JA Teline V - шаблон joomla Форекс

HUKUM & KRIMINAL
Typography

DENPASAR - Fajarbali.com | Tim Tabur (tangkap buron) Kejaksaan Tinggi Bali menangkap perempuan bernama Tri Endang Astuti binti Solex Sutrisno (48). Sebelumnya Tri Endang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan Tinggi Bali sejak bulan Desember 2020.

"Yang bersangkutan ditangkap di Perum Tropicana Residence Blok C-2 10-11, Kota Batam, Kepulauan Riau, Jumat (8/1/2021)," kata Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Bali A. Luga Harlianto, Sabtu (9/1/2021) di Denpasar.

Pejabat yang akrab disapa Luga ini menerangkan, setelah ditangkap Tim Tabur Kejaksaan Tinggi Bali membawa terpidana dari Jakarta menuju Bali dengan menggunakan pesawat dan langsung dijebloskan ke Rutan Gianyar.

Sebelumnya kata Luga, Tri Endang dijatuhi pidana penjara selama 2 tahun 6 bulan dalam perkara tindak pidana membuat surat palsu atau memalsukan surat yang dapat membuat suatu hak, perikatan, atau pembebasan hutang yang diperuntukkan sebagai bukti sesuatu hal seolah-olah isinya benar pada proses jual beli Villa Bali Rich (PT. Bali Rich Mandiri) senilai Rp38 miliar.

Selain Tri Endang ada 5 orang terpidana lain dalam perkara ini yakni I Putu Adi Mahendra Putra, Hartono (Notaris), Nugroho Prawiro Hartono, Suryady dan Asral.

Tri Endang dan I Putu Adi Mahendra Putra telah dilaksanakan eksekusi putusan Mahkamah Agung Putusan Mahkamah Agung RI Nomor : 557 K/Pid/2020 tanggal 30 Juni 2020 di Rutan Gianyar.

Sedangkan 4 orang lainnya yaitu Hartono, Nugroho Prawiro Hartono, Suryady dan Asral belum dilaksanakan eksekusi dikarenakan tidak memenuhi 3 kali panggilan jaksa Kejari Gianyar untuk melaksanakan Putusan Mahkamah Agung.

"Keempat terpidana telah dijadikan DPO sejak bulan Desember 2020. Untuk itu dihimbau kepada Hartono, Nugroho Prawiro Hartono, Suryady dan Asral untuk segera menyerahkan diri baik Ke Kejati Bali atau Kejari Gianyar atau Kejari terdekat dari lokasi masing-masing untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya karena tidak ada tempat yang nyaman bagi mereka yang telah dijadikan DPO," kata Luga.

Dijelaskan oleh Luga, sebelumnya Kejaksaan Negeri Gianyar melakukan penuntutan terhadap perkara pemalsuan surat atas pelimpahan perkara dari penyidik Mabes Polri dan Prapenuntutan dari Kejaksaan Agung.

Keenam terdakwa dilakukan penahanan rutan pada saat Tahap II. Pada saat proses persidangan, majelis hakim PN Gianyar mengeluarkan penetapan pengalihan penahanan dari Rutan menjadi penahanan kota terhadap ke semua terdakwa.

Pada saat putusan, majelis hakim PN Gianyar menyatakan terbukti bersalah melakukan pemalsuan surat dan menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa Hartono, Nugroho Prawiro Hartono, Suryady, Asral, dan Tri Endang Astuti.

Sedangkan terdakwa I Putu Adi Mahendra Putra dinyatakan onslag. Terdakwa Hartono, Nugroho Prawiro Hartono, Suryady, Asral, dan Tri Endang Astuti mengajukan upaya hukum banding dan Pengadilan Tinggi Denpasar menjatuhkan putusan bebas.

Terhadap putusan bebas ini, JPU mengajukan upaya hukum kasasi dan Mahkamah Agung RI mengabulkan permohonan kasasi JPU dan menyatakan terdakwa Hartono, Nugroho Prawiro Hartono, Suryady, Asral, Tri Endang Astuti bersalah melakukan pemalsuan surat dan dijatuhi pidana penjara.

Terhadap terdakwa I Putu Adi Mahendra Putra, JPU menyatakan kasasi dan Mahkamah Agung juga mengabulkan permohonan kasasi JPU dan menyatakan terdakwa I Putu Adi Mahendra Putra bersalah turut serta melakukan pemalsuan surat dan dijatuhi pidana penjara.

JPU Kejari Gianyar telah melaksanakan eksekusi terhadap terdakwa I Putu Adi Mahendra Putra di Rutan Gianyar.

Sementara untuk terdakwa Hartono, Nugroho Prawiro Hartono, Suryady, Asral dan Tri Endang Astuti belum dilaksanakan eksekusi terhadap Putusan Kasasi Mahkamah Agung RI dikarenakan telah dilakukan pemanggilan secara patut dan sah terhadap para terdakwa namun tidak memenuhi panggilan dimaksud.

