JA Teline V - шаблон joomla Форекс

HUKUM & KRIMINAL
Typography

DENPASAR - Fajarbali.com | Pernyataan pihak Kejaksaaan yang menyebut Ida Bagus Surya Bhuana alias Gusnik terpidana 5 tahun dalam kasus korupsi pada PT. Dapen Pupuk Kaltim yang ditangkap di Bali, Kamis (15/10/2020) masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) diprotes oleh tim kuasa hukumnya. 

Johanes Budi Raharjo dan Jhon Korassa Sonbai selalu kuasa Gusnik pun langsung mempertanyakan apa dasar Kejaksaan memasukan nama Gusnik dalam DPO. 

"Kejaksaan tidak pernah melakukan panggilan terhadap klien kami (Gusnik) terkait rencana atau pemberitahuan eksekusi. Dengan demikian, kami mempertanyakan,  atas dasar hukum apa kejaksaan menyebut klien kami masuk DPO," kata Budi Raharjo belum lama ini. 

"Menurut kami, dengan tidak adanya dasar memasukkan klien kami dalam DPO namun dihadapan wartawan mengatakan DPO, maka Kejaksaan telah membohongi masyarakat," timpal John Korassa. 

Selain itu John Korassa juga kembali mempertanyakan dasar hukum pelaksanaan eksekusi terhadap Gusnik.

"Sama halnya dengan penetapan DPO, eksekusi yang dilaksanakan jaksa terhadap Gusnik hingga saat ini menurut kami sama sekali tidak ada dasar hukumnya," ungkap John Korassa. 

Dikonfirmasi terpisah, Kasi Penerangan dan Hukum (Kasi Penkum) Kejaksaan Tinggi Bali, A Luga Herlianto mengatakan, apa yang disampaikan kepada sejumlah wartawan di Bali adalah berdasarkan data yang didapat dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Pusat.

"Untuk lebih jelasnya, baik mengenai pelaksanaan eksekusi dan penetapan DPO, akan lebih baik langsung saja bertanya ke Kejari Jakarta Pusat, sebab semua data yang kami sampaikan ke rekan media kami dapatkan dari Kejari Jakarta Pusat," jawab pejabat yang akrab disapa Luga. 

Selain itu, Luga juga menyampaikan, pernyataan bahwa terpidana Ida Bagus Surya Bhuana sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang juga sempat dilontarkan oleh Hari Setiyono selaku Kapuspenkum Kejagung dibeberapa media massa. 

Sepeti diberitakan, tim jaksa eksekutor dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Pusat yang dibantu oleh tim jaksa Kejari Badung dan Kejati Bali, Kamis (15/10/2020) lalu melaksanakan eksekusi terhadap terpidana kasus korupsi atas nama Ida Bagus Surya Bhuana. 

Diketahui, Ida Bagus Surya Bhuana adalah terpidana 5 tahun penjara atas kasus korupsi pada PT. Dapen Pupuk Kaltim. Kasi Penerangan dan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Bali A Luga Herlianto membenarkan soal adanya eksekusi tersebut. 

Kasi Penkum Luga mengatakan,  eksekusi dilakuan berdasarkan Putusan MA Nomor 1230 K/Pid.Sus/2020 tanggal 29 Juni 2020. Dimana dalam putusan itu menyatakan terdakwa Ida Bagus Surya Bhuana terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama. 

Terpidana dijerat dengan Pasal 2 Ayat (1) Jo. Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi.

Dikatakan pula, dalam petikan putusan tingkat kasasi menyatakan menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 5 tahun, denda Rp. 200 juta, subsider 6 bulan penjara. 

"Terdakwa juga divonis untuk membayar uang pengganti sebesar Rp 15 miliar dengan ketentuan apabila tidak dibayar diganti dengan hukuman kurungan selama 4 tahun," terang Luga saat itu.(eli)

HUKUM & KRIMINAL

Grid List


DENPASAR -fajarbali.com |Diduga sakit paru-paru, Juminah (49) ditemukan tewas di samping kloset tempat kerjanya di pertokoan Sudirman di Jalan Raya Sesetan Denpasar Selatan, Selasa (24/11/2020). 


