JA Teline V - шаблон joomla Форекс

HUKUM & KRIMINAL
Typography

DENPASAR-Fajarbali.com | Kasus dugaan mark up uang sewa tanah laba pura Dugul di Br Lod Peken Desa Adat Keramas Blahbatu Gianyar sebesar Rp 413.000.000, hingga menetapkan Bendesa Adat I Nyoman Puja Waisnawa sebagai tersangka terkesan berjalan timpang.

Padahalkasus ini sudah berjalan hampir 4 tahun, dan Polda Bali hanya menyebutkan bahwa kasusnya masih dalam proses. 

Hal itu disampaikan Wadir Reskrimum Polda Bali AKBP Suratno kepada wartawan, Kamis (19/11/2020) siang. Ia mengakui bahwa saat ini belum mengetahui secara persis perkara yang dimaksud. 

Tapi soal adanya pengembalian Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dari pihak Kejaksaan ke penyidik Ditreskrimum Polda Bali adalah hal yang wajar. "Pengembalian SPDP oleh Kejati Bali adalah hal biasa," ungkap AKBP Suratno. 

Diterangkannya, pengembalian SPDP biasanya berdasarkan petunjuk dari Jaksa agar penyidik segera melengkapi berkas mana yang perlu dilengkapi. "Untuk perkara itu saya tidak mengingatnya. Kalau pengembalian SPDP itu artinya masih berproses. Biasanya itu petunjuk dari Jaksa," ungkap perwira Polisi melati dua dipundak itu. 

Tanggapan ini disampaikan AKBP Suratno menyusul pernyataan Kasi Penerangan dan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Bali A. Luga Herliano yang membenarkan bahwa pihaknya sudah mengembalikan SPDP ke penyidik Polda Bali. 

Tapi meski SPDP sudah dikembalikan bukan berarti kasusnya dihentikan.“Kalau penyidik masih mau melanjutkan perkara ini itu sah sah saja. Nanti kan tinggal dikirim SPDP baru ke Kejaksaan,” tegas pejabat yang akrab disapa Luga ini. 

Ditanya mengapa pihak kejaksaan dalam hal ini Jaksa peniliti sampai mengembalikan SPDP ke penyidik Polda Bali ? Luga mengatakan karena masa atau tenggat waktu penyidik untuk memenuhi petunjuk Jaksa sudah habis. 

Luga menceritakan, berkas masuk pada tanggal 5 Maret 2020. Setelah dipelajari Jaksa peneliti, di bulan yang sama Jaksa Peneliti mengirim petunjuk sebanyak dua kali ke penyidik. 

Setelah 3 bulan usai diberi petunjuk oleh Jaksa tapi tidak ada kabar, Jaksa kembali mengirim surat ke penyidik yang isinya meminta perkembangan atas petunjuk yang sudah diberikan itu. 

Nah, pada Bulan Juli 2020, surat itu dibalas penyidik dengan mengatakan belum bisa memenuhi petunjuk Jaksa untuk melakukan pemeriksaan saksi-saksi karena terhalang Covid-19. 

Atas alasan itu, Jaksa Peneliti masih menunggu hingga September 2020. “Karena hingga bulan September belum juga ada kabar, Jaksa Peneliti akhirnya mengembalikan SPDP ke penyidik,” ungkapnya. 

Selanjutnya, tanggal 30 September 2020, penyidik kembali mengirim SPDP. Namun menurut Luga, penyidik saat ini baru sebatas mengirim SPDP. “Belum ada berkas masuk, yang masuk baru SPDP saja,” tegas pejabat asal Medan ini.  

Sebagaimana diketahui, kasus dugaan dugaan mark up kontrak tanah di Desa Adat Keramas Gianyar dilaporkan oleh I Gusti Agung Suadnyana ke Ditreskrimum Polda Bali 25 April 2017 silam. Laporan ini terkait dugaan tindak pidana penggelapan atas uang sewa tanah laba pura Dugul sebesar Rp 413.000.000. 

Pada bulan Mei 2018, Polda Bali akhirnya menetapkan Bendesa Adat Keramas, I Nyoman Puja Waisnawa sebagai tersangka dengan jeratan Pasal 372 KUHP, tapi tidak ditahan. 

Namun perkara yang sudah berjalan hampir 4 tahun ini tidak ada kejelasan baik di Polda Bali dan Kejaksaan sehingga pelapor meminta keadilan agar kasus ini diusut tuntas. "Kasus ini sudah berlangsung sangat lama, kami sebagai warga minta keadilan dari aparat penegak hukum," tutur IGA Suadnyana, Rabu (18/11/2020) lalu. 

