JA Teline V - шаблон joomla Форекс

HUKUM & KRIMINAL
Typography

DENPASAR - Fajarbali.com | Penghuni rumah kos di Jalan Siwa Loka, Keluarahan Padangsambian, Denpasar Barat geger.

Ini setelah salah satu penghuni kamar yang merupakan seorang wanita didatangi anggota keluarganya.

Saat datang untuk menggerebek, keluarga perempuan tersebut marah-marah sembari memaki orang yang ada di dalam kamar.

Belakangan diketahui penggerebekan dilakukan lantaran perempuan berinisial NDP ini dituduh berselingkuh dengan seorang oknum pengacara berinisial Ketut WA.

Dalam video yang beredar di sosial media Instagram, aksi keributan di dalam kamar sempat diredam oleh seorang anggota Bhabinkamtibmas dari Polsek Denpasar Barat.

Terkait beredarnya kabar jika tengah berselingkuh dengan istri orang, Ketut WA akhirnya angkat bicara. Ia mengatakan jika peristiwa tersebut terjadi, Senin (19/10/2020) sekitar pukul 18.30 Wita.

Diceritakan, peristiwa bermula saat ia bertemu NDP yang merupakan kliennya untuk membicarakan proses sidang perceraian antara NDP dengan suaminya.

Pembicaraan sendiri mulanya berlangsung di sebuah warung makan di seputaran Jalan Buana Raya, sekitar 1 kilometer dari tempat kos NDP.

"Hari Senin besok (26/10/2020), klien saya ini akan sidang dengan agenda kesimpulan di Pengadilan Negeri Denpasar. Karena di warung situasinya kurang memungkinkan lantaran banyak orang, kami pindah ke tempat kos NDP untuk kembali membicarakan terkait rencana sidang," ucapnya menceritakan kronologi awal, Jumat (23/10/2020) di Kuta, Badung.

Tidak lama di dalam, tiba-tiba datang suami NDP berinisial GWR bersama anaknya laki-laki berinisial W, satu anggota Bhabinkamtibmas dan seorang yang ditengarai teman GWR.

Mereka lalu menggedor pintu kamar. Lantaran penasaran, NDP yang mendengar bergegas membuka pintu, sementara Ketut WA tengah berada di dalam kamar mandi sedang buang air besar.

"Saat saya berada di depan toilet, GWR dan W langsung menyerang. Saya ditendang dan dipukul, saya tidak melawan dan mencoba menghindar tapi terus dikeroyok hingga jatuh menimpa meja. Meja yang berada di sudut ruangan itu patah," tuturnya.

Usai peristiwa tersebut, GWR melapor ke Mapolresta Denpasar atas dugaan perzinaan, sementara Ketut WA juga melaporkan GWR ke Mapolresta Denpasar atas kasus penganiayaan yang dialaminya.

Ketut WA yang saat memberikan klarifikasi didampingi tim kuasa hukumnya dari Animus Law Office menegaskan bahwa tidak ada hubungan khusus antara dirinya dengan NDP.

Yang ada lanjutnya, ia dan NDP tak lebih dari penasehat hukum dan klien. NDP sendiri dikenalnya sejak sekitar 5 bulan lalu, di mana sejak NDP minta dirinya menjadi pengacara kasusnya.

"Klien saya ini sampai harus pindah lima kali tempat tinggal karena dibuntuti terus oleh suaminya itu. Nah saya ini kan penasehat hukumnya, ketika klien minta konsultasi, saya harus datang," tegasnya.

Dirinya juga menyatakan hanya beberapa kali menemui NDP di tempat kosnya. Pertemuan dilakukan untuk membicarakan terkait proses sidang perceraian yang dijalani NDP.

Sementara Rengga Rahmadhany, SH dari Animus Law Office mengaku menyayangkan aksi penganiayaan yang dilakukan terhadap Ketut WA.

