JA Teline V - шаблон joomla Форекс

HUKUM & KRIMINAL
Typography


DENPASAR -fajarbali.com |Kasus penganiayaan terhadap senator DPD RI Arya Wedarkan (AWK) yang terjadi di Kantor DPD RI jalan Cok Agung Tresna, Rabu (28/10/2020) siang, tengah diselidiki Ditreskrimum Polda Bali. Pelaku diduga berjumlah tiga orang dan satu pelaku teridentifikasi berinisial GAP. 


Menurut Direktur Reskrimum Polda Bali Kombespol Dodi Rahmawan, AWK melaporkan kasus dugaan tindak pidana penganiayaan atau kekerasan secara bersama-sama sebagaimana dimaksud dalam pasal 351 KUHP atau pasal 170 KUHP. 


Menurutnya, kasus penganiayaan itu terjadi di  halaman kantor DPD RI Jalan Cok Agung Tresna Denpasar Timur, Rabu (28/10) sekitar pukul 12.30 Wita. Puluhan pendemo datang ke kantor DPD RI untuk menyampaikan aspirasi. 


Setelah kedatangan pendemo, tim protokol DPD dan aparat kepolisian meminta pimpinan kelompok massa untuk mengirim perwakilan untuk bertemu dengan AWK. Namun permintaan ditolak dan meminta untuk bertemu langsung dengan AWK. 


"AWK bersedia keluar menemui massa kemudian mengundang kelompok massa untuk masuk ke gedung namun permintaan pelapor ditolak," ujar Kombes Dodi Kamis (29/10/2020). 


Selanjutnya, pelapor AWK memerintahkan tim protokol dan pamdal DPD RI Provinsi Bali untuk membukakan pintu DPD RI agar massa masuk ke gedung untuk diajak dialog. Namun ditolak oleh kelompok massa. Karena ditolak, AWK lalu berinisiatif menemui pimpinan kelompok massa dan mengajak dialog di dalam ruangan. 


Hanya saja dalam aksi demo tersebut, pimpinan kelompok massa tidak mengindahkan dan terjadi saling dorong antara aparat dan kelompok massa. 


Hingga akhirnya terjadi pemukulan terhadap AWK yang mengenai pipi sebelah kanan. Akibat kejadian itu, senator AWK mengalami rasa sakit dan lebam. Tangan sebelah kanan lula lecet, kepala bagian tengah sakit nyeri. 


Usai kejadian demo, AWK menjalani visum dan melaporkan kejadian penganiayaan ke Ditreskrimum Polda Bali, pada Rabu (28/10) sekitar pukul 14.00 wita. "Pelaku yang menganiaya AWK diduga 3 orang," beber perwira melati tiga di pundak ini. 


Mantan Direktur Resnarkoba Polda Sulawesi Tengah itu mengatakan sampai saat ini pihaknya masih bekerja, mengumpulkan saksi saksi dan alat bukti lainnya untuk mengejar para pelaku. "Saksi saksi masih diperiksa. Tim juga masih kumpulkan bukti dan lainnya. Sementara itu dulu, masih didalami kasusnya," pungkas Kombes Dodi. (hen)

HUKUM & KRIMINAL

Grid List


JIMBARAN -fajarbali.com |Polisi menyebutkan, tewasnya Ketut AW diduga akibat putus cinta. Karena depresi, perempuan cantik asal Singaraja itu nekat meloncat dari lantai 4 balkon Homestay Rose Inn House di Jimbaran, pada Sabtu (28/11/2020) siang. 


JIMBARAN -fajarbali.com |Seorang perempuan asal Singaraja, I Ketut AW (23) ditemukan tewas setelah terjun dari balkon lantai 4 Rose Inn House Jimbaran Kuta Selatan, Sabtu (28/11/2020) pagi. Tindakan nekat ini dilakukan korban diduga akibat stress masalah keluarga. 


DENPASAR -fajarbali.com |Kapolda Bali yang baru dilantik Irjen Pol Drs Putu Jayan Danu Putra menegaskan akan tetap meneruskan kebijakan pendahulunya Irjen Pol Petrus Reinhard Golose untuk memberantas premanisme dan pungutan liar (pungli) di Bali. 


MANGUPURA -fajarbali.com |Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) jajaran Polres Badung melaksanakan sosialisasi dengan memasang baliho di sejumlah titik strategis di wilayah Badung, Kamis (26/11/2020). 


DENPASAR -fajarbali.com |Maraknya aksi pencurian barang-barang berupa handphone milik pengunjung pasien di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah Denpasar, diungkap Tim Resmob Ditreskrimum Polda Bali. Pelaku ternyata tukang servis handphone keliling yang kerap keluar masuk rumah sakit, bernama Burhanydin (37). 

DENPASAR -fajarbali.com |Satu orang Teknisi dari perusahaan PT. KUS selaku pihak ketiga provider telekomunikasi bersama 3 temannya, digulung Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Denpasar Selatan, pada Jumat 20 November sekitar pukul 21.00 Wita. Kawanan maling itu kedapatan menggasak 4 buah baterai yang terpasang di Tower Provider di Jalan Karang Sari Denpasar Selatan (densel), pada Kamis (19/11/2020) sekitar pukul 17.00 Wita. 