Ia pun menjelaskan awal mula kejadian hingga pelaporan. Menurutnya, Nyoman Puja Waisnawa (tersangka) diberi kuasa untuk menyewakan lahan milik banjar seluas 56 are. Kala itu, Nyoman Puja Waisnawa menjabat sebagai Kelian Banjar Delod Peken.

Dalam rapat banjar, disepakati harga sewa lahan Rp 3 juta pertahun. Di sana tersangka lalu menyewakan lahan kepada warga asing selama 25 tahun. Belum habis kontrak, warga asing tersebut kembali memperpanjang sewa selama 28 tahun sehingga menjadi 53 tahun.

Nah, ternyata dalam perjalanan pembuatan perjanjian Nyoman Puja Waisnawa menaikan harga sewa lahan itu secara sepihak dari Rp 3 juta per tahun menjadi Rp 3,3 juta. Ini diketahui ketika ada dana pembayaran sewa lahan masuk ke rekening banjar. Kasus itu pun dilaporkan ke Dit Reskrimum Polda Bali.(hen)

HUKUM & KRIMINAL

Grid List


DENPASAR -fajarbali.com |Ketua MUI Provinsi Bali, H. Mahrusun meminta Umat Islam rantauan yang ada di Bali untuk tidak melakukan mudik pada Hari Raya Idul Fitri 1442 H. Ini berguna untuk memutus mata rantai penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). 

 

DENPASAR -fajarbali.com |Perempuan bercadar bernama Nurhayati alias Nurhayati Binti Sarni gegerkan markas Polda Bali yang terletak di Jalan WR Supratman Denpasar Timur, Senin 10 Mei 2021 sekitar pukul 20.30 Wita. Perempuan kelahiran 17 Agustus 1979 asal Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung itu sempat diamankan setelah dicurigai mondar mandir di depan mapolda Bali. 


DENPASAR -fajarbali.com |Usai menyasar gereja, pemulung hingga panti asuhan, kali ini sumbangan yang diberikan oleh Serdik Sespimen Pendidikan Reguler (Dikreg)-61, Pius X.Febry Aceng Loda, S.I.K, M.H diberikan yayasan difabel atau disabilitas. Sumbangan berupa uang tunai jutaan rupiah itu diberikan kepada Yayasan Cahaya Mutiara Ubud yang terletak di jalan Sasibrata, Banjar Kawan Tengah, Tampak Siring, Gianyar.  

 

 

Sumbangan uang tunai itu diberikan langsung oleh pria yang juga pernah menjabat sebagai Kasie BPKB Dit Lantas Polda Bali dan Kasie STNK Renon Denpasar hingga Kasatlantas Polres Gianyar ini pada Selasa (27/4/2021) lalu. Dijelaskan mantan Wakapolres Jembrana, Gianyar dan Bangli ini, bahwa sumbangan uang ini sebagai bentuk kepeduliannya terhadap sesama. 

 

"Ini adalah bentuk kepedulian saya terhadap sesama mahluk sosial. Terlebih saat pandemi seperti sekarang ini, banyak sesama kita yang membutuhkan pertolongan," katanya Minggu 11 Mei 2021.

 

Dijelaskan mantan Kapolsek Kuta Utara ini, sumbangan dan kunjungannya itu juga dalam rangka program lembaga Pendidikan Sespimen Dikreg-61 dengan tema Menciptakan Pimpinan Tingkat Menengah Polri, Kementrian dan Lembaga Yang Presisi Untuk Indonesia Maju.

 

Usai memberikan bantuan dana di Yayasan Cahaya Ubud, Tampaksiring, Gianyar, perwira menengah Polda Bali ini langsung menyambangi sekretariat Pemuda Katolik, Gianyar. Di sana dia juga memberikan sumbangsihnya berupa dana. Aksi itu bukan hanya sekali dilakukannya guna mendukung kegiatan pemuda Katolik. Serdik Sespimen Pendidikan Reguler (Dikreg)-61, Pius X.Febry Aceng Loda, S.I.K, M.H.

 

Sebelumnya memang selalu memberikan sumbangsihnya sejak organisasi pemuda Katolik itu terbentuk. Baik itu sumbangsih moril maupun ide. Saat dirinya menjabat sebagai Kasat Lantas Polres Gianyar, bersama pastor paroki, dia pernah membentuk PAM Swakarsa untuk pengamanan internal gereja katolik  Santa Maria Ratu Rosari, Gianyar.

