JA Teline V - шаблон joomla Форекс

HUKUM & KRIMINAL
Typography

DENPASAR - Fajarbali.com | Dua pemuda pengangguran, I Kadek Alvin Sindu Prasya (20) dan I Gede Artha Yoga (19) yang ditangkap polisi dengan barang bukti 2 paket sabu sabh seberat 0,48 gram divonis hukiman 1 tahun dan 4 bulan (16 bulan) penjara.

Dalam sidang yang berlangsung ecara daring di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Selasa (2/3/2021) majelis hakim pimpinan I Gede Rumega menyatakan kedua terdakwa terbukti bersalah sebagai penyalahguna narkotika. 

Perbuatan kedua terdakwa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 127 ayat (1) huruf a UU Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dalam dakwaan alternatif ketiga JPU. 

"Meghukum kedua terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 1 tahun dan 4 bulan. Membebankan kedua terdakwa untuk membayar biaya perkara," demikian bunyi vonis hakim yang dibacakan di muka sidang.

Vonis ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ni Komang Swastini yang dihari dan waktu yang sama menuntut agar kedua terdakwa dipenjara selama dua tahun.

Meski begitu jaksa tetap menyatakan menerima putusan hakim, demikian pula dengan kedua terdakwa."Kami menerima vonis ini yang mulia," kata kedua terdakwa serentak.

Terungkap dalam fakta persidangan, kedua terdakwa ditangkap polisi pada tanggal 20 Oktober 2020 pukul 21.40 WITA di Jalan Pantai Balangan, Ungasan, Kuta Utara, Kabupaten Badung. 

Penangkapan kedua terdakwa ini berawal dari ditangkapnya I Putu Rama Astina (terdakwa dalam berkas terpisah). Dari tangan I Putu Rama Astina petugas mengamankan barang bukti berupa satu paket sabu. 

Kepada petugas I Putu Rama Astina mengatakan bahwa barang bukti sabu yang ada padanya adalah miliknya dan juga milik kedua terdakwa. 

"Dari pengakuan I Putu Rama Astina inilah polisi lalu menangkap kedua terdakwa," ungkap jaksa sebagaimana tertuang dalam surat dakwaan yang dibacakan di muka sidang. 

Dari penangkapan kedua terdakwa polisi berhasil mengamankan 2 paket sabu seberat 0,48 gram. Diakui barang bukti tersebut adalah milik terdakwa dan juga milik I Putu Rama Astina yang dibeli dengan cara patungan dengan tujuan dipakai bersama.(eli)

HUKUM & KRIMINAL

Grid List

 

DENPASAR -fajarbali.com |Kapolda Bali Irjen Pol Putu Jayan Danu Putera menegaskan kasus penistaan agama dengan terlapor Dr. Desak Made Darmawati, Spd, MM yang dilaporkan oleh sejumlah komponen organisasi masyarakat Hindu di Bali, akan tetap diproses dan ditindaklanjuti. 

 

DENPASAR -fajarbali.com |Tiga petinggi PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III resmi ditetapkan tersangka oleh penyidik Ditreskrimsus Polda Bali. Ketiganya diduga terlibat kasus penggelapan di perusahaan BUMN tersebut. 

 

 

Tiga Direksi yang ditetapkan tersangka ini masing masing Kokok Susanto selaku Direksi Pelindo III. Kemudian, Wawan Sulistyawan selaku Direktur PT Pelindo Energi Logistik (PT PEL) dan Irsyam Bakri selaku Ganeral Manager (GM) dari PT PEL.

 

Menurut Direktur Ditreskrimsus Polda Bali Kombes Pol Yuliar Kus Nugroho penetapan tersangka petinggi Pelindo III ini berdasarkan informasi masyarakat yang kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan. 

