JA Teline V - шаблон joomla Форекс

HUKUM & KRIMINAL
Typography

 

DENPASAR -fajarbali.com |Menikah tanpa izin dari istri yang sah, seorang pejabat Kepala Seksi Layanan Infrastruktur dan Teknologi Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfo Kota Denpasar), Made ASK (37) meradang. 

 

Ia dipolisikan oleh istrinya sendiri yakni Ketut DP (32) ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Bali, Kamis (8/4/2021). Terlapor Made ASK dilaporkan dalam dugaan Tindak Pidana Perkawinan/Pernikahan Tanpa Izin dan atau Perzinahan sesuai laporan dengan nomor registrasi DUMAS/155/IV/2021/SPKT Polda Bali. 

 

Usai membuat laporan ke SPKT Polda Bali, Ketut DP mengatakan bahwa suaminya diduga berselingkuh dengan seorang perempuan, Putu ISAD. Wanita cantik ini merupakan sekretaris pribadi dari Kadis Kominfo Kota Denpasar, I Dewa Made Agung. Bahkan dari perselingkuhan itu, Putu ISAD hamil dan melahirkan seorang anak, pada Maret 2021. 

 

Dalam keteranganya, Ketut DP mengaku sejak menikah dengan suaminya 29 Oktober 2015 lalu, nyaris tidak ada masalah apa apa. Bisa dibilang rumah tangganya berjalan harmonis. Namun tidak ada hujan tidak ada badai, pada tanggal 7 Juni 2020 suaminya mendadak minta cerai. 

 

"Suami saya tiba tiba minta cerai. Suami saya mengatakan sudah tak cinta lagi sama saya," ungkap perempuan yang berprofesi sebagai dokter ini didampingi tim penasihat hukumnya, I Ketut Kesuma SH. 

 

Menyadari rumah tangganya hancur akibat orang ketiga, korban masih berusaha bertahan. Bahkan ia sempat berkoordinasi dengan mertuanya dan juga kedua orangtuanya. 

 

Tapi sayang, mertuanya mendukung untuk keduanya segera cerai. Kendati demikian, perempuan ini tetap memilih untuk mempertahankan rumah tangganya meski semakin sulit. 

 

Ketut DP mengaku perselingkuhan ini terbongkar setelah mengetahui suaminya mengirim pesan ke seorang perempuan bernama Ikko (Putu ISAD, red), pada tahun 2019 lalu. Penasaran, korban pun mencari tahu siapa perempuan bernama Ikko tersebut. 

 

Ternyata perempuan itu adalah tenaga kontrak yang bekerja sebagai sekretaris pribadi dari Kepala Dinas Kominfo Kota Denpasar. "Saya ingat suami saya pernah kirim pesan kepada Ikko bunyinya, sudah mandi apa belum ? Sehingga saya mencari tahu siapa Ikko itu," ujarnya. 

 

Pelapor Ketut DP akhirnya bertemu empat mata dengan Ikko, pada 4 Agustus 2020 lalu. Dalam pertemuan keduanya, Ikko mengaku tidak ada hubungan spesial dengan suaminya. "Tapi saya melihat perutnya seperti sedang hamil. Padahal dia belum menikah," ungkapnya. 

 

Pikiran Ketut DP kian kalut setelah menerima surat kaleng berupa flashdisk berisi video suaminya menggendong bayi bersama Ikko di salah satu klinik di Denpasar, pada Maret 2021. Melihat itu pelapor stres berat.

 

Ia mengaku persoalan ini sempat dimediasi oleh Kepala Dinas Kominfo, pada 29 Juli 2020. Alih-alih bukannya masalah selesai, pelapor semakin tidak diperhatikan oleh suaminya. 

 

"Suami saya mengatakan sudah melakukan gugatan cerai. Setelah mendapat video gendong bayi itu saya menyerah dan mau bercerai. Saya lapor ke SPKT Polda Bali hari ini," bebernya. 

 

Menyangkut hal ini Kepala Dinas Kominfo Kota Denpasar, I Dewa Made Agung enggan berkomentar banyak. Ia membenarkan pernah memediasi Made ASK yang meminta cerai ke istrinya Ketut DP. Namun soal penyebab permintaan cerai itu, Made Agung mengaku tidak mengetahui persis. 

 

"Pernah istri dari pak Surya Kencana datang ke kantor. Katanya suaminya minta cerai. Saya mediasi dengan tujuan agar masalah dari keduanya dapat diselesaikan secara baik. Setelah itu saya tidak mengetahui lagi perkembangannya," terangnya. 

 

Apakah ada sanksi ? Dewa Made Agung mengatakan apabila terbukti bersalah pasti akan diberikan sanksi tegas. Namun sanksi yang diberikan tergantung kesalahannya. "Masalah sanksi bukan saya yang berwenang. Yang pasti PNS yang terbukti bersalah ada sanksinya," ungkapnya. 

 

Sementara itu Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Syamsi belum bisa dimintai keterangannya. Dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Kombes Syamsi tidak merespons. (hen) 

HUKUM & KRIMINAL

Grid List

 

DENPASAR -fajarbali.com |Tiga petinggi PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III resmi ditetapkan tersangka oleh penyidik Ditreskrimsus Polda Bali. Ketiganya diduga terlibat kasus penggelapan di perusahaan BUMN tersebut. 