DENPASAR -fajarbali.com |Penyidik Ditreskrimsus Polda Bali memeriksa dua saksi pentolan Forum Komunikasi Taksu Bali Dwipa, Selasa (24/11/2020) siang. Kedua saksi pelapor masing-masing I Gusti Ngurah Marthapan dan I Kadek Susila Setiabudi. 

 


Kedua saksi inilah yang melaporkan anggota DPD RI dapil Bali Arya Wedakarna dalam dua pasal sekaligus Yakni tentang UU ITE Nomor 11 Tahun 2008 Pasal 27 ayat 1 terkait konten melanggar kesusilaan. Dan, Pasal 28 Ayat 2 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang konten yang mengandung permusuhan berdasarkan suku, ras, agama, dan golongan. 


Kedua saksi pelapor bertemu dengan penyidik Ditreskrimsus Polda Bali didampingi 3 pengacaranya dari Bali Metangi dipimpin Agung Sanjaya dan 5 orang perwakilan dari Forkom Taksu Bali Dwipa. Mereka datang sekitar pukul 10.00 Wita dikawal puluhan orang perwakilan dari Forkom Taksu Bali Dwipa yang terdiri dari 44 elemen masyarakat. 


Menurut Agung Sanjaya, dalam pemeriksaan hanya IGN Marthapan yang diperiksa karena laporan kedua saksi sama persis. Saksi IGN Marthapan diperiksa selama kurang lebih 5 jam. Dari pukul 11.00 Wita hingga pukul 15.00 Wita. Dalam pemeriksaan selama 5 jam itu saksi dicecar 40 pertanyaan seputar dugaan penodaan agama dan soal seks bebas. 


"Tadi yang diperiksa hanya saksi pelapor IGN Marthapan. Untuk materi pemeriksaan saya belum bisa komentar karena ini adalah kewenangan penyidik. Kami berterimakasih ke Polda Bali karena sudah memberikan perhatian laporan dari klien kami. Semoga ini bisa sampai tuntas," ungkap Agung Sanjaya usai mendampingi kliennya di Polda Bali. 


Agung Sanjaya mengaku sangat yakin melihat keseriusan Polda Bali dalam kasus tersebut, dan sangat yakin laporan dalam bentuk pengaduan masyarakat (Dumas) itu bakal naik menjadi LP. Keseriusan lainnya, penyidik berencana akan memeriksa saksi lagi Minggu depan. 


"Minggu depan dipanggil lagi untuk dimintai keterangan tambahan. Minggu depan tak hanya saksi pelapor tapi juga saksi lainnya yang menguatkan," beber Agung Sanjaya. 


Menurut dia, saksi pelapor diperiksa terkait pernyataan AWK melalui salah satu chanel YouTube bernama Bali Berdaulat. Dimana melalui akun YouTube itu, AWK menyebutkan bahwa sosok yang disucikan oleh umat Hindu di Nusa Penida seperti Ratu Niang, Ratu Gede, Bhatara Sang Hyang Tohlangkir dikatakan bukan Dewa tetapi sebagai mahluk suci. 


Kemudian, ada juga video pidato AWK di salah satu SMA di Tabanan. Dalam video itu AWK menyarankan dan mendorong para pelajar melakukan seks bebas asal pakai kondom. 


"Kami juga membawa bukti video asli dari AWK yang dipersoalkan. Kalau nanti penyidik untuk minta bukti tambahan kami akan menyiapkannya," tegasnya lagi. 


Sementara dua saksi pelapor diperiksa, 


MENGWI -fajarbali.com |Penglingsir Puri Mengwi Anak Agung Gede menerima kunjungan Irjen Pol Dr. Petrus Reinhard Golose di kediamannya di Puri Mengwi, Kecamatan Mengwi Badung, pada Selasa, (24/11/2020) pagi. 


MENGWI -fajarbali.com |Bertempat di Pasar Mengwi, Desa Mengwi, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung terus dilaksanakan sidak  masker dalam rangka Yustisi Protokol Kesehatan Covid-19 sesuai Pergub Bali No. 46 Th. 2020 dan Perbup Badung No. 52 Tahun 2020, pada Selasa (24/11/2020) sekitar pukul 06.00 wita. 


