JA Teline V - шаблон joomla Форекс

HUKUM & KRIMINAL
Typography

DENPASAR - Fajarbali.com | Pria 62 tahun asal Inggris bernama Steve Gerald Bryan Saunder yang merupakan pensiunan Angkatan Laut (AL) tidak lama lagi diadili di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar atas kasus kepemilikan narkotika jenis sabu-sabu.

Akibat perbuatannya, Steve Gerald Bryan Saunders yang ditangkap di kamar salah satu hotel di Badung ini pun terancam hukuman maksimal 12 tahun penjara. 

Kasi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar I Wayan Eka Widanta membabarkan bahwa tersangka Steve Gerald Bryan Saunders tidak lama lagi akan diadili

“Berkas untuk tersangka warga Inggris ini sudah kami terima, dan saat ini berkasnya juga sudah kami limpahkan ke Pengadilan untuk dibuatkan jadwal persidangan,” kata Eka Windanta, Rabu (7/4/2021) saat dikonfirmasi. 

Eka Windanta juga menjelaskan, tersangka sesuai dengan berkas dari penyidik kepolisian dijerat dengan dua Pasal dari UU Narkotika. Yaitu Pasal 112 ayat (1) dan Pasal 127 ayat (1) huruf a. 

“Ancaman hukuman maksimal untuk kasus yang menjerat tersangka ini adalah 12 tahun penjara,” pungkas Eka Widanta. 

Sebagaimana dalam berkas, tersangka ditangkap petugas kepolisian pada tanggal 20 Desember 2020 sekira pukul 20.00 WITA di salah atau kamar hotel di Bali. Sebelum dilakukan penangkapan, petugas terlebih dahulu melakukan penyelidikan terhadap tersangkan. 

Setelah dugaan bahwa tersangka memiliki narkoba semakin kuat, polisi langsung mengkap dan melakukan penggeledahan. Dari penggeledahan itu petugas menemukan barang bukti sabu seberat 0,76 gram yang disimpan tersangka didalam kamar mandi. 

Awalnya kepada petugas tersangka tidak mengakui barang bukti itu adalah miliknya, tersangka sempat menyebut barang itu adalah milik orang yang bernama Wayan. Tapi setelah diselediki lebih jauh ternyata nama Wayan yang disebut tersangka tidak pernah ada. 

Selain menemukan sabu, petugas juga mengaman barang bukti berupa satu batang pipa kaca kecil, dua batang pipa alumunium dan buah pipet warna putih serta satu buah Handphone.(eli)

HUKUM & KRIMINAL

Grid List

 

DENPASAR -fajarbali.com |Tiga petinggi PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III resmi ditetapkan tersangka oleh penyidik Ditreskrimsus Polda Bali. Ketiganya diduga terlibat kasus penggelapan di perusahaan BUMN tersebut. 

 

 

Tiga Direksi yang ditetapkan tersangka ini masing masing Kokok Susanto selaku Direksi Pelindo III. Kemudian, Wawan Sulistyawan selaku Direktur PT Pelindo Energi Logistik (PT PEL) dan Irsyam Bakri selaku Ganeral Manager (GM) dari PT PEL.

 

Menurut Direktur Ditreskrimsus Polda Bali Kombes Pol Yuliar Kus Nugroho penetapan tersangka petinggi Pelindo III ini berdasarkan informasi masyarakat yang kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan. 

 

Hasil lidik, pihaknya menemukan bukti unsur permulaan yang cukup dalam kasus penggelapan di PT Pelindo yang bergerak dalam jasa kepelabuhanan tersebut

 

DENPASAR -fajarbali.com |Penyidik Provost Polresta Denpasar memanggil pengacara Siti Sapurah untuk diminta klarifikasi seputar laporannya terhadap penyidik Unit I Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Denpasar. Kasus yang dilaporkan ini menyangkut kasus aniaya menimpa kliennya, Ayu Paramita Dewi yang dilakukan oleh suaminya. 