 

 

Tiga Direksi yang ditetapkan tersangka ini masing masing Kokok Susanto selaku Direksi Pelindo III. Kemudian, Wawan Sulistyawan selaku Direktur PT Pelindo Energi Logistik (PT PEL) dan Irsyam Bakri selaku Ganeral Manager (GM) dari PT PEL.

 

Menurut Direktur Ditreskrimsus Polda Bali Kombes Pol Yuliar Kus Nugroho penetapan tersangka petinggi Pelindo III ini berdasarkan informasi masyarakat yang kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan. 

 

Hasil lidik, pihaknya menemukan bukti unsur permulaan yang cukup dalam kasus penggelapan di PT Pelindo yang bergerak dalam jasa kepelabuhanan tersebut

 

DENPASAR -fajarbali.com |Penyidik Provost Polresta Denpasar memanggil pengacara Siti Sapurah untuk diminta klarifikasi seputar laporannya terhadap penyidik Unit I Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Denpasar. Kasus yang dilaporkan ini menyangkut kasus aniaya menimpa kliennya, Ayu Paramita Dewi yang dilakukan oleh suaminya. 

 

MANGUPURA -fajarbali.com |Penyidik Satuan Reskrim Polres Badung memanggil Zaenal Tayeb (65) untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka, pada Senin (19/4/2021). Namun pengusaha asal Mamasa Sulawesi Barat itu mangkir dari panggilan penyidik dengan alasan sakit. 

 

DENPASAR -fajarbali.com |Tim Advokasi Penegakan Dharma yang tergabung dari 6 ormas Hindu, yakni Persada Nusantara, KMHDI Bali, Prajaniti Bali, Peradah Indonesia Bali, Persadha Nusantara Bali, dan Paiketan Krama Bali mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Bali, Senin (19/4/2021). 

Denpasar - Fajarbali.com | Propam Polresta Denpasar memanggil perempuan berinisial APD. Pemanggilan terkait laporan aksi penganiayaan yang dilakukan suami APD berinisial KAD beberapa bulan lalu.

 

DENPASAR -fajarbali.com |Direktorat Lalu Lintas Polda Bali mempercepat pemasangan Elektronic Traffic Law Enforcement (ETLE) di wilayah Denpasar. Salah satu wilayah yang sudah terpasang ETLE terletak di Simpang Teuku Umar-Jalan Imam Bonjol atau tepatnya di simpang Buagan Denpasar Barat. Rencananya, akhir Bulan April ini sudah bisa berfungsi dan di uji coba. 

 

MENGWI -fajarbali.com |Aksi pencurian helm dilakukan seorang bule asal Rusia, Ivan Kashtaev (25) yang menginap di Vila Arikaya Umalas Kuta Utara. Bule tersebut melakukan pencurian helm di halaman parkir Vila Markisa di Banjar Pengembungan Desa Pererenan Mengwi Badung, Jumat (16/4/2021) sekitar pukul 07.00 Wita. 

 

MANGUPURA -fajarbali.com |Satuan Lantas Polres Badung melaksanakan Operasi Keselamatan Agung 2021 dengan langkah-langkah humanis dan edukatif dalam menjaga Kamseltibcarlantas. Selain berfokus pada kesadaran masyarakat dalam mentaati aturan berlalu lintas, juga berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan. 

 

NUSA DUA -fajarbali.com |Kematian Hendra alias William (29) asal Dusun Niaga Karya Kelurahan Tanjung Niaga Kabupaten Malawi Kalimantan Barat (Kalbar), akibat tergencet di kolong mobil saat akan menolong anjing peliharaan majikannya, menyimpan duka mendalam bagi keluarga. 

 

DENPASAR -fajarbali.com |Tidak mau bayar usai dilayani di ranjang dan malah main pukul, Arienda Pratama (29) mengadukan David seorang bule asal Swedia, David (44) ke Polsek Denpasar Selatan, Senin (22/3/2021). Perempuan yang tinggal di Jalan Gelogor Carik 315 Residence Pemogan Denpasar Selatan itu mengaku dihajar oleh David hingga babak belur setelah menolak dimintai uang sebesar Rp 800.000. 

 

DENPASAR -fajarbali.com |Tewasnya Hendra alias William (29) akibat tergencet mobil, Kamis (15/4/2021) sore, menguak fakta terbaru. Korban asal Kalimantan Barat (Kalbar) yang tinggal di rumah bossnya di Jalan Tukad Badung XD Nomor 8, Renon, Denpasar Selatan sempat mencari anjing peliharaanya yang hilang dan diketahui terjepit di dalam kolong mobil. 


KUTA -fajarbali.com |Zaenal Tayeb kini berstatus tersangka. Pengusaha asal Bali yang terjerat kasus dugaan pemalsuan akta autentik itu angkat bicara. Ia menilai apa yang dituduhkan kepadanya adalah tidak benar dan dinilai maladministrasi dalam penyidikan. Sehingga ia pun bersurat ke Kapolri dan Jaksa Agung untuk meminta perlindungan hukum.