 

Tidak cukup sampai di situ, saat dirinya menjabat sebagai Wakapolres Gianyar, dia juga terlibat sebagai Satgas Covid-19 di internal Gereja Katolik katolik Santa Maria Ratu Rosari, Gianyar yang dimana pengurus satgas itu dilantik oleh dia sendiri.

 

Sementara Ketua Pemuda Katolik Komisariat Cabang Gianyar, Agustinus Ana Goga menyampaikan terimakasihnya atas dukungan itu. "Saya sangat berterimakasih karena dukungan pak Serdik Sespimen Pendidikan Reguler (Dikreg)-61, Pius X.Febry Aceng Loda, S.I.K, M.H. Sejak terbentuknya pemuda katolik sampai saat ini, beliau bukan saja sebagai donatur dari segi dana namun beliau juga donatur dalam ide dan pergerakan  program  Pemuda Katolik  Komisariat Cabang Gianyar selama ini," katanya. 

 

Keterangan terpisah

 

MANGUPURA -fajarbali.com |Sejak Pemerintah memberlakukan larangan Mudik Lebaran 2021, Polres Badung perketat jalur jalan menuju Mudik di Pos Pengamanan jalan Mengwitani, tepatnya didepan pintu masuk Terminal Mengwi, Badung, pada Selasa 11 Mei 2021 sekitar pukul 09.30 Wita. 

 

SIBANG -fajarbali.com |Nahas dialami Nyoman Suweji alias Kak Gaul (59). Kakek asal Banjar Piakan Desa Sibangkaja itu tewas setelah motor yang dikendarainya terjatuh di jembatan Tukad Ayung, Sibangkaja, Abiansemal Badung, Selasa 11 Mei 2021. 

 

SANUR -fajarbali.com |Tindakan Komang Swastika (34) tidak patut ditiru. Diduga depresi, ia berencana bunuh diri dengan meminum cairan pembersih lantai soklin dan ceburkan diri ke laut di Pantai Sanur, Jalan Hang Tuah, Denpasar Selatan, pada Senin 10 Mei 2021. Namun aksinya itu berhasil digagalkan petugas Pos Polisi yang sedang patroli. 

 

 

Kenekatan Swastika berlangsung sekitar pukul 23.00 Wita. Pria asal Banjar Batu Dawa, Kubu Karangasem itu datang ke pantai dan langsung menceburkan diri. Ia memang sudah berniat akan bunuh diri.

 

AMLAPURA-fajarbali.com | I Gede APJ, Perbekel Desa Tianyar Barat, Kecamatan Kubu, Karangasem yang masih menjalani proses hukum atas dugaan korupsi bantuan sosial bedah rumah sementara waktu diganti oleh sekretaris Desa (Sekdes) I Gede Arya Getas menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt). Pengisian Plt ini, sampai ada keputusan pengadilan tetap atas kasus tersebut. 

DENPASAR - fajarbali.com | Setelah melalui perjalanan panjang bahkan hingga memakan waktu berbulan-bulan, seorang ibu muda berinisial Ayu PD, Selasa (11/5/2021) kembali bertemu buah hatinya telah berpisah 7 bulan lamannya. 

 

DENPASAR -fajarbali.com |Tim gabungan Yustisi menindak tegas empat tempat hiburan malam (THM) yang berlokasi di Legian Kuta karena melakukan pelanggaran protokol kesehatan (prokes) Covid-19. Ke 4 THM tersebut kedapatan beroperasi lebih dari waktu yang ditentukan, bahkan dengan jumlah pengunjung yang membludak. 

 

DENPASAR -fajarbali.com |Pelarangan mudik Hari Raya Idul Fitri yang jatuh pada tanggal 6 Mei hingga 17 Mei 2021 banyak yang tidak diindahkan masyarakat. Bahkan ada yang nekat menyembunyikan "penumpang gelap" di dalam bus atau mobil Pick Up agar bisa berlebaran ke kampung halamannya. 

SINGARAJA-fajarbali.com | Mengaku akibat sakit hati yang dideritan Yoni Jatmiko (29) warga Desa Mlinjeng, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur membuat dirinya hendak memberikan pembelajaran terhadap Ketut Mintaning warga masyarakat Penarukan namun lantaran mengalami benturan akhirnya korban meninggal dunia.


DENPASAR -fajarbali.com |Sumbangan yang diberikan oleh Serdik Sespimen Pendidikan Reguler (Dikreg)-61, Pius X.Febry Aceng Loda, S.I.K, M.H, kali ini menyasar gereja.