"Sekalipun Pak Ketut WA ini bukan pengacara, tidak benar juga pada saat penggerebekan dilakukan hal-hal seperti pengeroyokan, intimidasi atau kekerasan," ucapnya.

Ia juga meminta masyarakat untuk tidak langsung menghakimi Ketut WA jika tidak mengetahui duduk persoalan yang sebenarnya.

"Masyarakat juga agar tahu bahwa ada praduga tak bersalah yang dikedepankan. Jangan sampai ada berita muncul, langsung dituduh orang ini bersalah," tegasnya.(eli)

HUKUM & KRIMINAL

Grid List


JIMBARAN -fajarbali.com |Polisi menyebutkan, tewasnya Ketut AW diduga akibat putus cinta. Karena depresi, perempuan cantik asal Singaraja itu nekat meloncat dari lantai 4 balkon Homestay Rose Inn House di Jimbaran, pada Sabtu (28/11/2020) siang. 


JIMBARAN -fajarbali.com |Seorang perempuan asal Singaraja, I Ketut AW (23) ditemukan tewas setelah terjun dari balkon lantai 4 Rose Inn House Jimbaran Kuta Selatan, Sabtu (28/11/2020) pagi. Tindakan nekat ini dilakukan korban diduga akibat stress masalah keluarga. 


DENPASAR -fajarbali.com |Kapolda Bali yang baru dilantik Irjen Pol Drs Putu Jayan Danu Putra menegaskan akan tetap meneruskan kebijakan pendahulunya Irjen Pol Petrus Reinhard Golose untuk memberantas premanisme dan pungutan liar (pungli) di Bali. 


MANGUPURA -fajarbali.com |Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) jajaran Polres Badung melaksanakan sosialisasi dengan memasang baliho di sejumlah titik strategis di wilayah Badung, Kamis (26/11/2020). 


DENPASAR -fajarbali.com |Maraknya aksi pencurian barang-barang berupa handphone milik pengunjung pasien di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah Denpasar, diungkap Tim Resmob Ditreskrimum Polda Bali. Pelaku ternyata tukang servis handphone keliling yang kerap keluar masuk rumah sakit, bernama Burhanydin (37). 

DENPASAR -fajarbali.com |Satu orang Teknisi dari perusahaan PT. KUS selaku pihak ketiga provider telekomunikasi bersama 3 temannya, digulung Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Denpasar Selatan, pada Jumat 20 November sekitar pukul 21.00 Wita. Kawanan maling itu kedapatan menggasak 4 buah baterai yang terpasang di Tower Provider di Jalan Karang Sari Denpasar Selatan (densel), pada Kamis (19/11/2020) sekitar pukul 17.00 Wita. 

DENPASAR - Fajarbali.com | Setelah menyatakan sikap pikir - pikir selama seminggu atas putusan majelis hakim ,Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam perkara ujaran kebencian dengan terdakwa I Gede Ari Astina alias Jerinx akhirnya menyatakan banding.


DENPASAR -fajarbali.com |Tiga pria warganegara Nigeria dan seorang asal Pantai Gading, dideportasi oleh pihak Imigrasi Bali ke negaranya masing masing melalui Bandara Soekarno Hatta, pada Selasa (24/11/2020). Keempat WNA itu terlibat pelanggaran Imigrasi UU RI No 6 tahun 2011 tentang keimigrasian. 


DENPASAR -fajarbali.com |Memperingati Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan, belasan mahasiswi Universitas Udayana (UNUD) yang tergabung dalam Serikat Perempuan Indonesia Seruni menggelar demo di Jalan PB Sudirman tepatnya tak jauh dari Fakultas Ekonomi, Denpasar, Rabu (25/11/2020) sore. 

 

DENPASAR -fajarbali.com |Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) awal Bulan Desember mendatang diharapkan bisa berjalan aman, damai dan sejuk, sehingga masyarakat bisa menyampaikan aspirasinya tanpa paksaan. Diharapkan pula, pada tahapan Pilkada kali ini bisa menurunkan tingkat penyebaran wabah pandemi covid-19. 