 

Hasil lidik, pihaknya menemukan bukti unsur permulaan yang cukup dalam kasus penggelapan di PT Pelindo yang bergerak dalam jasa kepelabuhanan tersebut

 

DENPASAR -fajarbali.com |Penyidik Provost Polresta Denpasar memanggil pengacara Siti Sapurah untuk diminta klarifikasi seputar laporannya terhadap penyidik Unit I Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Denpasar. Kasus yang dilaporkan ini menyangkut kasus aniaya menimpa kliennya, Ayu Paramita Dewi yang dilakukan oleh suaminya. 

 

MANGUPURA -fajarbali.com |Penyidik Satuan Reskrim Polres Badung memanggil Zaenal Tayeb (65) untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka, pada Senin (19/4/2021). Namun pengusaha asal Mamasa Sulawesi Barat itu mangkir dari panggilan penyidik dengan alasan sakit. 

 

DENPASAR -fajarbali.com |Tim Advokasi Penegakan Dharma yang tergabung dari 6 ormas Hindu, yakni Persada Nusantara, KMHDI Bali, Prajaniti Bali, Peradah Indonesia Bali, Persadha Nusantara Bali, dan Paiketan Krama Bali mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Bali, Senin (19/4/2021). 

Denpasar - Fajarbali.com | Propam Polresta Denpasar memanggil perempuan berinisial APD. Pemanggilan terkait laporan aksi penganiayaan yang dilakukan suami APD berinisial KAD beberapa bulan lalu.

 

DENPASAR -fajarbali.com |Direktorat Lalu Lintas Polda Bali mempercepat pemasangan Elektronic Traffic Law Enforcement (ETLE) di wilayah Denpasar. Salah satu wilayah yang sudah terpasang ETLE terletak di Simpang Teuku Umar-Jalan Imam Bonjol atau tepatnya di simpang Buagan Denpasar Barat. Rencananya, akhir Bulan April ini sudah bisa berfungsi dan di uji coba. 

 

MENGWI -fajarbali.com |Aksi pencurian helm dilakukan seorang bule asal Rusia, Ivan Kashtaev (25) yang menginap di Vila Arikaya Umalas Kuta Utara. Bule tersebut melakukan pencurian helm di halaman parkir Vila Markisa di Banjar Pengembungan Desa Pererenan Mengwi Badung, Jumat (16/4/2021) sekitar pukul 07.00 Wita. 

 

MANGUPURA -fajarbali.com |Satuan Lantas Polres Badung melaksanakan Operasi Keselamatan Agung 2021 dengan langkah-langkah humanis dan edukatif dalam menjaga Kamseltibcarlantas. Selain berfokus pada kesadaran masyarakat dalam mentaati aturan berlalu lintas, juga berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan. 

 

NUSA DUA -fajarbali.com |Kematian Hendra alias William (29) asal Dusun Niaga Karya Kelurahan Tanjung Niaga Kabupaten Malawi Kalimantan Barat (Kalbar), akibat tergencet di kolong mobil saat akan menolong anjing peliharaan majikannya, menyimpan duka mendalam bagi keluarga. 

 

DENPASAR -fajarbali.com |Tidak mau bayar usai dilayani di ranjang dan malah main pukul, Arienda Pratama (29) mengadukan David seorang bule asal Swedia, David (44) ke Polsek Denpasar Selatan, Senin (22/3/2021). Perempuan yang tinggal di Jalan Gelogor Carik 315 Residence Pemogan Denpasar Selatan itu mengaku dihajar oleh David hingga babak belur setelah menolak dimintai uang sebesar Rp 800.000. 

 

DENPASAR -fajarbali.com |Tewasnya Hendra alias William (29) akibat tergencet mobil, Kamis (15/4/2021) sore, menguak fakta terbaru. Korban asal Kalimantan Barat (Kalbar) yang tinggal di rumah bossnya di Jalan Tukad Badung XD Nomor 8, Renon, Denpasar Selatan sempat mencari anjing peliharaanya yang hilang dan diketahui terjepit di dalam kolong mobil.