JA Teline V - шаблон joomla Форекс

LINTAS KRIMINAL
Typography

KUTA-fajarbali.com | Dua pengedar merangkap peluncur narkoba asal Jawa Timur (Jatim) ditangkap pasukan Ditresnarkoba Polda Bali dalam sebuah pengerebekan di kamar Kuta Station Hotel di Jalan Kartika Plaza, Kamis (6/12/2018) sekitar pukul 14.00 Wita.

Polisi mengamankan barang bukti 700 butir ekstasi dan 501 gram sabu sabu yang akan diedarkan di Bali.

Sumber di lapangan menerangkan, dua pengedar narkoba yang ditangkap itu yakni tersangka Tommi Yang Jaya (34) asal Desa Tropodo, Waru Kota Sidoarjo Jawa Timur dan Sony (28) Darmo Desa Pradah, Dukuh Kota Surabaya Jatim.

Tertangkapnya dua jaringan narkoba asal Jatim itu berdasarkan hasil lidik Ditresnarkoba Polda Bali. Petugas awalnya menerima informasi ada dua laki laki dicurigai pengedar narkoba yang menginap di sebuah hotel dikawasan Kuta.

Petugas kemudian menelusuri sejumlah tempat penginapan di Kuta, yang diindikasi tempat menginapnya dua pengedar narkoba tersebut. "Mereka menginap di Kuta untuk mengedarkan narkoba," bisik sumber petugas Ditresnarkoba Polda Bali, Jumat (7/12).

Seminggu dilacak, anggota narkoba mendeteksi keduanya menginap di Kuta Station Hotel di Jalan Kartika Plaza Kuta. Petugas menunggu keduanya keluar dari hotel, langsung ditangkap pada Kamis (6/12) sekitar pukul 14.00 Wita.

"Kami tungguin mereka keluar dari hotel dan langsung disergap," ungkap sumber.

Dalam penggeledahan kamar hotel disaksikan saksi dari masyarakat, polisi menemukan barang bukti Pil extacy sebanyak 700 butir, 5 paket sabu seberat 501,28 gram, 1 timbangan, 1 bendel plastik, 4 hp, 1 ATM BCA dan buku rekapan penjualan sabu.

Setelah diperiksa, kedua tersangka mengaku mendapatkan sabu dari bandar asal Singaraja bernama Arya. Keduanya hanya bertugas memecahkan sabu dan menempel sesuai instruksi dari Arya.

"Untuk sekali tempel 50 ribu. Arya masih dikejar, ungkap sumber.

Dikonfirmasi, Wadiresnarkoba Polda Bali AKBP Sudjarwoko membenarkan tertangkapnya dua peluncur narkoba asal Jatim ini. "Masih dilakukan pendalaman," tegasnya Jumat (7/12). (hen)