DENPASAR -fajarbali.com |Diduga sakit paru-paru, Juminah (49) ditemukan tewas di samping kloset tempat kerjanya di pertokoan Sudirman di Jalan Raya Sesetan Denpasar Selatan, Selasa (24/11/2020). 


DENPASAR -fajarbali.com |Penyidik Ditreskrimsus Polda Bali memeriksa dua saksi pentolan Forum Komunikasi Taksu Bali Dwipa, Selasa (24/11/2020) siang. Kedua saksi pelapor masing-masing I Gusti Ngurah Marthapan dan I Kadek Susila Setiabudi. 

 


Kedua saksi inilah yang melaporkan anggota DPD RI dapil Bali Arya Wedakarna dalam dua pasal sekaligus Yakni tentang UU ITE Nomor 11 Tahun 2008 Pasal 27 ayat 1 terkait konten melanggar kesusilaan. Dan, Pasal 28 Ayat 2 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang konten yang mengandung permusuhan berdasarkan suku, ras, agama, dan golongan. 


Kedua saksi pelapor bertemu dengan penyidik Ditreskrimsus Polda Bali didampingi 3 pengacaranya dari Bali Metangi dipimpin Agung Sanjaya dan 5 orang perwakilan dari Forkom Taksu Bali Dwipa. Mereka datang sekitar pukul 10.00 Wita dikawal puluhan orang perwakilan dari Forkom Taksu Bali Dwipa yang terdiri dari 44 elemen masyarakat. 


Menurut Agung Sanjaya, dalam pemeriksaan hanya IGN Marthapan yang diperiksa karena laporan kedua saksi sama persis. Saksi IGN Marthapan diperiksa selama kurang lebih 5 jam. Dari pukul 11.00 Wita hingga pukul 15.00 Wita. Dalam pemeriksaan selama 5 jam itu saksi dicecar 40 pertanyaan seputar dugaan penodaan agama dan soal seks bebas. 


"Tadi yang diperiksa hanya saksi pelapor IGN Marthapan. Untuk materi pemeriksaan saya belum bisa komentar karena ini adalah kewenangan penyidik. Kami berterimakasih ke Polda Bali karena sudah memberikan perhatian laporan dari klien kami. Semoga ini bisa sampai tuntas," ungkap Agung Sanjaya usai mendampingi kliennya di Polda Bali. 


Agung Sanjaya mengaku sangat yakin melihat keseriusan Polda Bali dalam kasus tersebut, dan sangat yakin laporan dalam bentuk pengaduan masyarakat (Dumas) itu bakal naik menjadi LP. Keseriusan lainnya, penyidik berencana akan memeriksa saksi lagi Minggu depan. 


"Minggu depan dipanggil lagi untuk dimintai keterangan tambahan. Minggu depan tak hanya saksi pelapor tapi juga saksi lainnya yang menguatkan," beber Agung Sanjaya. 


Menurut dia, saksi pelapor diperiksa terkait pernyataan AWK melalui salah satu chanel YouTube bernama Bali Berdaulat. Dimana melalui akun YouTube itu, AWK menyebutkan bahwa sosok yang disucikan oleh umat Hindu di Nusa Penida seperti Ratu Niang, Ratu Gede, Bhatara Sang Hyang Tohlangkir dikatakan bukan Dewa tetapi sebagai mahluk suci. 


Kemudian, ada juga video pidato AWK di salah satu SMA di Tabanan. Dalam video itu AWK menyarankan dan mendorong para pelajar melakukan seks bebas asal pakai kondom. 


"Kami juga membawa bukti video asli dari AWK yang dipersoalkan. Kalau nanti penyidik untuk minta bukti tambahan kami akan menyiapkannya," tegasnya lagi. 


Sementara dua saksi pelapor diperiksa,