DENPASAR -fajarbali.com |Jajaran Unit Reskrim Polsek Denpasar Barat berhasil menangkap pencuri motor yang beraksi di Jalan Marlboro XII depan warung kopi, Denpasar Barat, Kamis (19/11/2020) sore hari. Pelaku bernama Yudi Muhamad Sanusi (37) asal Bandung Jawa Barat. 


MANGUPURA -fajarbali.com |Jajaran Polres Badung dibawah komando Kabag Ops Kompol Wayan Suana mengawal pembukaan proses sortir dan lipat surat suara Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Badung yang berlangsung 9 Desember 2020 mendatang.


DENPASAR -fajarbali.com |Agus Aryana (35) kurang beruntung jadi maling. Saat membawa motor curian melintas di Jalan Pulau Misol Denpasar, Minggu (22/11/2020), pria yang kos di Jalan Griya Ayar Gang Delima Putih, Denpasar Selatan itu dibekuk Tim Resmob Polresta Denpasar. 

DENPASAR - Fajarbali.com |  Perkembangan Kasus gugatan wanprestasi yang dilayangkan pengacara Togar Situmorang, SH., MH., MAP.,CLA.,  terhadap pria asal Jerman Rolf Steffen Gornitz yang merupakan mantan kliennya terus bergulir di Pengadilan Negeri Denpasar dan makin menarik saja. 

DENPASAR - Fajarbali.com | Kuasa hukum oknum mahasiswa perguruan tinggi swasta di Denpasar berinisial HAS (23) yang diduga menjadi pelaku penculikan anak di bawah umur membantah jika HAS telah melakukan penculikan.


DENPASAR -fajarbali.com |Kejahatan jalanan kian merajela ditengah wabah pandemi covid-19. Seorang turis asing yang sedang mengendarai sepeda motor dijambret di pintu masuk Supermarket Lotte Mart di Jalan Bypass Ngurah Rai Serangan Denpasar Selatan, Sabtu (21/11/2020) siang.  

 


Peristiwa jambret itu terekam kamera CCTV dan kini tersebar luar di media sosial (medsos). Video diketahui berdurasi 19 detik. Dalam video tersebut terlihat seorang turis pria masuk ke dalam supermarket Lotte Mart. 


Tak lama dari arah belakang muncul seorang pria membuntuti dengan menggunakan sepeda motor. Pria tak dikenal itu langsung mengambil barang milik korban di dashboard depan motornya. 


Sadar dirinya dijambret, turis asing tersebut berbelok arah hendak mengejar. Namun nahas, turis tersebut kurang cetakan mengendalikan motornya hingga terjatuh. Sementara si jambret langsung kabur ke jalan raya. 


Menanggapi kejadian, Kanit Reskrim Polsek Denpasar Selatan AKP Hadimastika Karsito Putro mengaku belum menerima laporan dari korban. Ia akan mengecek kasus tersebut. "Kami selidiki dulu," ujarnya saat dihubungi wartawan, Minggu (22/11/2020) sore. (hen)


DENPASAR -fajarbali.com |Satu dari dua kawanan maling yang beraksi di Jalan Labak Indah No 1 Denpasar, dibekuk Tim Resmob dan Tim IT Ditreskrimum Polda Bali. Pelaku diketahui bernama Simson Tamo Bapa asal Kalanggaate Mata Kapore Kodi, Bangedo Nusa Tenggara Timur (NTT). 


MANGUPURA -fajarbali.com |Kejadian lakalantas terjadi di Jalan Raya Petitnget, Kuta Utara, Badung, Minggu (22/11). Mobil yang dikemudikan warga Perancis bernama Theo Bour (20) tiba-tiba nyelonong ke Balai Banjar Umasari, lalu menabrak Ketut Sutapa (63) yang sedang bersih-bersih di TKP. Dalam insiden tabrakan itu korban sempat terpental beberapa meter dan tewas di TKP.