan dari Dokter BPBD korban berbau alhokol. Saat ditemukan masyarakat ramai dan korban tanpa identitas," ujar mantan Kanitreskrim Polsek Kuta Selatan ini. 

Terkait musibah, pihak keluarga korban sudah menerimanya sebagai laka lantas dan saat ini sudah melaporkan kejadian ini ke laka resta. Untuk sepeda motor, HP dan dompet korban belum jelas keberadaannya, masih dalam penyelidikan. (hen).