 

MANGUPURA -fajarbali.com |Penyidik Satuan Reskrim Polres Badung memanggil Zaenal Tayeb (65) untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka, pada Senin (19/4/2021). Namun pengusaha asal Mamasa Sulawesi Barat itu mangkir dari panggilan penyidik dengan alasan sakit. 

 

DENPASAR -fajarbali.com |Tim Advokasi Penegakan Dharma yang tergabung dari 6 ormas Hindu, yakni Persada Nusantara, KMHDI Bali, Prajaniti Bali, Peradah Indonesia Bali, Persadha Nusantara Bali, dan Paiketan Krama Bali mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Bali, Senin (19/4/2021). 

Denpasar - Fajarbali.com | Propam Polresta Denpasar memanggil perempuan berinisial APD. Pemanggilan terkait laporan aksi penganiayaan yang dilakukan suami APD berinisial KAD beberapa bulan lalu.

 

DENPASAR -fajarbali.com |Direktorat Lalu Lintas Polda Bali mempercepat pemasangan Elektronic Traffic Law Enforcement (ETLE) di wilayah Denpasar. Salah satu wilayah yang sudah terpasang ETLE terletak di Simpang Teuku Umar-Jalan Imam Bonjol atau tepatnya di simpang Buagan Denpasar Barat. Rencananya, akhir Bulan April ini sudah bisa berfungsi dan di uji coba. 

 

MENGWI -fajarbali.com |Aksi pencurian helm dilakukan seorang bule asal Rusia, Ivan Kashtaev (25) yang menginap di Vila Arikaya Umalas Kuta Utara. Bule tersebut melakukan pencurian helm di halaman parkir Vila Markisa di Banjar Pengembungan Desa Pererenan Mengwi Badung, Jumat (16/4/2021) sekitar pukul 07.00 Wita. 

 

MANGUPURA -fajarbali.com |Satuan Lantas Polres Badung melaksanakan Operasi Keselamatan Agung 2021 dengan langkah-langkah humanis dan edukatif dalam menjaga Kamseltibcarlantas. Selain berfokus pada kesadaran masyarakat dalam mentaati aturan berlalu lintas, juga berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan. 

 

NUSA DUA -fajarbali.com |Kematian Hendra alias William (29) asal Dusun Niaga Karya Kelurahan Tanjung Niaga Kabupaten Malawi Kalimantan Barat (Kalbar), akibat tergencet di kolong mobil saat akan menolong anjing peliharaan majikannya, menyimpan duka mendalam bagi keluarga. 

 

DENPASAR -fajarbali.com |Tidak mau bayar usai dilayani di ranjang dan malah main pukul, Arienda Pratama (29) mengadukan David seorang bule asal Swedia, David (44) ke Polsek Denpasar Selatan, Senin (22/3/2021). Perempuan yang tinggal di Jalan Gelogor Carik 315 Residence Pemogan Denpasar Selatan itu mengaku dihajar oleh David hingga babak belur setelah menolak dimintai uang sebesar Rp 800.000. 

 

DENPASAR -fajarbali.com |Tewasnya Hendra alias William (29) akibat tergencet mobil, Kamis (15/4/2021) sore, menguak fakta terbaru. Korban asal Kalimantan Barat (Kalbar) yang tinggal di rumah bossnya di Jalan Tukad Badung XD Nomor 8, Renon, Denpasar Selatan sempat mencari anjing peliharaanya yang hilang dan diketahui terjepit di dalam kolong mobil. 


KUTA -fajarbali.com |Zaenal Tayeb kini berstatus tersangka. Pengusaha asal Bali yang terjerat kasus dugaan pemalsuan akta autentik itu angkat bicara. Ia menilai apa yang dituduhkan kepadanya adalah tidak benar dan dinilai maladministrasi dalam penyidikan. Sehingga ia pun bersurat ke Kapolri dan Jaksa Agung untuk meminta perlindungan hukum.