JA Teline V - шаблон joomla Форекс

HUKUM & KRIMINAL
Typography

DENPASAR -fajarbali.com |Setelah 14 hari mendekam di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Denpasar, Jeffery Douglas Craigen (33) asal Kanada akhirnya dideportasi oleh pihak Imigrasi Bandara Ngurah Rai, pada Selasa 10 Mei 2022. Jeffery yang merupakan aktor kanal Netflix ini dideportasi karena mempertontonkan tarian bugil dikawasan objek wisata Gunung Batur Kintamani, Bangli. 


 
Dalam siaran persnya, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Bali Jamaruli Manihuruk mengatakan, Jeffery dideportasi karena melanggar Pasal 75 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian. 
 
Sebelumnya, Jeffery dilaporkan telah mengunggah video dirinya tengah menari tarian suku Maori yang berasal dari Selandia Baru tanpa busana di puncak Gunung Batur. Unggahan ini viral di media sosial. Padahal diketahui, selain dikenal sebagai objek wisata, Gunung Batur juga dianggap salah satu kawasan suci di Bali. 
 
Dalam pemeriksaan, Jeffery mengaku tidak bermaksud untuk tidak menghormati budaya Bali. Ia membuat video tersebut tanpa paksaan siapapun dan hanya sekedar untuk mengekspresikan diri. 
 
Akan tetapi, dari aksinya yang viral di media sosial tersebut timbul kecaman dari banyak pihak khususnya warga lokal. Terlebih, Jeffery dianggap tidak menghormati budaya dan adat setempat. 
 
Jamaruli menegaskan, Jeffery diketahui masuk ke Indonesia pertama kali melalui Bandara Ngurah Rai, pada akhir 2018 lalu. Ia kedua kalinya masuk ke Bali pada akhir 2019. 
 
Jeffery berniat pulang ke Kanada pada tahun 2020 namun batal karena terjebak pandemi Covid 19. Ia akhirnyatinggal di Indonesia sampai dengan saat ini dengan ijin tinggal yang berlaku hingga 27 April 2022. 
 
Dalam kasus ini, Jeffery diamankan oleh Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar setelah menghubungi penjaminnya. Selanjutnya Jeffery yang sempat diamankan di Rudenim dikenakan Tindakan Admininstrasi Keimigrasian berupa deportasi. 
 
Di tempat terpisah, Kepala Rudenim Denpasar, Babay Baenullah mengatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah dokumen administrasi pendeportasian termasuk tiket penerbangan. Sebelum dideportasi, Jeffery terlebih dahulu menjalani tes PCR dengan hasil negatif. Sehingga ia  diperbolehkan bergabung dalam penerbangan sesuai dengan jadwal. 
 
Kemudian, pada 10 Mei 2022 dengan dikawal 3 petugas Rudenim, Jeffery diberangkatkan melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pukul 20.35 Wita dengan maskapai KLM Royal Dutch Airlines nomor penerbangan KL0836 tujuan Amsterdam Belanda. Dilanjutkan keesokan harinya dengan penerbangan KL0677 pemberangkatan pukul 12.35 waktu setempat tujuan Calgary, Kanada. 
 
“Setelah pendeportasian ini, keputusan penangkalan lebih lanjut akan diputuskan Direktorat Jenderal Imigrasi dengan melihat dan mempertimbangkan seluruh kasusnya, ungkapnya. (Hen)

BERITA TERKINI