JA Teline V - шаблон joomla Форекс

HUKUM & KRIMINAL
Typography

DENPASAR - Fajarbali.com | Oknum dokter bernama Irfana (42) dituntut pidana penjara 3 tahun 6 bulan (3,5) tahun lantaran melakukan aksi penipuan terhadap sesama dokter bernama Elizabeth Lisa Ernalis.

Dalam sidang Jaksa Penuntut Umum (JPU) Putu Agus Adnyana Putra menyatakan perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan dijerat dengan Pasal 378 KUHP tentang penipuan.

"Mohon kepada majelis hakim menjatuhkan pidana penjara selama 3 tahun 6 bulan kepada terdakwa dengan dikurangi masa penahanan," kata jaksa dalam sidang tuntutan dengan majelis hakim yang diketuai I Wayan Gede Rumega, Selasa (2/3/2021) di Pengadilan Negeri Denpasar.

Aksi penipuan bermula dari kedatangan saksi korban ke rumah terdakwa di Klungkung pada 24 Juni 2018 silam. Kedatangan saksi korban untuk bersilaturahmi usai istri terdakwa yakni dokter Argiya Ayu Perwitasari melahirkan.

Di sana saksi yakni istri terdakwa menawarkan kepada saksi korban untuk masuk ke spesial kedokteran kulit di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana.

"Lis, ga mau melanjutin sekolah. Dicoba aja, kalau mau si Koko (terdakwa) bisa bantuin tuhh" kata saksi kepada saksi korban.

Hal itu kemudian diyakinkan oleh terdakwa sembari berkata "Iya kalau mau sekolah Koko bisa bantuin. Koko banyak kenalan di Airlangga, di UI, di Udayana sehingga 99 persen berhasil dan 1 persen kita serahkan kepada Tuhan" kata terdakwa.

Pada 21 Juli 2018, terdakwa menelepon dan mengirim pesan WhatsApp dengan mengatakan "Ini sudah positif. Apa ini hokynya Lisa atau gimana, ini babe sudah memastikan bisa dibantu di Fak. Kedokteran Udayana" tutur terdakwa dalam pesan.

Selanjutnya pada 24 Juli 2018 terdakwa menelepon saksi korban untuk datang ke Bali bersama orangtuanya. Pada 25 Juli 2018, saksi korban bersama ibunya datang ke rumah terdakwa di Klungkung.

Di sana terdakwa mengatakan bahwa bisa membantu saksi korban untuk spesialis dari awal hingga akhir. Saat itu terdakwa meminta uang Rp 2 miliar namun saksi korban menawar dan sanggup membayar Rp 1,5 miliar.

Pada tanggal 26 Juli 2018 terdakwa dan saksi korban bertemu untuk meminta uang sebagai tanda jadi. Saksi korban lalu mentransfer Rp 50 juta ke nomor rekening terdakwa. Esok harinya, saksi korban kembali mentrasfer uang Rp 450 juta ke rekening terdakwa.

Pada tanggal 14 September 2018, terdakwa mendatangi korban ke Jakarta untuk menagih kekurangan Rp 1 miliar dan akhirnya dilunasi secara bertahap oleh saksi korban.

Singkat cerita, pada tanggal 28 hingga 30 Oktober 2018 saksi korban mengikuti seleksi penerimaan mahasiswa spesialis kedokteran kulit di Fakultas Kedokteran Unud. 

Namun saat pengumuman pada tanggal 9 November 2018, nama saksi korban tidak muncul sebagai mahasiswa yang diterima untuk mengikuti kuliah.

Merasa ditipu, pada tanggal 10 November 2018 saksi korban menelepon terdakwa dengan maksud mencairkan tiga lembar cek yang sebelumnya diberi oleh terdakwa.

Saat itu terdakwa melarang mencairkan dengan alasan cek tersebut telah kadaluarsa.

Pada 16 November 2018, terdakwa datang ke rumah saksi korban di Jakarta sembari menyerahkan 4 lembar cek Bank BCA yang 3 cek berisi Rp 500 juta dan satu lembar cek berisi Rp 15 juta dengan jatuh tempo bulan Desember 2018.

"Namun ketika setelah bulan Desember 2018 keempat cek tersebut dicairkan ternyata tidak ada dana. Akibat perbuatan terdakwa, saksi korban menderita kerugian Rp 1,5 miliar," terang jaksa.(eli)

HUKUM & KRIMINAL

Grid List

 

DENPASAR -fajarbali.com |Kapolda Bali Irjen Pol Putu Jayan Danu Putera menegaskan kasus penistaan agama dengan terlapor Dr. Desak Made Darmawati, Spd, MM yang dilaporkan oleh sejumlah komponen organisasi masyarakat Hindu di Bali, akan tetap diproses dan ditindaklanjuti. 