"Khusus terhadap terdakwa Hartono karena berdomisili di Bali sehingga dilakukan pencarian namun tidak menemukan terdakwa Hartono di domisili dimaksud. Sedangkan Nugroho Prawiro Hartono, Suryady, Asral dan Tri Endang Astuti yang berada di luar Bali dijadikan DPO," papar Luga.(eli)

HUKUM & KRIMINAL

Grid List

 

DENPASAR -fajarbali.com |Aksi bule Rusia, Sergei Senko, yang viral setelah menjatuhkan motornya terjun ke laut mengunakan sepeda motor di wilayah Karangasem menjadi perhatian pihak Imigrasi Bali. Setelah di panggil dan diperiksa, bule yang tinggal di Jalan Siligita Nusa Dua itu langsung dideportasi ke negaranya, Minggu (24/1/2021). 

DENPASAR- Fajarbali.com | Pelaku kasus pencurian dengan kekerasan yang menyebabkan korban Ni Putu Widiastiti (25) meninggal dunia, PHAP alias Aldy (14) sudah dituntut 7 tahun dan 6 bululan atau 7,5 tahun penjara. 


DENPASAR -fajarbali.com |Mobil ambulans Puskesmas II Denpasar Timur yang mengangkut 3 pasien positif covid-19 mengalami tabrakan di perempatan Jalan Gatot Subroto-Noja, Denpasar timur, Jumat (22/1/2021) sekitar pukul 11.30 Wita. Mobil ambulans tersebut ditabrak oleh pengemudi mobil Suzuki X-Over DK 1700 BP yang meluncur dengan kecepatan tinggi. 

 


MENGWI -fajarbali.com |Dua anggota organisasi masyarakat (ormas) yang menjabat Koordinator Lapangan (Korlap) di wilayah Tabanan, yakni I Kadek Doris Pranata (30) dan I Made Sudiasa alias Tapak (35) ditangkap anggota buser Polsek Mengwi. Keduanya terlibat aksi pengeroyokan terhadap Adi Siswanto di depan kamar kos di Banjar Gegaran Desa Baha Mengwi Badung, Kamis (21/1/2021) malam. 


SANUR -fajarbali.com |Berdasarkan hasil penyidikan Polisi, tersangka Laurens Parera (30) mengaku membawa pisau dan berniat menghabisi nyawa korban Andriana Simeonova (29), WNA asal Slovakia. Sehingga Polisi menjerat pria asal Sorong Papua Barat itu dengan pasal berlapis, salah satunya pasal terberat yakni pembunuhan berencana. 


SANUR -fajarbali.com |Kapolresta Denpasar Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan mengungkapkan, motif tewasnya perempuan WNA asal Slovakia, Andriana Simeonova (29) akibat sakit hati. Mantan pacar korban, Laurens Parera (30) tidak terima diputus sehingga nekat membunuh saat korban berada di dapur rumah kontrakannya di Jalan Pengiasan III No. 88 Desa Sanur, Denpasar Selatan, Senin (18/1/2021) sore. 

 
DENPASAR -fajarbali.com |Tewasnya Dwi Farica Lestari (24) di lantai 2 kamar homestay di Jalan Tukad Batanghari, Panjer Denpasar Selatan, Sabtu (16/1/2021) malam, sedikitnya mulai terkuak. Korban diduga seorang PSK yang menjajakan dirinya melalui prostitusi online. Sementara berdasarkan hasil penyelidikan Polisi, pelaku pembunuh adalah orang ke 5 yang akan dilayani perempuan asal Subang Jawa Barat tersebut. 

DENPASAR - Fajarbali.com | Bocah berinisial PHAP alias Aldy (14) yang menjadi terdakwa dalam kasus pencurian dengan kekerasan hingga menyebabkan teller bank bernama Ni Putu Widiastiti (25) tewas secara mengenaskan dituntut 7 tahun 6 bulan penjara.


SANUR -fajarbali.com |Dari fakta yang terungkap di lapangan, Lauren Parera (30) diduga kuat sebagai pelaku yang menghabisi nyawa perempuan WNA asal Slovakia, Andriana Simeonova (29) di dapur rumah kontrakannya di Jalan Pengiasan III, NO 88, Sanur Kauh, Denpasar Selatan. Bahkan pelaku ini sudah menyiapkan pisau kecil dari rumahnya untuk menghabisi nyawa korban. 


DENPASAR -fajarbali.com |Setelah mendarat di Bandar Udara Ngurah Rai, jenasah pramugari Sriwijaya Air SJ-182 asal Denpasar, Mia Tresetyana Wadu (23) tiba di rumah duka di Jalan Tirta Gangga, Renon Denpasar, Rabu (20/1/2021) sekitar pukul 16.30 Wita. Kedatangan jenasah Mia disambut isak tangis keluarga. 

SANUR-Fajarbali.com | Tewasnya turis asal Slovakia, Andriana Sineonova (29) di rumah kontrakannya di Jalan Pengiasan III Nomor 88 Sanur Kauh, Denpasar Selatan (Densel), Rabu (20/1/2021) masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.

SANUR-Fajarbali.com | Kasus menghilangkan nyawa orang lain beruntun terjadi di wilayah Sanur. Setelah kasus tewasnya seorang perempuan di homestay di Sanur, giliran turis perempuan asal Slovakia diduga tewas dibunuh di kamarnya dengan luka tusuk di bagian leher.