DENPASAR - Fajarbali.com | Setelah menyatakan sikap pikir - pikir selama seminggu atas putusan majelis hakim ,Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam perkara ujaran kebencian dengan terdakwa I Gede Ari Astina alias Jerinx akhirnya menyatakan banding.


DENPASAR -fajarbali.com |Tiga pria warganegara Nigeria dan seorang asal Pantai Gading, dideportasi oleh pihak Imigrasi Bali ke negaranya masing masing melalui Bandara Soekarno Hatta, pada Selasa (24/11/2020). Keempat WNA itu terlibat pelanggaran Imigrasi UU RI No 6 tahun 2011 tentang keimigrasian. 


DENPASAR -fajarbali.com |Memperingati Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan, belasan mahasiswi Universitas Udayana (UNUD) yang tergabung dalam Serikat Perempuan Indonesia Seruni menggelar demo di Jalan PB Sudirman tepatnya tak jauh dari Fakultas Ekonomi, Denpasar, Rabu (25/11/2020) sore. 

 

DENPASAR -fajarbali.com |Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) awal Bulan Desember mendatang diharapkan bisa berjalan aman, damai dan sejuk, sehingga masyarakat bisa menyampaikan aspirasinya tanpa paksaan. Diharapkan pula, pada tahapan Pilkada kali ini bisa menurunkan tingkat penyebaran wabah pandemi covid-19. 


DENPASAR -fajarbali.com |Diduga sakit paru-paru, Juminah (49) ditemukan tewas di samping kloset tempat kerjanya di pertokoan Sudirman di Jalan Raya Sesetan Denpasar Selatan, Selasa (24/11/2020). 


DENPASAR -fajarbali.com |Penyidik Ditreskrimsus Polda Bali memeriksa dua saksi pentolan Forum Komunikasi Taksu Bali Dwipa, Selasa (24/11/2020) siang. Kedua saksi pelapor masing-masing I Gusti Ngurah Marthapan dan I Kadek Susila Setiabudi. 

 


Kedua saksi inilah yang melaporkan anggota DPD RI dapil Bali Arya Wedakarna dalam dua pasal sekaligus Yakni tentang UU ITE Nomor 11 Tahun 2008 Pasal 27 ayat 1 terkait konten melanggar kesusilaan. Dan, Pasal 28 Ayat 2 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang konten yang mengandung permusuhan berdasarkan suku, ras, agama, dan golongan. 


Kedua saksi pelapor bertemu dengan penyidik Ditreskrimsus Polda Bali didampingi 3 pengacaranya dari Bali Metangi dipimpin Agung Sanjaya dan 5 orang perwakilan dari Forkom Taksu Bali Dwipa. Mereka datang sekitar pukul 10.00 Wita dikawal puluhan orang perwakilan dari Forkom Taksu Bali Dwipa yang terdiri dari 44 elemen masyarakat. 


Menurut Agung Sanjaya, dalam pemeriksaan hanya IGN Marthapan yang diperiksa karena laporan kedua saksi sama persis. Saksi IGN Marthapan diperiksa selama kurang lebih 5 jam. Dari pukul 11.00 Wita hingga pukul 15.00 Wita. Dalam pemeriksaan selama 5 jam itu saksi dicecar 40 pertanyaan seputar dugaan penodaan agama dan soal seks bebas. 


"Tadi yang diperiksa hanya saksi pelapor IGN Marthapan. Untuk materi pemeriksaan saya belum bisa komentar karena ini adalah kewenangan penyidik. Kami berterimakasih ke Polda Bali karena sudah memberikan perhatian laporan dari klien kami. Semoga ini bisa sampai tuntas," ungkap Agung Sanjaya usai mendampingi kliennya di Polda Bali. 


Agung Sanjaya mengaku sangat yakin melihat keseriusan Polda Bali dalam kasus tersebut, dan sangat yakin laporan dalam bentuk pengaduan masyarakat (Dumas) itu bakal naik menjadi LP. Keseriusan lainnya, penyidik berencana akan memeriksa saksi lagi Minggu depan. 


"Minggu depan dipanggil lagi untuk dimintai keterangan tambahan. Minggu depan tak hanya saksi pelapor tapi juga saksi lainnya yang menguatkan," beber Agung Sanjaya. 


Menurut dia, saksi pelapor diperiksa terkait pernyataan AWK melalui salah satu chanel YouTube bernama Bali Berdaulat. Dimana melalui akun YouTube itu, AWK menyebutkan bahwa sosok yang disucikan oleh umat Hindu di Nusa Penida seperti Ratu Niang, Ratu Gede, Bhatara Sang Hyang Tohlangkir dikatakan bukan Dewa tetapi sebagai mahluk suci. 


Kemudian, ada juga video pidato AWK di salah satu SMA di Tabanan. Dalam video itu AWK menyarankan dan mendorong para pelajar melakukan seks bebas asal pakai kondom. 


"Kami juga membawa bukti video asli dari AWK yang dipersoalkan. Kalau nanti penyidik untuk minta bukti tambahan kami akan menyiapkannya," tegasnya lagi. 


Sementara dua saksi pelapor diperiksa,