 

DENPASAR -fajarbali.com |Tiga petinggi PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III resmi ditetapkan tersangka oleh penyidik Ditreskrimsus Polda Bali. Ketiganya diduga terlibat kasus penggelapan di perusahaan BUMN tersebut. 

 

 

Tiga Direksi yang ditetapkan tersangka ini masing masing Kokok Susanto selaku Direksi Pelindo III. Kemudian, Wawan Sulistyawan selaku Direktur PT Pelindo Energi Logistik (PT PEL) dan Irsyam Bakri selaku Ganeral Manager (GM) dari PT PEL.

 

Menurut Direktur Ditreskrimsus Polda Bali Kombes Pol Yuliar Kus Nugroho penetapan tersangka petinggi Pelindo III ini berdasarkan informasi masyarakat yang kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan. 

 

Hasil lidik, pihaknya menemukan bukti unsur permulaan yang cukup dalam kasus penggelapan di PT Pelindo yang bergerak dalam jasa kepelabuhanan tersebut

 

DENPASAR -fajarbali.com |Penyidik Provost Polresta Denpasar memanggil pengacara Siti Sapurah untuk diminta klarifikasi seputar laporannya terhadap penyidik Unit I Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Denpasar. Kasus yang dilaporkan ini menyangkut kasus aniaya menimpa kliennya, Ayu Paramita Dewi yang dilakukan oleh suaminya. 

 

MANGUPURA -fajarbali.com |Penyidik Satuan Reskrim Polres Badung memanggil Zaenal Tayeb (65) untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka, pada Senin (19/4/2021). Namun pengusaha asal Mamasa Sulawesi Barat itu mangkir dari panggilan penyidik dengan alasan sakit. 

 

DENPASAR -fajarbali.com |Tim Advokasi Penegakan Dharma yang tergabung dari 6 ormas Hindu, yakni Persada Nusantara, KMHDI Bali, Prajaniti Bali, Peradah Indonesia Bali, Persadha Nusantara Bali, dan Paiketan Krama Bali mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Bali, Senin (19/4/2021). 

Denpasar - Fajarbali.com | Propam Polresta Denpasar memanggil perempuan berinisial APD. Pemanggilan terkait laporan aksi penganiayaan yang dilakukan suami APD berinisial KAD beberapa bulan lalu.

 

DENPASAR -fajarbali.com |Direktorat Lalu Lintas Polda Bali mempercepat pemasangan Elektronic Traffic Law Enforcement (ETLE) di wilayah Denpasar. Salah satu wilayah yang sudah terpasang ETLE terletak di Simpang Teuku Umar-Jalan Imam Bonjol atau tepatnya di simpang Buagan Denpasar Barat. Rencananya, akhir Bulan April ini sudah bisa berfungsi dan di uji coba. 

 

MENGWI -fajarbali.com |Aksi pencurian helm dilakukan seorang bule asal Rusia, Ivan Kashtaev (25) yang menginap di Vila Arikaya Umalas Kuta Utara. Bule tersebut melakukan pencurian helm di halaman parkir Vila Markisa di Banjar Pengembungan Desa Pererenan Mengwi Badung, Jumat (16/4/2021) sekitar pukul 07.00 Wita. 

 

MANGUPURA -fajarbali.com |Satuan Lantas Polres Badung melaksanakan Operasi Keselamatan Agung 2021 dengan langkah-langkah humanis dan edukatif dalam menjaga Kamseltibcarlantas. Selain berfokus pada kesadaran masyarakat dalam mentaati aturan berlalu lintas, juga berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan. 

 

NUSA DUA -fajarbali.com |Kematian Hendra alias William (29) asal Dusun Niaga Karya Kelurahan Tanjung Niaga Kabupaten Malawi Kalimantan Barat (Kalbar), akibat tergencet di kolong mobil saat akan menolong anjing peliharaan majikannya, menyimpan duka mendalam bagi keluarga. 

 

DENPASAR -fajarbali.com |Tidak mau bayar usai dilayani di ranjang dan malah main pukul, Arienda Pratama (29) mengadukan David seorang bule asal Swedia, David (44) ke Polsek Denpasar Selatan, Senin (22/3/2021). Perempuan yang tinggal di Jalan Gelogor Carik 315 Residence Pemogan Denpasar Selatan itu mengaku dihajar oleh David hingga babak belur setelah menolak dimintai uang sebesar Rp 800.000. 

 

DENPASAR -fajarbali.com |Tewasnya Hendra alias William (29) akibat tergencet mobil, Kamis (15/4/2021) sore, menguak fakta terbaru. Korban asal Kalimantan Barat (Kalbar) yang tinggal di rumah bossnya di Jalan Tukad Badung XD Nomor 8, Renon, Denpasar Selatan sempat mencari anjing peliharaanya yang hilang dan diketahui terjepit di dalam kolong mobil.