JA Teline V - шаблон joomla Форекс

HUKUM & KRIMINAL
Typography


DENPASAR -fajarbali.com |Empat anggota ormas ditangkap Tim Resmob Ditreskrimum Polda Bali, pada Senin (1/3/2021) sore, setelah melakukan pengancaman dan perampasan mobil terhadap seorang korbannya I Komang Ery Darma Yuda. Aksi premanisme yang dilakukan para tersangka itu terjadi di rumah korban di Jalan Muding Kerobokan Kuta Utara, 8 Pebruari 2021 lalu. 


Mereka adalah Bagus Made Putra Pardana (29) tinggal di Jalan Werkundara Gang III nomor 5 Br Tampa Desa Dangin Purih Kauh Denpasar. I Putu Wira Sanjaya (28) tinggal di Jalan Kecubung Gang Suli nomor 18 Desa Sumerta Kaja Denpasar Timur. 


I Made Ary Santa Dwipayana (28) tinggal di Jalan Muncan Kapal Mengwi Badung. I Gede Wira Guna (26) tinggal di Jalan Lembusura Gang Yudistira 9 Banjar Pemalukan Desa Penguyangan Denpasar Utara. 


Tersangka terakhir, yakni Ni Made Kadek Okta Riani (30) tinggal Banjar Pabean Desa Ketewel Sukawati Gianyar. Perempuan inilah yang menyuruh para tersangka untuk merampas mobil terkait masalah utang piutang. 


Menurut Direktur Reskrimum Polda Bali Kombes Pol Djuhandani Rahardjo Puro keempat oknum ormas itu ditangkap karena melakukan tindakan pengancaman dan perampasan terhadap korban untuk menagih jutang sebesar Rp.300.000 juta. 


"Utang itu dalam bentuk arisan. Jadi mereka di order dan diberikan komisi 5 juta untuk menagih utang ke istri korban," terang Kombes Raharjo didampingi Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Syamsi, Kamis (4/3/2021). 


Perwira melati tiga dipundak itu mengatakan keempat tersangka berbadan besar dan bertatto itu mendatangi rumah korban di Jalan Muding Buit Gang Muding Perdana II Banjar Muding Kelod Kuta Utara, pada 8 Pebruari 2021 sekitar pukul 20.30 Wita. 


Mereka datang untuk menagih utang kepada Ni Luh Yanita Oktapristyanti Yuda atas suruhan bossnya, Ni Kadek Oktariani. Namun setibanya di rumah tersebut, mereka tidak bertemu dengan Ni Kadek Oktariani tapi dengan suaminya, I Komang Ery Darma Yuda. 


"Sehingga terjadi adu argumentasi antara korban dengan ke 4 pelaku namun tidak ada titik temu," ujarnya. 


Walhasil, keempat oknum ormas itu memaksa korban untuk menyerahkan mobil CRV warna hitam DJ 693 KN yang parkir di halaman rumah korban. Tapi korban menolak karena mobil tersebut bukan miliknya tapi milik teman kakaknya. Bahkan korban sempat menelpon kakaknya terkait adanya pemaksaan tersebut. 


Hanya saja, para tersangka tetap memaksa agar mobil diberikan sebagai jaminan atas hutang hutang istrinya. Tapi korban tetap saja menolak. Jengkel permintaanya tidak digubris korban, para tersangka mengamuk. 


Tanpa dikomando, para tersangka memegang tangan kanan dan kiri korban. Bahkan ada yang mencekik leher korban dari belakang. Mereka kemudian menggiring korban masuk ke dalam rumah untuk menandatangi surat pernyataan agar memberikan mobil tersebut. 


"Mereka membuat surat pernyataan untuk menjaminkan mobil korban kalau tidak akan ditembak kakinya," ujar Kombes Raharjo. 


Merasa tertekan, apalagi para tersangka berjumlah banyak dan bandanya besar besar, korban akhirnya bersedia tangan tangan. Selanjutnya mereka memanggil tukang derek dan kunci untuk mengangkut mobil dari pekarangan rumah korban. 


Atas informasi dari korban, Kombes Raharjo menerangkan pihaknya langsung menangkap keempat pelaku di rumahnya tersangka Bagus Made Putra Pardana, Senin (1/3/2021) sore. 


Sedangkan barang bukti yang diamankan berupa mobil Honda CRV DK 693 KN atas nama Anak Agung Subawa, satu kunci duplikat palsu, satu buah STNK, satu buah BPKB, dan satu surat kuasa dari tersangka Ni Kadek Oktariani kepada tersangka Bagus Made Putra Pardana. 


"Dia ini (Bagus Made Putra) residivis, pernah terlibat kasus buat berita bohong di medsos menyudutkan Polisi," ujar Kombes Raharjo. 


Ia menegaskan terkait dengan praktek praktek premanisme pihaknya tidak akan tinggal diam dan terus melawan aksi premanisme apapun bentuknya. 


Karena ini untuk menjaga agar Bali tetap aman. Bila perlu diberikan tindakan tegas terukur. "Kalau perlu mereka kami antar ke UGD," tegasnya sembari mengatakan kelimanya dijerat Pasal 368 KUHP Jo Pasal 55 KUHP ancaman 9 tahun penjara. (hen)

HUKUM & KRIMINAL

Grid List

 

DENPASAR -fajarbali.com |Tiga petinggi PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III resmi ditetapkan tersangka oleh penyidik Ditreskrimsus Polda Bali. Ketiganya diduga terlibat kasus penggelapan di perusahaan BUMN tersebut. 

 

 

Tiga Direksi yang ditetapkan tersangka ini masing masing Kokok Susanto selaku Direksi Pelindo III. Kemudian, Wawan Sulistyawan selaku Direktur PT Pelindo Energi Logistik (PT PEL) dan Irsyam Bakri selaku Ganeral Manager (GM) dari PT PEL.

 

Menurut Direktur Ditreskrimsus Polda Bali Kombes Pol Yuliar Kus Nugroho penetapan tersangka petinggi Pelindo III ini berdasarkan informasi masyarakat yang kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan. 

 

Hasil lidik, pihaknya menemukan bukti unsur permulaan yang cukup dalam kasus penggelapan di PT Pelindo yang bergerak dalam jasa kepelabuhanan tersebut

 

DENPASAR -fajarbali.com |Penyidik Provost Polresta Denpasar memanggil pengacara Siti Sapurah untuk diminta klarifikasi seputar laporannya terhadap penyidik Unit I Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Denpasar. Kasus yang dilaporkan ini menyangkut kasus aniaya menimpa kliennya, Ayu Paramita Dewi yang dilakukan oleh suaminya. 

 

MANGUPURA -fajarbali.com |Penyidik Satuan Reskrim Polres Badung memanggil Zaenal Tayeb (65) untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka, pada Senin (19/4/2021). Namun pengusaha asal Mamasa Sulawesi Barat itu mangkir dari panggilan penyidik dengan alasan sakit. 

 

DENPASAR -fajarbali.com |Tim Advokasi Penegakan Dharma yang tergabung dari 6 ormas Hindu, yakni Persada Nusantara, KMHDI Bali, Prajaniti Bali, Peradah Indonesia Bali, Persadha Nusantara Bali, dan Paiketan Krama Bali mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Bali, Senin (19/4/2021). 

Denpasar - Fajarbali.com | Propam Polresta Denpasar memanggil perempuan berinisial APD. Pemanggilan terkait laporan aksi penganiayaan yang dilakukan suami APD berinisial KAD beberapa bulan lalu.

 

DENPASAR -fajarbali.com |Direktorat Lalu Lintas Polda Bali mempercepat pemasangan Elektronic Traffic Law Enforcement (ETLE) di wilayah Denpasar. Salah satu wilayah yang sudah terpasang ETLE terletak di Simpang Teuku Umar-Jalan Imam Bonjol atau tepatnya di simpang Buagan Denpasar Barat. Rencananya, akhir Bulan April ini sudah bisa berfungsi dan di uji coba. 

 

MENGWI -fajarbali.com |Aksi pencurian helm dilakukan seorang bule asal Rusia, Ivan Kashtaev (25) yang menginap di Vila Arikaya Umalas Kuta Utara. Bule tersebut melakukan pencurian helm di halaman parkir Vila Markisa di Banjar Pengembungan Desa Pererenan Mengwi Badung, Jumat (16/4/2021) sekitar pukul 07.00 Wita. 

 

MANGUPURA -fajarbali.com |Satuan Lantas Polres Badung melaksanakan Operasi Keselamatan Agung 2021 dengan langkah-langkah humanis dan edukatif dalam menjaga Kamseltibcarlantas. Selain berfokus pada kesadaran masyarakat dalam mentaati aturan berlalu lintas, juga berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan. 

 

NUSA DUA -fajarbali.com |Kematian Hendra alias William (29) asal Dusun Niaga Karya Kelurahan Tanjung Niaga Kabupaten Malawi Kalimantan Barat (Kalbar), akibat tergencet di kolong mobil saat akan menolong anjing peliharaan majikannya, menyimpan duka mendalam bagi keluarga. 

 

DENPASAR -fajarbali.com |Tidak mau bayar usai dilayani di ranjang dan malah main pukul, Arienda Pratama (29) mengadukan David seorang bule asal Swedia, David (44) ke Polsek Denpasar Selatan, Senin (22/3/2021). Perempuan yang tinggal di Jalan Gelogor Carik 315 Residence Pemogan Denpasar Selatan itu mengaku dihajar oleh David hingga babak belur setelah menolak dimintai uang sebesar Rp 800.000. 

 

DENPASAR -fajarbali.com |Tewasnya Hendra alias William (29) akibat tergencet mobil, Kamis (15/4/2021) sore, menguak fakta terbaru. Korban asal Kalimantan Barat (Kalbar) yang tinggal di rumah bossnya di Jalan Tukad Badung XD Nomor 8, Renon, Denpasar Selatan sempat mencari anjing peliharaanya yang hilang dan diketahui terjepit di dalam kolong mobil. 


KUTA -fajarbali.com |Zaenal Tayeb kini berstatus tersangka. Pengusaha asal Bali yang terjerat kasus dugaan pemalsuan akta autentik itu angkat bicara. Ia menilai apa yang dituduhkan kepadanya adalah tidak benar dan dinilai maladministrasi dalam penyidikan. Sehingga ia pun bersurat ke Kapolri dan Jaksa Agung untuk meminta perlindungan hukum.